Daftar Objek Wisata Di Sulawesi Tengah [Bag 5]

Pulau Sampu-sampuan

Adalah sebuah pulau kecil yang hanya berukuran 2 kilometer dan untuk mencapainya harus menggunakan perahu motor selama 4 jam perjalanan. Pulau ini memiliki pasir putih dan pantainya bergua-gua. Keindahan bawah lautnya sangat menakjubkan karena memiliki berbagai jenis ikan hias yang unik.

Pantai Lambangan Pauno

Merupakan obyek wisata lainnya di Kota Banggai. Tempat pemandian pinggir pantai ini di Desa Kendek, sekitar 10 kilometer dari Banggai. Pasir putih, batu karang, tebing terjal dan pohon ketapang yang memagari pantai memperindah pantai.

Pantai Kilo Lima

Kabupaten Banggai daratan juga memiliki objek pantai yaitu Pantai Kilo Lima yang ramai dikunjungi masyarakat kota Luwuk karena letaknya dekat pusat kota. Deretan kios, kafe dan warung makan memenuhi pinggir pantai. Kegiatan olahraga pantai seperti berenang, ski air atau berselancar bisa dilakukan di tempat wisata ini.

Suaka Margasatwa Salodik

Terletak 27 kilometer dari Kota Luwuk. Untuk mencapai cagar alam ini dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat selama 40 menit. Daya tarik utamanya adalah air terjun bersusun-susun yang berada di ketinggian 600 meter dari atas permukaan laut. Karena alamnya yang indah, jaman kolonial dulu Belanda membuat pesanggrahan yang masih dapat dijumpai sampai sekarang.

Desa Mapahi

Pengunjung dapat menyaksikan pembuatan kain dari kulit kayu dan di Desa Kantewu dan Tuwulu dapat disaksikan pembuatan senjata tradisional seperti sumpit. Wisatawan yang datang ke daerah ini bisa menginap di rumah penduduk.

Museum Negeri Propinsi Sulawesi Tengah

Jika berada di Palu mungkin Anda dapat mengunjungi Museum Negeri Propinsi Sulawesi Tengah. Museum ini memiliki sekitar 7.000 koleksi. Sebagian koleksi ditata dan sebagian lainnya tersimpan dalam gedung penyimpanan koleksi. Dalam gedung pameran bisa disaksikan aneka kebudayaan dari 12 etnis seperti upacara Daur Hidup, pembuatan kain tenun Donggala, meramu sagu dan pembuatan kain kulit kayu.

Banua Sou Raja

Rumah tradisional Banua Sou Raja juga tempat yang perlu dikunjungi. Rumah raja atau Sou Raja ini juga disebut Banua Mbaso yang berarti rumah besar.  Rumah berbentuk panggung ini merupakan warisan nenek moyang keluarga bangsawan dari Suku Kaili. Di dalam Kota Palu, sou raja bisa ditemukan di Kampung Lere. Bangunan ini masih terawat baik dan sering dikunjungi sebagai objek wisata. Di kampung ini pula terdapat makam Datuk Karamah yang merupakan saksi sejarah masuknya agama Islam pertama di Sulawesi Tengah. Nama asli datuk Karamah adalah Abdullah Raqie, seorang tokoh agama islam asal Minangkabau, Sumatera Barat.

Lembomawo

Terletak sekitar 4 kilometer di selatan Poso dan dikenal sebagai pusat kerajinan ukiran kayu eboni (kayu hitam). Untuk mencapai tempat ini Anda dapat menumpang bemo dari terminal Poso dan turun di Lembomawo. Dari Lembomawo Anda dapat berjalan kaki (4 km) ke Ronononucu melalui dua jembatan gantung.

Keraton Raja Banggai

Di kepulauan Banggai juga dapat dikunjungi Keraton Raja Banggai peninggalan Raja Banggai Peninggalan Raja Banggai yang kondisinya masih terpelihara baik. Obyek wisata budaya ini sekitar 72 kilometer dari Luwuk. Di dalamnya terdapat keris kerajaan, payung kerajaan, alat musik kulintang dan pakaian kebesaran raja lainnya. Kerajaan Banggai dikenal sebagai kerajaan paling demokratis di dunia karena tidak mengenal Putera Mahkota atau ahli waris karena siapapun bisa diangkat sebagai raja.

Makam Raja Mandapar

Menjadi salah satu tujuan wisata di kelurahan Lompio, Kota Banggai. Makam yang hanya terbuat dari timbunan batu-batuan terkesan sederhana tetapi banyak dikunjungi wisatawan. Dia adalah sosok yang menyatukan wilayah Banggai Kepulauan dan Banggai Darat. Raja ini dimakamkan tahun 1625 atau 25 tahun setelah memerintah.

Rumah Keramat

Di Kota Banggai ada tiga rumah keramat yaitu rumah keramat Bobolau, rumah keramat Kokini dan rumah keramat Putal. Salah satunya terletak di Kelurahan Lompio. Di rumah keramat ini terdapat sebuah keni atau bejana yang diyakini sebagai tempat tinggal Putri Saleh Butu Bulugaus. Putri ini dalam waktu tertentu ke luar dari kendi dan menampakkan diri pada orang-orang di sekitarnya.

Konon Putri Bulugaus adalah puteri seorang raja Banggai dan mempunyai saudara laki-laki bernama Abu Gasim. Namun dalam keseharian keduanya sering sekali bertengkar. Puteri akhirnya wafat dan dimakamkan di rumah keramat itu di Kelurahan Dodung.

6934 Total Views 6 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply