Adu Domba Garut, Seni Dan Ketangkasan

Domba Garut

Garut tidak hanya dikenal dengan pantainya dan pemandian air panas. Datanglah ke Garut pada bulan Juni, Agustus atau Desember, karena pada saat itulah biasanya atraksi adu domba Garut dilaksanakan. Ada beberapa desa yang secara reguler mengadakan adu domba, seperti Cangkuang, Ngamplang dan Ranca Bango. Selain menampilkan adu domba, sudah pasti digelar pula musik dan kesenian tradisional Garut, kendang pencak.

Domba Garut memang memiliki ciri khas tersendiri. Badannya kekar, memiliki berat antara 60 hingga 80 kilogram, dan tanduknya berukuran besar, melengkung ke belakang. Sejarah adu domba Garut sendiri dimulai dari tahun 1815 saat Bupati Suryakanta memerintah Garut. Kini, adu domba tidak hanya dilakukan di Garut saja, namun juga di beberapa daerah seperti Bandung.

Adu domba Garut biasanya dimulai dengan pendaftaran domba yang akan diadu terlebih dahulu. Pemilik domba biasanya telah bersepakat untuk saling mengadu dombanya, sehingga mereka sudah mengetahui siapa lawan tandingnya nanti. Pemimpin pertandingan juga disebut dengan wasit. Dan lomba ditentukan kelasnya berdasarkan jumlah tandukan dalam masing-masing pertandingan.

Hampir sama seperti petinju, seekor domba Garut yang akan bertanding juga dipersiapkan secara profesional oleh pemiliknya. Mereka dilatih berlari, dan bahkan juga terkadang dilatih berenang. Domba yang berumur 3 tahun dilatih dengan melakukan 10 kali tumbukan. Maksimal tumbukan yang dilakukan adalah sebanyak 25 kali untuk domba kelas A.

Gizi domba Garut juga sangat diperhatikan. Selain rumput, domba juga diberi makan konsentrat dan campuran ampas tahu. Singkong juga bagus untuk domba. Jamu kuat juga diberikan, seperti telor dan madu. Istirahat cukup diberikan kepada domba sebelum bertanding. Domba dimandikan dan tanduknya diolesi dengan minyak sereh. Siap deh, diadu. Kapan kita jalan-jalan ke Garut dan nonton adu domba? (Sumber gambar: JendralGroup)

7563 Total Views 3 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply