Air Terjun Srigethuk Slempret, Gunung Kidul

Sudah pernah dengar nama Air Terjun Srigethuk? Belum? Mungkin yang Anda tahu Air Terjun Slempret. Atau, air terjun Sompret? Ternyata ketiganya sama saja. Berlokasi di Kecamatan Playen, Gunungkidul, Air Terjun Srigethuk adalah salah satu air terjun yang dimiliki oleh Kabupaten Gunung Kidul. Meski identik dengan daerah kering dan tandus, ternyata Gunung Kidul memiliki air terjun yang tak kalah indah dengan daerah lainnya di Indonesia.

Sejarahnya kenapa air terjun ini dinamakan Air Terjun Srigethuk sendiri, dari legenda Desa Bleberan. Mitosnya, Air Terjun Srigethuk adalah lokasi para jin, yang dipimpin oleh Anggo Menduro. Jin-jin tersebut menyukai musik, dan dari arah Air Terjun Srigethuk sering terdengar musik sejenis Slompret (alat musik tiup) dan akan menghilang jika didekati. Maka dari itu, Air Terjun Srigethuk disebut juga Air Terjun Slempret.

Lokasi Air Terjun Srigethuk secara persisnya berada di tepian Sungai Oya. Memiliki ketinggian sekitar 25 meter, dengan debit air delapan puluh liter per detik. Sumber Air Terjun Srigethuk berasal dari tiga mata air yakni Dong Poh, Ngandong, dan Ngumbul yang terletak di Desa Bleberan. Ketiga sumber mata air yang ada di Desa Bleberan tersebut, selain membentuk Air Terjun Srigethuk, juga dimanfaatkan sebagai irigasi untuk sawah yang ada, sehingga penduduk tidak pernah kehabisan air sepanjang tahun. Berkah khusus untuk Desa Bleberan di Gunung Kidul yang sering kekurangan air bersih.

Pada saat musim kemarau tiba, di kala warga penduduk Gunung Kidul kesulitan air, Air Terjun Srigethuk masih tetap dialiri air meskipun debitnya mengecil / berkurang. Dengan debit yang lumayan tinggi tersebut, suara jatuhnya air cukup terdengar bergemuruh.

Bagaimana caranya menuju Air Terjun Srigethuk? Ada dua cara yang bisa Anda pilih. Dengan menaiki gethek (sejenis perahu kecil, sampan) melintasi Sungai Oya, dan pilihan kedua adalah menyusuri jalan setapak sepanjang 450 m melewati areal ladang dan persawahan. Setelah itu Anda harus menuruni 96 anak tangga mencapai Air Terjun Srigethuk.

Saat naik gethek melawan arus Sungai Oya, Anda akan disuguhi pemandangan yang mempesona. Tebing-tebing batu kapur yang ada di kanan kiri sungai laksana dinding tinggi sebuah benteng yang menjaga Sungai Oya tetap mengalir sesuai dengan jalurnya. Jika Anda datang pada musim kemarau, sepanjang sungai yang dilewati tak ada riak yang cukup berarti. Sungai Oyo terlihat begitu tenang, menyatu dengan kesunyian tebing-tebing karang, menciptakan suasana yang begitu damai dan harmonis. (Sumber gambar: Desawisatableberan.web.id)

6377 Total Views 3 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply