Daftar Objek Wisata Di Nusa Tenggara Barat [Bag 1]

Dengan ibukota di Mataram dan luas wilayah 20.153 kilometer persegi, Nusa Tenggara Barat berbatasan langsung berturut-turut Laut Jawa, Samudera Hindia, Selat Sipadan dan Selat Lombok. Terletak di Kepulauan Nusa Tenggara dan dua pulau terbesarnya adalah Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Suku bangsa asli Pulau Lombok adalah suku bangsa Sasak yang berdiam di seluruh Pulau Lombok. Perkampungan tradisional mereka dapat dijumpai di Sukarare, 24 kilometer dari Mataram dan masyarakatnya terampil mengerjakan kain tenun ikat.

Taman Mayura, Cakranegara

Bangunan bercorak Hindu yang telah terpengaruh Jawa Kuno dan Islam ada di Taman Mayura, Cakranegara. Upacara adat maupun keagamaan di Pulau Lombok menampakkan ciri khas yang menunjukkan budaya tersebut melebur dengan kebusayaan Hindu dan Islam. Misalnya upacara perang ketupat, diselenggarakan setiap tahun antara bulan Oktober dan Desember di Pulau Lingsar untuk memohon datangnya hujan dan kemakmuran. Upacara ini lebih bercorak Hindu Bali, tetapi ketupat merupakan atribut masyarakat Islam tradisional.

Pura Meru

Lokasinya berhadapan dengan Istana Air Mayura di Jalan Selaparang yang dibangun tahun 1720 dan merupakan salah satu pura Hindu Bali tertua di Pulau Lombok. Letak Pura ini di tengah kota Cakranegara, mudah dijangkau, banyak kendaraan umum dan dekat dengan hotel, baik hotel berbintang maupun hotel-hotel melati. Pura ini dibanggun oleh seorang pangeran dari Bali bernama Anak Agung Made Karang sebagai upaya menyatukan berbagai kerajaan kecil yang ada di Lombok ketika itu.

Mayura

Mayura berarti burung merak dalam bahasa Sansekerta, sebuah taman berlokasi di Cakranegara yang juga dibangun oleh Anak Agung Ngurah Karangasem pada tahun 1744 dengan nama Taman Kelepug yang diambil dari suara jatuhnya air di telaga dalam taman tersebut. Pada tahun 1866 taman ini direnovasi dan diganti nama menjadi Taman Mayura.

Pantai Ampenan

Kawasan pantai yang sangat menarik dikunjungi karena merupakan tempat yang ideal untuk menikmati pemandangan pantai sembari menyaksikan proses tenggelamnya matahari dengan latar belakang Gunung Agung di Bali. Kawasan pantai ini membentang pasir putih dengan tepian pantai landai. Kawasan sepanjang pantai Ampenan membentang dari Pantai Meninting di sebelah utara, melalui Pantai Pura Segara sampai Pantai Tanjung karang di sebelah selatan. Di sini terdapat banyak bangunan tua di bekas pelabuhan Ampenan dan terdapat sebuah Kelenteng yang dibangun ratusan tahun lalu.

Pura Segara

Pura Segara tempat umat Hindu melaksanakan upacara keagamaan yang dilaksanakan setiap tahun. Untuk menuju lokasi kawasan sepanjang Pantai Ampenan, sangat mudah. Terletak sekitar 3 kilometer dari Kota Mataram, dan banyak kendaraan umum yang melaluinya.

Makam PPH Van Ham

Makam ini bisa menjadi daya tarik wisata di Lombok seperti makam PPH Van Ham, wakil komandan ekspedisi yang dipimpin Jenderal JA Vetter dengan pangkat mayor jenderal. Terjadilah pertempuran akibat penolakan kehadiran ekspedisi Belanda oleh Raja Mataram, yang mengakibatkan tewasnya Mayjen Van Ham.

Jenasah van Ham dimakamkan dekat pemakaman umat Hindu di Karang Jangkong sekitar 1 kilometer dari Kota Mataram. Untuk menuju lokasi makam sangat mudah, karena terletak di tengah kota.

Museum Negeri

Museum Negeri Propinsi NTB diresmikan pada tanggal 23 januari 1982 memiliki koleksi sebanyak 7000an buah dan sebagian koleksi dipajang dalam ruang pameran yang menggambarkan sejarah alam dan kehidupan manusia sejak prasejarah hingga kini. Ditata berdasarkan unsur-unsur kebudayaan seperti bahasa, sistem pengetahuan, sistem organisasi kemasyarakatan, sistem teknologi, sitem mata pencaharian hidup, sistem religi dan kesenian dari empat kelompok etnik, Sasak, dan Bali di Pulau Lombom, dan etnik Samawa dan Mbojo di Pulau Sumbawa.

Rungkang

Terletak di kelurahan Sayang-Sayang, Kecamatan Cakranegara, sekitar 4,5 kilometer dari Kota Mataram. Tempat ini merupakan pusat kerajinan tradisional yang mempunyai beberapa showroom yang ditampung melalui koperasi Pade Angin. Koperasi ini mengkoordinir para pengrajin yang ada di sekitarnya. Adapun barang-barang yang dipasarkan seperti peti antik, ketak, patung, gerabah, dan produk-produk lain yang terbuat dari tulang-tulang, kayu dan tanduk.

Sindu dan Saksari

Bagi anda yang tertarik dengan kerajinan khas daerah, anda bisa mengunjungi Sindu dan Saksari yang terletak di Kelurahan Cakra Utara Kecamatan Cakranegara. Pusat kerajinan tangan yang menggunakan kayu, tanduk, dan tulang sebagai buah tangan atau oleh-oleh. Cindera mata yang dijual antara lain tongkat berukir, lampu antik, topeng, gagang dan sarung keris, serta gantungan kunci.

Sekarbela

Adalah pusat dari kerajinan emas dan mutiara yang dapat digunakan sebagai perhiasan dan cindera mata terletak di Kelurahan Karang Pule Mataram, Kecamatan Ampenan, sekitar 4 kilometer dari Mataram. Pusat kerajinan lainnya adalah Kamasan yang terletak di Kelurahan Monjok, Kecamatan Mataram, sekitar 1 kilometer dari pusat kota.

Taman Narmada

Taman Narmada terletak di Kota Mataram dan dibangun pada tahun 1805. Taman ini sengaja dibuat dengan meniru suasana di puncak Gunung Rinjani beserta danau kawahnya. Nama Narmada diambil dari nama sebuah sungai suci di India. Di lingkungan taman ini terdapat Pura Kalasa di mana setiap tahunnya diadakan upacara Pujawali untuk menghormati Dewa Batara yang dipercaya tinggal di Gunung Rinjani.

Tamana Narmada terbuka untuk umum dan menjadi pusat rekreasi yang selalu ramai. Di dalamnya terdapat mata air yang konon airnya berasal dari Gunung Rinjani dan dipercaya bisa menjadikan seseorang tetep awet muda sehingga disebut Air Awet Muda. Pada kawasan Taman Narmada ini juga terdapat kolam yang digunakan untuk berenang. Pada hari sabtu dan minggu, tempat yang indah ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Lokasinya sekitar 6 kilometer di timur Sweta, di jalan raya utama yang menghubungkan kawasan timur dan barat Lombok.

Pura Lingsar

Merupakan kompleks pura yang luas. Dibangun pada tahun 1714 dan merupakan pura yang dianggap paling suci di Lombok. Pura ini dibangun dengan menggabungkan nilai-nilai dari dua agama yang berbeda yaitu Hindu dan Weku Telu dalam satu kompleks. Pura ini dirancang dalam dua bagian yang terpisah dan dibangun dalam dua tingkat yang berbeda. Pura Hindu ditempatkan di bagian utara dan lebih tinggi daripada pura Weku Telu yang berada pada bagian selatan.

Dalam kompleks pura ini terdapat kolam yang dibuat untuk menghormati Dewa Wishnu. Kolam ini menjadi habitat hewan belut yang dapat dipancing ke luar dari tempat persembunyiannya dengan sebutir telur rebus. Pada awal musim penghujan akhir bulan Nopember – Desember di tempat ini diselenggarakan Perang Topat. Masyarakat meyakini bahwa upacara ini memberi berkah dengan turunnya hujan. Sementara yang lain menyebutkan, upacara ini dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur atas hujan yang diberikan oleh Tuhan bagi kemakmuran hidup mereka. [bersambung]

5867 Total Views 6 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply