Benteng Pendem di Teluk Penyu Cilacap

Di dalam kompleks area wisata pantai Teluk Penyu, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, terdapat sebuah monumen peninggalan bersejarah Belanda yang berbentuk benteng. Seperti benteng khas Belanda pada umumnya, Benteng Pendem dikelilingi oleh sebuah parit yang selalu dipenuhi dengan air. Jika berkunjung ke Benteng Pendem, Anda akan disambut sekumpulan anak yang berenang di parit itu yang meminta Anda melemparkan uang koin untuk mereka tangkap. Begitu uang koinnya dilempar, mereka akan menyelam dan memperebutkan uang koin tersebut.

Benteng Pendem

Sumber gambar dari sini.

Dulunya Pemerintah Hindia Belanda membangun Benteng Pendem ini sebagai benteng pertahanan untuk membendung pasukan lawan yang berasal dari laut selatan Jawa. Berdasarkan data dari buku-buku sejarah, Benteng Pendem ini dibangun sejak tahun 1861 dan selesai pada tahun 1879. Pemerintah Hindia Belanda memberi nama benteng ini “Kust Batterij Op de Land Tong Te Tjilatjap” yang berarti Pertahanan Pantai di Atas Tanah yang Menjorok ke Laut Menyerupai Lidah. Oleh, orang pribumi benteng ini diberi nama Benteng Pendem karena bangunannya terpendam di bawah tanah.

Menurut para ahli sejarah, arsitektur Benteng Pendem memiliki arsitektur yang berbeda karena dibangun secara bertahap. Bangunan yang pertama dibangun adalah ruang penjara yang dibangun pada tahun 1861. Bangunan terowongan dibangun pada tahun 1868, ruang akomodasi dibangun pada tahun 1869, ruang pengintai dibangun pada tahun 1873, ruang barak prajurit dibangun pada tahun 1877, dan ruang kesehatan dibangun pada tahun 1879. Karena dibangun secara bertahap masing-masing bangunan memiliki gaya arsitektur yang berbeda-beda.

Sesuai dokumen peta Belanda, Benteng Pendem ini memiliki luas mencapai 10,5 hektare, namun saat ini kawasan wisata Benteng Pendem hanya mencapai 6,5 hektare saja. Yang masih menjadi misteri sampai sekarang adalah sisa kawasan benteng sekitar 4 hektare yang belum ditemukan sampai sekarang. Diduga kawasan sisa itu merupakan bangunan benteng rahasia yang terkubur. Pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Cilacap menduga “kawasan yang hilang” itu berada di bawah bangunan Pertamina yang membayangkan kalau diadakan penggalian.

Pintu utama dari Benteng Pendem ini terletak menghadap laut. Jika Anda memasuki kawasan benteng dari arah laut, Anda akan menemukan barak-barak yang berjumlah 14 kamar.Selanjutnya Anda akan menemukan bangunan-bangunan lain seperti ruang kesehatan dan klinik. Bangunan yang dijadikan benteng pertahanan berjumlah empat, dua di ujung Barat dan dua lagi di ujung Timur. Benteng pertahanan ini memiliki ukuran panjang mencapai 330 meter dan dilengkapi dengan 112 ruangan tembak, 49 ruangan perlindungan, dan gudang penyimpanan senjata.

Sebuah terowongan sepanjang 114 meter juga terbentang di dalam benteng ini. Terowongan ini memiliki ukuran lebar 3,10 meter dan ketinggian bervariasi antara 2,45 sampai 4,88 meter. Di terowongan ini terdapat beberapa ruangan yaitu antara lain ruangan perwira, ruangan amunisi, ruang dapur, ruang senjata, dan ruang tahanan. Di bagian atas bangunan Benteng Pendem terdapat 11 landasan meriam dengan diameter mencapai 6,10 meter. Kini bangunan Benteng Pendem ini sudah mencapai usia 152 tahun dan masih berdiri kokoh. [G]

6067 Total Views 6 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply