Berbulan Madu di Novotel Nusa Dua #3

Masuk di Kid Club, kami sign in dan di sana sudah ada sekitar 6 orang anak lainnya, umurnya mungkin 3-4 tahun dan tentu semuanya bule. Di sana sudah ada beberapa petugas khusus (semacam guru TK gitu deh) yang menemani dan mengajak anak-anak bermain. Saya dan istri juga dipersilakan masuk, tapi saya hanya duduk di pinggir agak jauh, memperhatikan bagaimana respon Nindi berada diantara anak-anak asing dan fisiknya jauh berbeda dengannya. Nindi langsung diajak bergabung dan bermain. Nindi pun mau tapi saya dia masih pasif. Selain karena diajak menggunakan bahasa Inggris, Nindi juga biasanya butuh beberapa menit untuk menyesuaikan diri.

Saya tidak berlama-lama di Kid Club, Nindi saya ajak langsung pamitan karena kami berencana berenang. Balik ke kamar untuk menyiapkan pakaian untuk berenang lalu kembali ke kolam renang. Nindi lalu nyemplung di kolam renang anak-anak yang letaknya persis di sebelah Kid Club, kedalamannya kolam hanya 40 cm. Sementara saya mengambil towel di counter di sebelahnya. Tempat kolam renang anak-anak itu sepi dan tempatnya dipisahkan oleh counter pengambilan towel. Kami lalu pindah ke kolam renang untuk dewasa yang kedalamanya sekitar 1 – 1,5 meter.

Saya dan istri bergantian menggendong Nindi. Kolamnya juga tidak terlalu ramai, mungkin karena kolamnya juga luas dan juga ada beberapa bagian, jadi sangat nyaman. Nindi juga sangat ceria bahkan tidak mau diajak berhenti. Padahal ketika diajak ke Pecatu Water Park beberapa waktu lalu dia tidak betah diajak di air.

Mungkin ada sekitar 30 menit kami berenang, saya memutuskan untuk selesai. Takut kesorean dan juga takut Nindi kedinginan. Selesai mengeringkan badan dan mengembalikan towel, kami kembali ke kamar. Kami bertiga lalu mandi dan Nindi kembali bermain air di bathtub dengan air hangat.

Setelah mandi dan berganti pakaian, tujuan selanjutnya adalah pantai. Ya walaupun hampir seminggu sekali kami biasa ke pantai Perancak (Canggu) tapi ingin tahu ada apa sih di pantai di dekat hotel ini. Untuk menuju pantai dari Novotel Nusa Dua, jaraknya sebenarnya tidak terlalu jauh. Seperti dikatakan oleh petugas di front office, mungkin hanya sekitar 7 menit berjalan kaki. Tapi Novotel menyediakan shuttle service yang berangkat dari dan ke pantai setiap 15 menit.

Saya pun menuju pantai dengan shuttle service, hanya sekitar 3 menit sudah sampai di pantai. Di pantai sudah tersedia fasilitas khusus untuk pengunjung Novotel Nusa Dua Bali seperti lapangan volley, sepakbola mini dan juga restoran pinggir pantai. Sayangnya saya tiba disana sudah sore, jadi tidak ada sunset yang bisa saya lihat, entah karena sunset memang tidak kelihatan dari sana atau karena sunsetnya tertutup awan.

Berhubung udara juga cukup dingin dan berangin, kami langsung balik lagi ke hotel dan memikirkan di mana makan malam. Tiba di hotel kami langsung mengambil mobil dan mencari makan malam di luar hotel di sebuah tempat makan cepat saji favoritnya Nindi.

Kembali ke Novotel sekitar pukul 19.30, saya langsung ke kamar. Kami maunya istrirahat dan menikmati suasana bertiga. Nindi pun bermain di kamar saja dengan ceria sambil saya bercengkrama dengan istri. Momen di Novotel Nusa Dua ini sangat kami nikmati, melupakan berbagai kesibukan di rumah dan di tempat bekerja. Padahal baru tiba hotel, kakak saya mengirim sms bahwa tetangga tepat di sebelah rumah meninggal. Seharusnya sih saya datang kesana untuk “megebagan” (begadang di rumah duka), tapi karena terlanjur menginap di hotel ya sudahlah besoknya saja saya rencana kesana. [bersambung] (Gambar dari: Nusa Dua Beach Hotel)

~~~

Cerita ini ditulis oleh I Made Wira untuk JalanJalanYuk.Com

[bagian 1, bagian 2, bagian 4]

11974 Total Views 3 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

One Response

  1. Jakarta Hotels December 4, 2013

Leave a Reply