9 Festival Khas di Indonesia

Banyak festival tradisional yang khas di Indonesia, yang tidak bisa kita temukan di negara lainnya. Sebenarnya masih banyak lagi dan tidak hanya 7 saja, sayangnya, belum semuanya digarap dengan baik sebagai suatu tujuan objek wisata untuk umum, apalagi berskala internasional seperti festival-festival yang dimiliki oleh negara lain.

Festival yang ada di Indonesia pada umumnya menyajikan budaya dan tradisi lokal, seperti tarian, batik dan perayaan seni lainnya. Jika jalan-jalan ke Indonesia, berikut bisa Anda jadikan referensi beberapa festival yang ada:

Festival Seren Taun

Seren taun diadakan setiap tahun sekali di daerah Jawa Barat. Festival ini merayakan keberhsilan panen dan permohonan doa supaya panen ke depan berhasil dan terbebas dari hama penyakit. Diadakan dalam waktu 7 hari, dimulai dari Hari ke 1, Neutepkeun, Hari ke 2, Ngembang, Hari ke 3, Sawer Sudat dan Ngalage, Hari ke 4, Sebret Kasep, Hari ke 5, Ngukuluan, Hari ke 6, Sedekah kue, Helaran, Nugel Munding, Sedekah daging, Pertunjukan seni, dan Hari ke 7, Helaran dongdang, Majiekeun Pare, Pintonan kesenian.

Festival Krakatau

Propinsi Lampung setiap tahunnya menyelenggarakan festival yang diberi nama festival Krakatau. Penyelenggaraan festifal Krakatau tersebut untuk merayakan pulau Krakatau atau yang lebih dikenal dengan nama Pulau Rakata. Ada berbagai pertunjukan yang dapat dinikmati, seperti Topeng Lampung, tarian tradisional serta pertunjukan Gajah.

Festival Kesenian Bali

Bali, tak hanya keindahan alamnya yang mempesona saja yang bisa dinikmati. Ada Festival kesenian setiap tahunnya yang digelar di Bali. Selain pertunjukan seni, ada pula musik dan tarian tradisional, pameran lukisan, seni pahat, kerajinan tangan dan makanan khas dari Bali yang diselenggarakan selama satu bulan penuh.

Karnaval Batik Solo

Apa yang anda ingat jika disebut kata Solo? Ya, tentu saja batik! Batik telah menjadi semacam simbol Kota Solo. Traadisi batik adalah peninggalan ratusan tahun yang lalu dan masih coba dilestarikan sampai sekarang. Salah satunya adalah dengan mengadakan karnaval Batik Solo yang setiap tahun diadakan demi mempromosikan batik kepada masyarakat luas.

Festival Musik Etnik Internasional Solo

Selain batik, Solo memiliki festival yang tak kalah indahnya, Solo International Ethnic Music (SIEM) Festival, yang menyajikan pertunjukan musik etnis baik dari musisi lokal maupun dari musisi internasional. Tidak hanya musisi yang berasal dari Solo, dari daerah lainpun unjuk gigi seperti dari Riau dan Surabaya. Musisi asing yang ikut ambil bagian antara lain dari India dan Jepang.

Gerebeg Mulud atau Sekaten

Sekaten diselenggarakan dalam rangka merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam acara Gerebeg Mulud yang diselenggarakan setiap bulan Mulud tersebut, akan ada pertunjukan gamelan dan pasar pada malam hari di Yogyakarta.

Festival Lembah Baliem

Masyarakat Papua percaya bahwa perang adalah simbol kemakmuran. Pemerintah Daerah Papua menyelenggarakan Festival Lembah Baliem demi mencegah perang berkepanjangan dan balas dendam antar suku yang berperang. Dalam festival ini anda bisa melihat atraksi perang-perangan antar suku, beberapa tarian dan tradisi lainnya.

Festival Lampu Colok

Festival Lampu Colok adalah festival yang diselenggarakan di Kota Pekanbaru, Riau. Diadakan pada malam lailatul Qadar, pada malam ke 27 bulan Ramadan, bertempat di Jalan Hang Jebat Kecamatan Sail, Pekanbaru. Lampu colok mirip dengan teplok, atau lentera, berbahan bakar minyak tanah, dengan sumbu tali tambang. Lampu colok tersebut dibuat berbagai macam bentuk miniatur sehingga sangat menarik.

Festival Adat Erau

Erau, sebuah pesta adat yang diselenggarakan di Kutai Kartanegara. Dalam festival adat Erau yang ditunggu-tunggu adalah adat Belimbur atau siram-siraman air yang dilakukan setelah ritual Mengulur Naga. Balimbur adalah siram-siraman air yang dilakukan di atas perahu naga di sungai.

18167 Total Views 33 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply