Bersepeda Menjelajah Dunia

Bukan soal jumlah kota di dunia yang dikunjungi, melainkan seberapa jauh jarak tempuh yang telah kita jelajahi.

Pernyataan itu disampaikan Bambang Hertadi Mas (53) lelaki asal Malang yang sudah menjadi urang Bandung, yang dikenal dengan nama Paimo, itu menjadi “legenda” penjelajah jarak jauh Indonesia. Dengan sepedanya, ia telah tuntas menjelajahi dunia. Kalaupun sekarang masih melanjutkan perjalanan ke kawasan lainnya, Kata Paimo, itu lebih merupakan kembangan dari perjalanan sebelumnya.

Pertengahan tahun lalu (Juni Agustus 2010) Paimo menyelesaikan petualangan sepedanya melewati wilayah pelosok Belgia-Perancis-Spanyol-Portugal-Maroko. Seperti kebiasaannya, perjalanan yang ia sebut “Trans Andalucia Cycling Trip 2010” itu adalah juga “perjalanan gila” dengan menempuh jarak sekitar 4.200 kilometer, menyusuri jalan-jalan, merambah pelosok negara di Eropa dan Afrika Utara, sampai menembus Pegunungan Atlas di Maroko. Jarak terjauh yang pernah Paimo tempuh adalah 5.423,8 kilometer. Setiap lawatannya, rata-rata dia menghabiskan waktu 2-3 bulan.

 

Tidak melulu jalanan mulus dalam kota yang dia tempuh, Paimo juga menempuh berbagai kondisi jalan menyusuri daerah padang gurun (bagian dari Gurun Sahara) yang panas dengan suhu udara 37-39 derajat Celcius.

Di antara peminat petualangan, Paimo menjadi inspirasi mereka dalam melakukan hal yang senada. Catatan hidupnya diisi dengan mendaki 56 gunung, dari Kinabalu di Malaysia hingga Kilimanjaro di Tanzania, di berbagai belahan dunia. Bahkan 11 gunung diantaranya dia daki sambil mengayuh / membawa sepeda ke puncaknya. Jejaknya memanjang dari dataran tinggi Australia, Nepal, India, hingga daerah tundra, pampa, stepa dan sabana di Amerika Latin atau Danau Garam di Salar de Uyuni di Bolivia. Seluruh benua sudah dia jelajahi.

“Semua atas pertolongan Tuhan,” kata Paimo tertawa saat ditemui di Eiger Adventure Store di bilangan Bandung Utara pada sebuah sore. Kini Paimo hendak menghadirkan petualangan bersepedanya dalam sebuah buku yang sedang dalam proses cetak.

Sepeda, Murah.

Pada saat penggunaan sepeda booming saat ini -sebagai kebutuhan ataupun gaya hidup- sepeda sudah menjadi bagian diri Paimo sejak kecil. “Seperti juga anak kecil lainnya, saya menyukai sepeda. Bedanya, saya tak pernah lepas dari sepeda,” katanya. Tidak itu saja, jiwa petualang dan kedekatannya dengan alam tak lepas dari gemblengan ayahnya semasa kecil di Malang. Apalagi, salah seorang kakaknya juga aktif di kepanduan.

Sedepa demi sedepa, perjalanannya semakin menjauh sejalan dengan pertumbuhan umur. Sejak SMP, misalnya, dia akan mengikuti rute bus malam dengan sepedanya. SMP antar kota, SMA antar kota satu provinsi, saat perguruan tinggi antarpulau, antarpropinsi,” katanya.
Pilihannya terhadap sepeda sebagai teman perjalanan, mengunjungi kota-kota dunia, buat Paimo bukanlah tanpa alasan. Alat transportasi itu ramah lingkungan dan bersahabat dengan alam. Selain itu, sepeda itu murah,” kata Paimo. Perjalanan pertamanya ditempuh dengan mengendarai sepeda Federal produksi tahun 1995 seharga Rp. 650.000,- saja. Dengan sepeda produk lokal itulah, Paimo menjelajahi Benua Australia, menyusuri Nullabor Plain, The Great Victoria Desert.

Paimo memastikan biaya perjalanan dengan sepeda jauh lebih murah dibandingkan dengan perjalanan dengan moda angkutan lainnya. Biaya terbesar justru untuk tiket pesawat dari Jakarta ke negeri awal tujuan perjalanannya. “Kemarin aja tiket dari Jakarta ke Brussels, Belgia, sekitar Rp. 12 jutaan,” katanya mencontohkan perjalanan “Trans Andalucia Cycling Trip 2010“. Selebihnya, biaya akomodasi setiap harinya terhitung relatif. Untuk makan, misalnya bisa disesuaikan dengan isi kantong. Sementara itu, untuk penginapan juga tidak perlu hotel. Jika tidak ada teman yang bisa ditumpangi, Paimo sudah siap membuka tenda di mana saja, di halaman rumah orang atau di tempat lain yang aman.

Namun, Paimo mengingatkan pesepeda yang ingin melakukan perjalanan jarak jauh, persiapan matang dan pengalaman tetapkan diperlukan, termasuk penentuan daerah tujuan.

Mengenali daerah yang akan dijelajah lebih dulu sangatlah penting. Karakter musim, cuaca, kebiasaan penduduk dan sebagainya harus menjadi pengetahuan dasar. Pada zaman awal petualangannya, Paimo mencari referensi ke perpustakaan atau mencari kantor kedutaan besar negara tujuan. “Sekarang lebih mudah internet sudah menyediakan segalanya. ” Kata Paimo. Begitu juga untuk urusan akomodasi atau penginapan, jaringan pertemanan pesepeda membantu. Saya, misalnya, cukup terbantu dengan Warmshowers.Org, katanya.

Perjalanan dengan sepeda ke belahan dunia seperti yang dilakukan Paimo, tidaklah dapat dibandingkan dengan perjalanan wisata biasa. Dengan sepeda sepertinya nafas kehidupan masyarakat yang dilalui terasa sekali. Kemewahan pengalaman seperti itu tidaklah akan tergantikan dengan kemewahan perjalanan wisata dengan pesawat kelas bisnis ataupun hotel bintang lima.

Walaupun perjalanan dengan sepeda Paimo mempersiapkan jadwal perjalanannya dengan matang. Sehari, misalnya, rata-rata dia menempuh 100 km perjalanan. “Semua harus siap, baik fisik maupun perbekalan. Setelah itu, sisanya, kita berserah diri saja kepada Tuhan yang Maha Kuasa, pasrah,” katanya sambil tertawa. Terbukti, dengan itu Paimo mampu menyelesaikan semua perjalanan.

Tips Perjalanan Bersepeda

Persiapkan fisik dan mental dengan latihan.
Pilih sepeda yang sesuai dengan rim 26 inchi, suku cadang tersedia di mana-mana. Perlengkapan “tools” sepeda yang memadai.
Perlengkapan pribadi, tenda, alat masak, makanan, dsb.
Kenali daerah tujuan, siapkan peta. Peta lebih baik daripada mengandalkan GPS.
Perhatikan dan pelajari iklim, cuaca, kebiasaan masyarakat tujuan.
Siapkan rute dan jadwal perjalanan serta dokumen dokumen, terutama visa perjalanan.
Nama dan kontak jika dalam keadaan darurat KBRI atau perwakilan RI di tujuan.
Jalanan di Indonesia adalah tempat berlatih yang baik karena ketidakteraturan lalu lintasnya. Mulailah lintasan jauh di Indonesia, selanjutnya Sumatera-Malaysia dan seterusnya.
Jangan memaksakan diri.
Setelah persiapan mental, fisik, perlengkapan dan segalanya siap, berserah dirilah kepadaNya.

(Agus Hermawan-Kompas, Gambar Ilustrasi milik pribadi)

6712 Total Views 3 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply