Daftar Objek Wisata Di Banten

Sebelumnya wilayah Banten bergabung dengan Provinsi Jawa Barat, namun keinginan rakyatnya untuk menjadi provinsi sendiri telah muncul sejak tahun 1953 yang kemudian diikuti pembentukan panitia Provinsi Banten pada tahun 1963. Selama 32 tahun masa Orde Baru, keinginan tersebut tidak pernah terwujud dan barulah paska reformasi tahun 1999 ditandai dengan deklarasi rakyat Banten di alun-alun Serang. Akhirnya pada 18 November 2000, diresmikanlah Banten menjadi Provinsi ke -30 di Indonesia.

Meletusnya Gunung Krakatau tahun 1883 di Selat Sunda yang memisahkan Pulau Jawa dan Sumatera membuat nama Banten mendunia. Letusan yang terdengar hingga Australia Barat dan Kolombo ini menyebabkan awan hitam hingga seminggu lamanya bahkan sampai ke eropa. Anak Krakatau kemudian muncul ke permukaan pada tahun 1928 dan masih aktif hingga kini.

Masyarakat Banten umumnya penganut agama Islam yang taat dan memiliki akar budaya kuat. Islam masuk ke banten melalui Sumatera dan Sulawesi pada abad ke 15. Serang selain menjadi ibu kota provinsi juga banyak memiliki objek wisata sejarah dan ziarah terutama di kawasan Banten Lama, pantai-pantai dan Taman Nasional Ujung Kulon yang menjadi habitat badak bercula satu.

Pantai Karang Bolong

Terletak 50 km dari Kota Serang yang berada di pinggir jalan raya Anyer Carita dan merupakan kawasan rekreasi pantai dimana terdapat sebuah karang besar yang tengahnya berlubang secara alamiah dengan posisi menghadap ke laut lepas.

Pantai Salira

Terletak di Desa Salira, 10 km dari Pelabuhan Merak. Lokasi yang dekat dengan Teluk memungkinkan wisatawan aman untuk berekreasi laut seperti berenang, berselancar maupun berkemah di sekitar pantai dengan pemandangan yang indah.

Pantai Sangiang

Berada di pulau yang pernah dijadikan basis pertahanan laut di kawasan Banten oleh tentara Jepang dan hingga kini masih menyimpan pesona tersendiri diantara tebing-tebing dan gua-guanya.

Goa Cilayang

Objek goa yang terdapat di Desa Cilayang. Di dalamnya banyak kelelawar hitam dan sebagian orang menganggap tempat ini keramat.

Pantai Anyer

Merupakan tempat rekreasi yang banyak dikunjungi wisatawan. Sepanjang pantai kawasan Anyer sampai Pasuruan wisatawan dapat menikmati fasilitas rekreasi dan olahraga air. Terdapat pula fasilitas akomodasi seperti hotel-hotel berbintang dan restoran.

Cagar Alam Pulau Dua

Juga berada di wilayah Serang, yang terletak di lepas pantai Banten dan merupakan kawasan cagar alam yang banyak dihuni oleh satwa burung, khususnya burung bangau. Jumlah burung di pulau ini mencapai puncaknya pada bulan Maret hingga Juli karena kedatangan burung-burung yang berpindah dari tempat lain dan singgah di Pulau Dua ini untuk bertelur.

Taman Rekreasi Wulandira Purnama

Adalah sebuah kawasan wisata penuh sarana rekreasi terutama pemancingan ikan tawar, fasilitas hiburan anak-anak serta panggung terbuka di kaki Gunung Pinang Kramatwatu.

Bendung Irigasi Pamarayan

Selain untuk mengairi sawah di Kabupaten Serang juga menjadi tempat berwisata seperti naik getek, memancing atau sekedar berekreasi di tepian bendungan. Pada saat dikeringkan setiap setahun sekali terlihat penduduk masuk ke bendungan dan mengejar ikan air tawar besar.

Curug Cigumawang

Merupakan air terjun yang menjadi objek wisata menarik di Kabupaten Serang dengan ketinggian sekitar 40 meter di Kecamatan Padarincang yang memiliki keindahan alam yang alami. Ada juga air terjun Curug Betung di Desa Rancasanggal antara Kecamatan padarincang dengan Cinangka. Pemandangannya indah dan memiliki bentuk bebatuan yang artistik.

Bulakan Air Belerang

Adalah objek wisata alam untuk tempat pemandian alam berkadar belerang sangat tinggi yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Letaknya di tengah sawah Desa Pematang Kragilan.

Danau Tasikardi

Dibangun pada masa pemerintahan Sultan Maulana Yusuf. Danau seluas 5 ha ini dasar alasnya dilapisi ubin bata dan ditengahnya terdapat sebuah pulau persegi empat. Dahulu digunakan sebagai tempat rekreasi keluarga Sultan.

Masjid Agung Banten

Menjadi simbol utama Banten yang dibangun ketika daerah ini berada pada massa kejayaannya pada abad ke – 16. Masjid ini merupakan contoh yang bagus dari arsitektur awal Islam di kawasan ini dan menara Masjid Banten yang besar berwarna putih itu dirancang oleh seorang Cina beragama Islam.

Masjid Agung aadalah satu-satunya peninggalan massa lalu Banten yang masih berdiri dengan kekar, dan seakan-akan  tak pernah mengalami perubahan secara berarti sejak dibangun pada tahun 1652 oleh Sunan ketiga Banten yaitu Maulana Yusuf. Sekitar 300 tahun sejak pembangunan pertama atau tahun 1885 mesjid ini diperbaiki tanpa merubah bangunan aslinya.

Bangunan menara baru didirikan pada tahun 1620 pada masa pemerintahan Sultan Abdulmufakhir. Arsitek bangunan menara ini adalah seorang Indo-Belanda yang telah masuk Islam bernama Lucas Cardeel, semula ia adalah seorang awak kapal kompeni.

Rawa Dano

Adalah hutan rawa yang awalnya merupakan sebuah kepundan gunung merapi yang sudah mati kemudian berubah menjadi sebuah danau dan terakhir menjadi rawa di atas danau.

Sumur Tujuh Belas

Yang terletak di Desa Kramatwatu yang memiliki 17 sumur dalam satu lokasi di bawah pohon beringin tua yang akarnya telah terjalin seperti anyaman.

Museum Situs Purbakala Kerajaan Banten atau Museum Arkeologi

Di dekat Masjid Agung yang dibangun tahun 1983 dan memiliki koleksi benda-benda purbakala, berbagai artefak peninggalan kerajaan banten dan barang-barang dari tanah liat yang berasal dari daerah ini, di museum ini juga dipamerkan rantai besi panjang berpaku yang digunakan oleh pemain Debus sebagai alat untuk menyiksa badan.

Meriam Ki Amuk

Di sudut halaman luar museum dan tiga buah prasasti  bertuliskan huruf Arab. Memasuki bangunan utama museum dapat disaksikan antara lain silsilah raja atau sultan yang pernah memerintah Banten mulai dari Syarif Hidayatullah, Susuhunan Gunung Jati (1525 – 1552) sampai Sultan Muhammad Rafi’uddin (1813 – 1820).

Benteng Speelwijk

Berada di  barat laut Banten, Benteng ini dulunya berada di tepi laut namun saat ini tepi laut itu telah berubah menjadi semacam rawa-rawa yang luas yang terbentuk dari endapan pasir. Benteng ini dibangun oleh Belanda pada tahun 1682 namun akhirnya ditinggalkan oleh Gubernur Jenderal Daendels pada awal abad ke 19.

Klenteng Cina

Berada di  depan benteng Speelwijk terdapat sebuah Klenteng Cina yang dibangun pada abad ke 18 yang masih digunakan hingga saat ini. Dalam perjalanan dari Banten menuju Serang terdapat reruntuhan dari sebuah tembok besar dengan pintu gerbang berbentuk lengkung yang menuju ke Istana Kaibon  dan di dekatnya terdapat  makam Maulana Yusuf yang meninggal pada tahun 1580.

~~~

 

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *