Daftar Objek Wisata Di Sulawesi Tengah [Bag 2]

Pantai Tanjung Karang

Terletak sekitar 5 kilometer di utara Donggala merupakan kawasan pantai dengan pasir putih dan pantainya  yang sangat menyenangkan untuk kegiatan air seperti berenang dan snorkeling. Wisatawan yang datang ke tempat ini adalah mereka yang memang gemar dengan pasir pantai, air laut dan matahari. Lokasi wisata ini memiliki fasilitas akomodasi yang cukup lengkap dan sebagian besar penginapan di tempat ini menyewakan peralatan snorkeling.

Pulau Pasoso

Potensi alam yang dimiliki Sulawesi Tengah menjadi objek wisata yang unik seperti halnya Pulau Pasoso di wilayah kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala. Letaknya sekitar 100 kilometer dari Palu dan dapat dicapai dengan jalan darat serta dilanjutkan melalui laut selama tiga jam. Pulau ini dikenal sebagai pulau penyu, terutama penyu hijau yang populasinya sangat tinggi. Antara bulan september dan Oktober penyu-penyu itu bertelur di pesisir Pulau Pasoso. Di sini wisatawan juga dapat menikmati terbit dan terbenamnya matahari.

Pusentasi

Terdapat di Desa Towale, sekitar 12 kilometer dari Kota Palu. Pusentasi berasal dari bahasa Kaili yang berarti pusar air laut atau air sumur laut. Pusar air laut adalah sebuah gua yang masih terhubung dengan laut oleh beberapa saluran yang tersembunyi. Sumur air laut terletak di daratan tapi airnya terasa asin dan jernih sehingga pengunjung dapat melihat ikan-ikan berenang di dalamnya.

Air Panas Bora

Merupakan objek wisata alam lainnya di Kabupaten Donggala yang terletak di Desa Bora, Kecamatan Sigi Biromaru, sekitar 20 kilometer dari Palu, Sulawesi Tengah. Memiliki panorama alam yang indah dan dari celah-celah gunung mengalir air panas yang ditampung pada bak penampungan. Untuk mencapai lokasi ini pengunjung harus melewati perkampungan tradisional.

Lembah Pipikoro

Bagi pecinta alam sejati, kunjungan ke tempat wisata lembah pipikoro cukup menantang. Lembah yang memiliki panorama indah ini sekaligus sebagai pembatas antar wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. Perjalanan ke lembah Pipikoro sangat menangtang. Wisatawan dapat melakukan trekking dari Gimpu-Tubo-Mapahi-Peana-Towalu atau bisa juga dengan menyusuri sungai Towiora untuk meneruskan perjalanan ke Dinggala.

Burung Maleo

Banyak dijumpai di Kabupaten Parigi Moutong terutama di Desa Sausu Peoreh. Lokasi ini dapat dicapai dengan kendaraan bus selama dua jam dari Kota Palu. Burung Maleo suka membuat gundukan atau sering disebut burung inkubator. Rumpun burung ini ditemukan di Indonesia bagian timur hingga Polinesia dan Australia. Burung ini berbulu hitam dan putih yang mencolok dengan dada merah jambu. Ekornya berdiri tegak dan kepala gundul. Besarnya seperti ayam betina dengan berat 1,6 kilogram. Burung Maleo menggunakan sumber panas dari luar untuk menetaskan telurnya. Keberadaannya menjadi daya tarik bagi wisatawan dengan minat khusus untuk mengamati kehidupan burung.  Jarang-jarang ada tempat wisata seperti ini di Indonesia.

Pantai Nalera

Terletak di Desa Marantale, sekitar 65 kilometer dari kota Palu dan dapat dicapai dengan kendaraan roda empat selama 3 jam. Potensinya cukup menarik karena memiliki pantai berpasir putih sepanjang 5 kilometer dan banyak dikunjungi wisatawan lokal pada akhir pekan.

Likunggawali

Kondisi alam yang ada menjadi tempat wisata yang tepat untuk olahraga panjat tebing yaitu di kawasan Likunggawali, Marantale. Di sini terdapat tebing yang curam mencapai 80 meter sehingga tepat menjadi objek wisata panjat tebing. Ada juga air terjun Toramaya yang berjarak 4 kilometer dari Desa Towera di mana para wisatawan dapat melihat sarang burung walet.

Pulau Kelelawar

Sekitar 97 kilometer dari Palu juga menjadi objek wisata alam sulawesi tengah yang memiliki pasir putih, lokasi selam yang menarik dan aktivitas lainnya. Pulau ini terletak di Desa Tomoli, Kecamatan Ampibabo.

Pulau Makatata

Masih di seputar Parigi Moutong, terdapat Pulau Makatata, sekitar 85 kilometer dari Palu. Pulau ini dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat dilanjutkan dengan naik boat selama 25 menit. Panorama alamnya sangat indah dan dihuni oleh masyarakat suku Bajou yang terkenal dengan penangkapan ikan secara tradisional.

Palu

Adalah ibukota propinsi Sulawesi Tengah yng secara geografis terletak di sebelah utara wilayah ini. Kota yang jarang turun hujan ini dikenal sebagai salah satu kota terkering di Indonesia dengan udara yang panas pada siang hari dan sejuk pada malam hari. Wisatawan bisa memperoleh informasi brosur wisata di kantor pariwisata Palu.

Wisata Pantai

Lokasi wisata pantai juga terdapat tidak jauh dari kota Palu antara lain Pantai Taman Ria, Pantai Talise, Pantai Tumbelaka, Pantai Baluri, Pantai Mamboro. Pantai Talise yang membentang di jalan Rajamoili dan Cut Mutia merupakan objek wisata bahari yang memiliki panorama indah. Tempat wisata ini sangat cocok untuk olahraga selancar angin, sky air dan sebagainya.

Gunung Gawalise

Di pantai ini pengunjung juga bisa menikmati terbenamnya matahari di sela-sela gunung Gawalise sambil menyaksikan para nelayan menjala ikan. Gunung Gawalise berjarak 34 kilometer dari Palu merupakan objek wisata alam dan budaya yang menarik. Di Gunung Gawalise ada Desa Dombu yang berada di atas ketinggian dan berhawa sejuk. Desa lainnya adalah Desa Matantimali, Desa Panasi Baja, Desa Bolobia, dan Desa Rodingo. Desa-desa ini didiami oleh Suku Da’a, satu-satunya etnis suku Kaili yang mendiami daerah pegunungan.

24461 Total Views 18 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply