Candi-candi yang Dipahatkan di Dinding Tebing Gunung Kawi Bali

Aura spiritual sangat terasa di antara candi-candi yang dipahat di dinding-dinding tebing. Terletak di lembah Banjar Penaka, Desa Tampaksiring, Gianyar, Bali, gugusan candi itu mulai dibangun pada masa pemerintahan Raja Marakatapangkaja, kemudian dilanjutkan oleh Raja Anak Wungsu. Keduanya adalah raja-raja keturunan Raja Udayana dari Dinasti Warmadewa. Untuk mencapai situs bersejarah ini, Anda harus melewati 320 anak tangga yang menurun.

Ketika menuruni tangga itu, Anda bisa menikmati pemandangan yang indah dari lanskap sawah-sawah hijau di kanan-kiri tangga. Suara gemercik air dari dasar lembah seolah memanggil kita untuk sesegera mungkin mencapai dasar tangga. Namun di tengah perjalanan menuruni tangga, sebuah pemandangan menakjubkan masih tersaji. Tebing bagaikan terbelah dan menyajikan pemandangan gugusan candi utama di seberang Tukad Parekisan. Anda pun akan takjub bagaimana orang zaman dahulu bisa membelah bukit seperti itu.

Anda kemudian akan menyeberangi sebuah sungai, namun sebelumnya Anda bisa menemukan gugusan candi pedharman (persemayaman roh suci) empat permaisuri Raja Anak Wungsu. Di dekat candi pedharman itu juga terdapat sebuah candi persemayaman perdana menteri. Setelah menyeberangi sungai, Anda baru bisa melihat lima bangunan utama candi yang langsung dipahatkan di dinding tebing.

Di bangunan candi yang terletak paling utara, ada pahatan huruf Kadiri Kuadrat yang berbunyi “Haji Lumrah Ing Jalu”. Para ahli purbakala mengartikan pahatan itu sebagai “raja yang dimakamkan di Jalu atau di Parikesan”. Candi-candi utama itu merupakan persemayaman untuk Raja Udayana, Raja Marakatapangkaja, Raja Anak Wungsum dan permaisurinya.

Seperti candi-candi Hindu lainnya, candi-candi yang dipahatkan di dinding tebing ini terletak dekat dengan sumber air. Di atas Gunung Kawi, sawah yang hijau dengan perairan yang tak pernah kering seperti menjadi sumber air suci. Sedangkan aliran sungai dari Tukad Pakerisan yang berhulu di Tirta Empul, Tampaksiring, seolah menjadi air suci yang membersihkan diri manusia. Gunung Kawi memang selalu istimewa dengan pemandangan indahnya dan suasana spiritualnya yang sungguh mempesona. [G]

8990 Total Views 9 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply