10 Tempat Wisata Favorit di Kalimantan Timur

1. Danau Gap

Kalimantan Timur menyimpan banyak pesona wisata yang bisa anda kunjungi. Pesona wisata kali ini berhubungan dengan wisata air. Jika anda merupakan orang yang menikmati indahnya wisata alam air, maka tempat ini cocok untuk anda. Ya, Danau Gap yang tepatnya berada di Long Iram di Kalimantan Timur. Sebuah Danau yang cukup dilalui dengan jarak kurang lebih 4 kilometer. Dengan menyusuri sungai Mahakam anda dapat menemukan Danau Gap ini. Long Iram sendiri masih cukup sederhana. Apalagi kepadatan penduduk yang tidak sampai 10 orang/kilometer persegi. Sehingga daerah ini masih cukup sepi. Jika anda pernah menyaksikan acara televisi tentang bepergian ke pedalaman, mungkin inilah saatnya yang tepat bagi anda untuk mencobanya. Namun jangan khawatir bukan berarti anda benar-benar datang ke pedalaman.

2. Pantai Beras Basah

Pantai Beras Basah, lokasinya ada di Bontang, Kalimantan Timur. Sepanjang perjalanan dari Bontang Kuala menuju Pantai Beras Basah, dapat terlihat banyak pulau kecil, perkampungan penduduk di atas laut, dan juga pohon-pohon bakau. Air laut terlihat sangat jernih. Kita dapat melihat berbagai tumbuhan laut dan ikan-ikan kecil dengan mata telanjang. Mercusuar yang terlihat dari kejauhan, menandakan kita sudah dekat dengan bibir Pantai Beras Basah. Pantai Beras Basah memiliki pasir yang putih. Cocok untuk melepas lelah sambil berwisata menikmati pemandangan alamnya yang masih sangat alami. Hanya ada beberapa bangunan sederhana dari kayu untuk melepas lelah. Tidak ada penginapan dan warung yang berjualan makanan.

3. Museum Mulawarman

Museum Mulawarman termasuk dari sekian banyak museum yang tertua yang ada di Kalimantan Timur. Karena dibangun pada tahun 1963 setelah sebelumnya merupakan bekas dari kesultanan Tenggarong yang merupakan kerajaan Kutai Kartanegara, salah satu kerjaan pertama di Indonesia. Ada pula perhiasan sang raja dan ratu, meriam sapu jagad yang merupakan meriam pembasmi masa penjajahan Belanda, dan juga prasasti Yupa. Museum Mulawarman menjadi bukti sejarah tentang kerjaan Kutai Kartanegara dulu pernah ada di Indonesia. Museum Mulawarman menyimpan berbagai barang-barang sejarah. Barang sejarah yang masih disimpan di museum ini adalah benda-benda sejarah yang pernah digunakan oleh Kesultanan seperti Singgasana, Tempat Peraduan, Pakaian Kebesaran, Tombak, Keris, Meriam, Kalung dan Prasasti Yupa serta Koleksi Keramik Cina.

Gerbang Pulau Kumala

4. Pulau Kumala

Awalnya Pulau Kumala adalah sebuah delta sungai yang selalu tenggelam bila air Sungai Mahakam meluap. Pada tahun 2002, Pemkab Kutai Kartanegara melakukan reklamasi Pulau Kumala dan kemudian membangun Pulau Kumala menjadi tempat wisata dengan beberapa wahana dilengkapi  penginapan, restoran, kolam renang dan alat transportasi. Pulau Kumala ini dibangun untuk menampilkan budaya Kalimantan dengan memadukan budaya Kutai, budaya Dayak dan budaya Jawa. Hal ini dapat dilihat dengan adanya rumah Lamin, pura Pasak Pulau, dan patung Lembuswana. Patung raksasa Lembuswana berbahan tembaga buatan seniman Bali, Nyoman Sunatra, ini berada tepat di ujung Pulau Kumala yang menghadap ke arah Jembatan Kutai Kartanegara.

5. Festival Erau

Festival Erau diselenggarakan selama satu minggu pada bulan Juli setiap tahunnya. Pada Festival Erau ini, masyarakat Dayak dari seluruh daerah di Kalimantan berkumpul di Tenggarong. Festival Erau dimeriahkan dengan upacara adat dan berbagai tarian yang dipertunjukkan oleh para penari berpakaian Dayak. Dalam Bahasa Kutai, kata “Erau” berasal dari kata ‘Eroh” yang berarti ramai, riuh, ribut, dan suasana yang penuh suka cita. Festival Erau memang dimeriahkan dengan beberapa pertunjukan yang bersifat sakral, ritual, dan hiburan.

6. Wisata Alam Bukit Bangkirai

Bukit Bangkirai sebenarnya adalah sebuah hutan, terletak diantara perjalanan dari Samarinda hingga Balikpapan. Tepatnya sih berada di wilayah kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Tenggarong. Unik wisata alam di bukit ini adalah anda akan menikmati hamparan pemandangan hutan yang luas cukup tinggi dari tanah. Ya, karena adanya jembatan gantung yang bisa anda nikmati sebagai andalan wisata hutan Bukit Bangkirai Kalimantan Timur. Karena Bukit Bangkirai ini juga terdapat hutan, sehingga jika anda telah berada di pintu masuk bukit, anda akan ditawarkan dua sistem wisata. Wisata penuh mengarungi bukit, atau dengan melalui jembatan gantung saja. Karena sistem wisata berbeda ini, wisata penuh tentu butuh dana yang lebih banyak dibandingkan hanya menikmati melalui jembatan gantung yang panjangnya antara 100 meter sampai 300 meter.

7. Pantai Marina

Pantai Marina terletak sekitar 4 kilometer dari pusat kota Bontang, tepatnya di dalam komplek PT Badak NGL. Pantai Marina memiliki pasir putih dan ditumbuhi semak-semak yang sangat indah. Pantai Marina menghadap ke arah Selat Makassar. Ombak di Pantai Marina ini tidak terlalu besar sehingga cocok untuk olahraga jetsky, sky board, atau sekedar berenang saja. Airnya yang kebiruan dan bening membuat Pantai Marina begitu indah. Pantai Marina ini dibagi menjadi dua bagian yaitu Marina Kecil yang merupakan bagian dari PT Badak NGL dan Marina Besar yang bisa dinikmati wisatawan umum. Di malam hari, lampu-lampu di kilang minyak menjadi pemandangan tersendiri. Lampu obor hasil pembakaran gas dari cerobong juga begitu indah.

8. Goa Ampanas Pangadan dan Goa Mardua

Kedua goa ini terletak tidak jauh dari jalan raya Sangkulirang-Muara Danau, sekitar 225 kilometer dari Kota Samarinda. Goa Ampanas Pangadan dan Goa Mardua memiliki lubang goa yang cukup dalam. Ornamen stalaktit dan stalakmit yang terjadi secara alami di dalam Goa Ampanas Pangadan dan Goa Mardua ini sangat eksotis. Beberapa stalaktit dan stalakmit di Goa Ampanas Pangadan dan Goa Mardua ini berbentuk sedotan limun (sodatraw stalagtite), mangkuk (canulite), kristal bercahaya (gaudam), lempengan transparan tipis (cave craft) dan bentuk taji ayam. Selain mengundang banyak wisatawan, Goa Ampanas Pangadan dan Goa Mardua juga menarik perhatian ahli geologi untuk berkunjung ke goa ini.

9. Penangkaran Buaya Teritip

Ingin mencoba wisata yang sedikit berbeda ketika anda berkunjung ke kota Balikpapan, Kalimantan Timur? Cobalah untuk mengunjungi penangkaran buaya yang berada di desa teritip. Jaraknya hanya 28 kilometer dari pusat kota Balikpapan. Menuju Desa Teritip, anda bisa menggunakan mobil dari kota Balikpapan dengan perjalanan selama 30 menit. Sedangkan bila anda langsung berangkat dari Bandara, waktu tempuhnya hanya 20 menit. Mobil pribadi, taksi bandara, maupun angkutan kota lainnya, dapat mengantarkan wisatawan domestik dan mancanegara ke sana setiap saat. Apalagi penangkaran ini buka setiap hari dari senin hingga minggu. Sekitar 1.450 ekor buaya bisa kita saksikan atraksinya setiap hari. Di penangkaran buaya Tritip ini, pengunjung bisa melihat dari dekat gerak gerik kehidupan hewan yang bisa hidup di dua alam itu. Wisatawan bisa melihat buaya buaya itu berebut makanan, maupun kemesraan pasangan buaya di dekat kamar bertelurnya.

10. Pulau Derawan

Daya tarik Pulau Derawan antara lain adalah pasir putihnya dengan laut yang jernih. Pulau Derawan juga dikenal sebagai tempat penyu bertelur dan pengunjung dapat dengan bebas berenang bersama dengan penyu-penyu yang jinak tersebut. Panorama sunrise dan sunset juga teramat sayang untuk dilewatkan jika sudah di Pulau Derawan. Fasilitas wisata cukup lengkap, seperti adanya resort, penginapan dan homestay yang bisa disesuaikan dengan budget jalan-jalan Anda. Untuk kuliner, cinderamata serta berbagai olah raga air seperti diving, snorkeling, banana boat, jetski layar hingga memancing, lengkap tersedia dan dapat dilakukan di Pulau Derawan. Untuk mengakses Pulau Derawan, kita dapat menggunakan mobil atau kendaraan carter dari Tanjung Redeb menuju Tanjung Batu selama dua setengah jam, lalu dilanjutkan dengan speedboat selama hampir 20 menit menuju Pulau Derawan. Dari Tanjung Redeb juga bisamencarter speedboat langsung menuju ke Pulau Derawan dengan waktu tempuh dua setengah jam.

 

8187 Total Views 3 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply