Arifnya Alam dan Adat Pulau Siberut

Arti sebuah petualangan tidak hanya sebatas menemukan tempat-tempat baru, objek-objek unik, lalu berfoto bersamanya. Sebuah perjalanan berarti membaca tanda-tanda Tuhan Yang Maha Esa melalui kekayaan alamnya. Petualangan sejati adalah menemukan sudut baru dalam memandang hidup.

Pulau Siberut menyuguhkan Anda sensasi yang berbeda dari objek wisata Pulau Sumatera lainnya. Pulau ini menyajikan berbagai aspek wisata. Mengunjungi pulau ini sama dengan menjelajah alam sekaligus kearifan masyarakat lokalnya. Keramahan masyarakatnya memungkinkan Anda untuk memetik nilai-nilai kehidupan.

mentawai

Berkunjunglah ke pulau yang terletak 155 Km dari Kota Padang ini. Daratan terbesar di Kepulauan Mentawai ini dapat diakses dengan perahu. Nikmati sensasi tengah laut dalam perjalanan belasan jam. Rute perjalanan ini semakin menambah nuansa penjelajahan. Setelah menempuh perjalanan panjang, Anda akan disambut keindahan tropis dan masyarakat tradisional.

Pemandangan hutan alami akan menghilangkan rasa capek Anda begitu sampai di bibir pantai yang menawan. Bahkan, Anda mungkjn akan tergugah untuk menyusuri treknya yang menantang. Dengan 2/3 hutan yang terdapat di daratan ini, Pulau Siberut dinobatkan sebagai Cagar Biosfer oleh UNESCO. Pada tahun 1993, kawasan ini ditetapkan sebagai Taman Nasional Siberut.

Menjamah hutannya, Anda akan bertemu berbagai satwa khas seperti Bokkoi, Simaktou, Lutung Menmtawai, dan Bilou. Selain itu, terdapaf empat spesies bajing khas, belasan mamalia khas, dan lebih dari seratus jenis burung yang hanya dapat ditemui di Pulau Siberut.

Objek wisata Pulau Siberut merupakan tempat tinggal bagi 30.000 jiwa Suku Mentawai.kultur adat dalam masyarakat ini masih sangat kental seolah tertutup
dari budaya global. Kabarnya, kehidupan suku ini baru ditemukan oleh pasukan Belanda pada tahun 1621. Sebelumnya, kehidupan suku tersebut terisolasi dari kehidupan luar. Suku Mentawai disebut-sebut berasal dari Nias yang berdiaspora ke Kepulauan Mentawai.

Hingga saat ini, Suku Mentawai masih menjaga tradisi leluhur yang telah berusia ribuan tahun.Masyarakatnya tinggal di rumah kayu berbentuk panggung yang disebut uma. Satu rumah tradisional ini dihuni oleh beberapa keluarga. Ini menjadikan Pulau Siberut merupakan menu pas bagi mereka yang cinta budaya.

Suku Mentawai di Pulau Siberut merupakan masyarakat yang masih menganut kepercayaan leluhur terhadap roh-roh atau hal-hal gaib yang menghuni pohon, batu, dan sebagainya. Suku ini juga terkenal dengan kesederhanaannya yang menyatu dengan alam. Kepercayaan terhadap kehidupan setelah mati terlihat dari tato pads tubuh masyarakat ini. Tato yang dibuat dengan ritual tertentu tersebut dipercaya sebagai ‘pakaian keabadian’. Suku Mentawai mengggunakan kulit kayu sebagai celana pada laki-laki dan daun kelapa atau daun pisang sebagai rok bagi perempuan. Ketergantungan mereka terhadap alam tampak dari sumber makanan yang berasal dari hewan ternak seperti monyet atau babi. Ini memungkinkan Suku Mentawai untuk memiliki kemampuan berburu. Makanan pokok bagi komunitas ini ialah sagu.

Anda tidak salah jika memilih objek wisata Pulau Siberut untuk menjelajah kearifan alam dan budaya wisata Pulau Sumatera.

Leave a Reply