Bakar Tongkang, Ritual Masyarakat Tionghoa Bagansiapiapi

April 12th, 2011 dalam kategori Riau ditulis oleh 2 Comments | 2,636 kali dibaca |

Di Pekanbaru, Riau, tepatnya di Bagansiapiapi, masyarakat Tionghoanya memiliki sebuah “atraksi” yang banyak ditonton setiap tahunnya, yaitu Bakar Tongkang. Demi atraksi itu, Kota Bagansiapiapi jauh hari sudah disiapkan demi menyambut semua tamu yang akan hadir. Bakar Tongkang adalah salah satu yang terbesar di Rokan Hilir.

Masyarakat Bagansiapiapi memiliki kesadaran yang tinggi karena bakar Tongkang bisa mendatangkan banyak wisatawan ke daerah mereka, sehingga penduduk juga turut berperan serta menyiapkan kota seindah mungkin. Salah satunya dengan mengecat rumah mereka dengan cat baru. Hotel-hotelpun tak kalah sigap menyambut tamu yang akan datang.

Atraksi Bakar Tongkang diadakan pada bulan Juni. Rencanakan perjalanan Anda menuju Kota Bagansiapiapi bulan Juni yang akan datang, pasti tidak akan menyesal. Warga Tionghoa akan membakar tongkang, sebuah perahu simbol alat yang digunakan sebagai transportasi dari daerah leluhurnya menuju Bagansiapiapi. Pembakaran tongkang dimaksudkan sebagai upaya mereka untuk tinggal selamanya di kota yang sekarang, dan tidak akan kembali lagi ke tanah leluhurnya.

Etnis Tionghoa percaya adanya dewa dewa. Salah satunya adalah dewa laut, Ki Ong Yan dan Tai Su Ong. Kedua perlambang sisi baik dan buruk, suka dan duka, rejeki dan malapetaka. Dewa tersebut telah memberikan keselamatan kepada para leluhur sehingga tiba di tujuan (Bagansiapiapi).

bakar tongkang 2 Bakar Tongkang, Ritual Masyarakat Tionghoa Bagansiapiapi

Dalam bahasa Tionghoa, Bakar Tongkang disebut Go Ge Cap Lak. Bakar Tongkang ini harus diadakan setiap tahunnya, untuk menghindari hidup yang tidak berarti, dan meraih kesuksesan dalam setiap usahanya. Meskipun warga Tionghoa asal Bagansiapiapi telah merantau ke daerah lain, pada saat acara Bakar Tongkang, mereka akan pulang kampung.

Acara diawali dengan berdoa di Kelenteng Ing Hok King. Kemudian, tongkang akan diarak menuju lokasi pembakaran pada pukul 14.00. Pada saat diarak, ada atraksi Tan Ki, yang menunjukkan kekebalan tubuh dengan menusukkan parang ke tubuh tanpa melukai. Sesampainya di lokasi, Haluan kapal tidak sembarangan, tetapi ditentukan arahnya. Dan kertas sesembahan berwarna kuning diletakkan di lumbung, barulah tongkang dibakar. (Gambar dari ID Jendri di skyscrapercity.com)

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

2 Comments

tahun ini tanggal berapa ya acaranya?

elfadh

4/18/2011

Leave a Reply