Danau Rana Di Pedalaman Pulau Buru

Pulau Buru dahulu bagian dari Kabupaten Maluku Tengah, provinsi Maluku, sejak 12 October 1999 telah menjadi kabupaten baru bersama dengan pulau Ambalau dan beberapa pulau kecil lainnya. Namlea (seluas kurang lebih 3000 hektar) di Kabupaten Buru Utara Timur adalah Kecamatan modal serta distrik itu.

Pulau Buru adalah pulau terbesar kedua di Propinsi Maluku setelah Pulau Seram. Ada beberapa sungai di pulau Buru, beberapa yang besar seperti Wae Apu (Wae berarti air / sungai) di sebelah utara, Wae Mala di sebelah selatan, karena air berasal dari Danau Rana. Kondisi tanah di Timur Laut Buru seperti Wae Apu, Wae Kumu, Wae Wae Mala dan Li, layak untuk pengembangan produksi pertanian. Pulau ini dapat menghasilkan kira-kira sebanyak 50 ribu ton beras dalam 2 kali panen setahun. Selain itu, Buru sangat terkenal dengan minyak kayu putih aslinya.

Hasil perkebunan lainnya adalah jambu mete, kakao, kelapa / kopra, pala, cengkeh, kopi, tembakau dll Tanaman gandum lokal, bernama “hotong” juga populer di Buru Surea Sp, goffasus Vitex, Tektonagrandis, lidah buaya, Lepiniopsis ternatensis, mendominasi kayu dari hutan. Fauna yang ada beo, reptil, ikan dll.

Sebagian besar pembangunan terkonsentrasi di Kecamatan Buru Utara Timur. Struktur dan infrastruktur / fasilitas terkonsentrasi di Namlea, sebagai ibukota Kabupaten Buru, sehingga dibandingkan empat kecamatan lainnya, Buru Utara Timur lebih berkembang dan menjadi pusat komersial Buru.

Danau Rana memiliki pemandangan indah dengan suku Rana yang masih hidup dalam budaya tradisional mereka. Danau ini dianggap suci (kualitas supranatural) oleh masyarakat Pulau Buru. Sebelum agama-agama datang ke pulau Buru, penduduk asli telah memiliki kepercayaan nenek moyang mereka. Menurut suku percaya, nenek moyang mereka yang diyakini sebagai dewa, hidup di “Tanggal” gunung dan di danau “Rana”. Jadi Tanggal dan Rana adalah reinkarnasi dari nenek moyang. Penyembahan terhadap leluhur juga berarti penyembahan terhadap Tanggal dan Rana.

Lokasi Danau Rana dapat diakses melalui Desa Wamlana, 11 km dari desa Airbuaya. Untuk sampai ke desa Wamlana (85 km dari Namlea), Anda harus naik angkutan umum, kemudian menghubungi orang-orang lokal yang akan menuju danau Rana. Perjalanan ke danau Rana dapat dilakukan dengan menggunakan mobil perusahaan kayu lapis itu kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki dari pantai Wamlana melalui jalan berbukit.

Atau, bisa juga dari Namrole / Leksula ke desa Tifu, kemudian mengambil mobil ke desa Unit (sekitar 26 km) kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki ke danau Rana.

Bila anda ingin berkeliling Danau Rana hanya dengan biaya 100 ribu masyarakat setempat siap mengantar anda berkeliling ke mana saja dengan waktu sepuasnya, anda bisa mengunjungi perkampungan warga yang mengelilingi danau ada dusun Wamamboli, Kaktuan, Erdafa, Warujawa, Waimite, Wagrahi, dan Waireman anda akan disambut dengan senyum ramah masyarakt Buru sekaligus anda bisa mencicipi berbagai jenis ubi-ubian dengan ikan bakar dan colo – colo khas Maluku.

84 Total Views 7 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *