Ke Dunia Fantasi Ancol Seseruan Bareng Balita

Diana pengen banget ke Dunia Fantasi, karena sering melihat iklannya muncul di televisi saat masa liburan anak sekolah hampir tiba. “Ma, kapan kita main ke Dufan, Ma? Kapan Mama libur, Ma?

Beberapa waktu lalu saat long week end, udah gatel juga saya pengen ngajak keluarga ke Dufan, tetapi ngebayangin antrian tiap permainan bakalan panjang banget, akhirnya batal deh keinginan ke Dufan. Baru minggu berikutnya (15 Mei 2016) saya ajak diana pergi ke Dufan. Senengnya minta ampun ini anak.

Jadwal buka Dufan sendiri untuk hari Senin-Jumat: 10.00-18.00 WIB sedangkan hari Sabtu/Minggu/Libur: 10.00-20.00 WIB. Saya meluncur dari pagi dan tiba di Dufan sebelum pukul 10.00 WIB. Pas pintu masuk dibuka, lumayan panjang juga sih antrian masuknya.

Harga tiket reguler masuk ke Dufan untuk weekday Rp 195.000,- harga weekend Rp. 275.000,-sedangkan kalau beli Annual Pass Rp. 350.000,- bisa dipakai untuk masuk Dufan setahun penuh. Bulan Mei 2016 ini lumayan, bisa pakai promo tiket masuk Dufan khusus biker jabodetabek dengan harga weekend hanya Rp. 140.000,- per tiket dengan menunjukkan STNK asli dan menyerahkan fotokopiannya.

Dunia Fantasi Ancol
Begitu masuk, nggak ada yang lebih menarik hati Diana selain berfoto dengan Dufi, maskotnya Dufan, dan menikmati live music dari panggung yang ada di depan Turangga-rangga. Diana ini entah kenapa, sukaaaa banget sama yang namanya foto dengan boneka-boneka karakter seperti itu. Di manapun berada, kalau lihat, pasti mau foto.

Setelah puas foto-foto dengan boneka, saya ajak ke Turangga-rangga, tetapi karena antriannya yang panjang, Diana menolak untuk naik wahana tersebut. Ya sudah, akhirnya saya mengikuti kemauan Diana saja, apa maunya selama di Dufan Ancol ini.

Dunia Fantasi Ancol

Diana rupanya malah lebih tertarik ngelihat ikan koi yang banyak dan besar-besar di dekat wahana Niagara-gara. Lama kami berada di situ melihat ikan yang berenang ke sana ke mari. Hahahaha, jangan sampai ada yang nyinyir ya, “Ngapain bayar mahal-mahal masuk ke Dufan kalau cuma mau lihat ikan doang!” Kepret nih, kalau ngomong gitu sama saya. Ya suka-suka kami dong di Dufan mau ngapain aja, yang penting anak sama emak bapaknya hepi.

Dari awal memang kami nggak berharap bisa main di banyak wahana, karena memang nggak semua wahana cocok dan  bisa dinikmati oleh balita. Ada yang mensyaratkan tinggi badan minimum, jadi buat Diana yang tingginya memang baru 1 meter lebih dikit ini, jadi hanya ada beberapa yang bisa dimasukinya.

Dunia Fantasi Dufan

Bermain ke Dunia Fantasi di kala weekend ini memang butuh stamina khusus, terutama dalam hal kekuatan kaki saat antri. Saya lumayan bangga sama Diana karena berhasil antri lumayan panjang demi bisa naik si Gajah Beledug. Permainan yang banyak diminati oleh berbagai tingkatan usia, dari mulai keluarga yang memiliki anak balita, pasangan muda, bahkan hinga nenek-nenek pun pengen naik yang namanya Gajah Beledug. Ampun, dah. Yang antri jadinya bejibun, mengular sampai ke jalanan.

See? Main ke amusement park gini ngajak balita itu bukan semata buat banyak-banyakan wahana yang bisa dicobain. Selain emak bapaknya juga pengen nyobain wahana yang baru, anaknya juga bisa belajar hal-hal baik yang hanya bisa diajarkan dengan dilatih, salah satunya adalah antri.

Antri Dufan Ancol

Gajah Beledug Dufan

Untuk wahana yang antriannya lebih panjang dari Gajah Beledug, udah pasti kami pas deh. Kasihan juga kalau dipaksain ngantri, bisa-bisa mood-nya Diana malah jadi berantakan. Jadi kami hepi-hepi ajah keliling-keliling lihat orang-orang main di wahana, sambil suami sesekali nyobain main dan bikin videonya.

Kalau ada yang tanya, “Memangnya Diana nggak tertarik pengan masuk ke Istana Boneka, Alap-alap, atau Bianglala?” Ya pengen, tapi setelah saya tunjukin panjangnya antrian, Diana bisa mengerti, kok. Memang benar adanya ya, blogger-blogger pada nulis tip untuk datang ke Dufan saat weekday. Di weekday, antriannya mungkin nggak separah saat weekend.

Saran saya sih, kalau memang waktunya hanya ada di kala weekend, ya beli tiket Fast Track aja. Tambahan biayanya Rp. 190.000,- per orang, yang bisa dipakai sebagai tambahan akses tanpa antri di 6 wahana yang bisa dipilih dari 12 wahana favorit. (Artinya nyelak antrian itu harganya sekitar tiga puluh rebu rupiah yaaa…) Sebanding sih ya, daripada berdiri sejam setengah demi antri mau lihat Istana Boneka, hahaha.

Dunia Fantasi Dufan

Akhirnya setelah keliling-keliling nyari wahana apa yang agak sepi antrinya, dapetlah ini Ubanga-banga Kiddies Bumper Cars. Diana suka banget! Kalau mau naik ini maksimal tingginya 125 cm ya. Saya lihat anak-anak tanggung, yang tingginya 125-140an cm ikut antri dan dilarang naik karena tingginya melebihi batas. Kalau udah di atas 125 cm sila antri buat naik Baku Toki, mobil-mobilan juga tapi buat yang dewasa.

Nah, kalau antrinya nggak panjang begini, enak banget naik berkali-kali juga, soalnya paling nunggu satu putaran, udah bisa naik lagi, maksimal 10 menit doang antrinya. Karena Diana udah mulai banyak berkeringat, saya ganti baju lengan panjangnya dengan baju yang berlengan pendek supaya nggak terlalu gerah.

Dufan Ancol (2)

Setelah itu kami bertiga main Poci-poci. Sayang video yang kami buat ada di dalam SD card yang rusak sepulang dari Dufan. Hiks. Padahal video keseruan Diana naik Poci-poci ada di situ. Yang Diana teriak-teriak kesenengan sewaktu mangkok Poci-poci berputar dengan kencangnya.

Permainan Poci-poci ini sekaligus menunjukkan betapa cemennya saya sekarang, hahahaha. Keluar dari mangkok itu, saya langsung pusing dan mual. Dan nyerah. Padahal semasa muda dan berjaya, nggak ada permainan yang luput saya coba. Hahahaha. Mau gimana lagi yah? Sepertinya umur kekuatan fisik memang nggak bisa dibohongi. Kalau nggak pernah olahraga, umur segini juga udah payah. HAHAHAHA.

Boleh ngasih tip dan saran nggak nih?

Setelah saya amati, sepertinya lebih enak datang setelah sore tiba. Saat orang-orang sudah lelah dan berkurang semangatnya, saya lihat banyak juga kok yang jam 15.00 baru pada masuk, dan memaksimalkan bermain hingga tutup di jam 20.00. Jatohnya sama aja kan, dengan yang datang jam 10.00 pagi dan pulang di jam 15.00 sore? Sama-sama lima jam di Dufan, tapi kayaknya bakalan dapet banyak permainan kalau dateng di sore hari.

Treasureland Temple of Fire

Jam setengah dua, kami langsung masuk ke Treasureland Temple of Fire. Pertunjukan selama hampir setengah jam ini bikin Diana takjub. Beneran melongo gitu ngelihatnya. Sampai saya fotoin gimana ekspresinya Diana, tapi demi tidak mempermalukan anak di kemudian hari kalau dia udah gedean, ya nggak bakal saya aplot-lah itu foto, hehehe.

Di Temple of Fire ada dikit adegan dewasanya sih, tapi nggak papa-lah. Buat ibu-ibu yang memproteksi anaknya supaya nggak ngelihat adegan kekerasan, ya nggak cocok juga bawa anaknya nonton pertunjukan ini.

Setelah lumayan capek seru-seruan di Dufan bareng anak balita, saya bisa kasih beberapa saran nih:

  • Pakai baju dan sepatu yang nyaman sih, sudah pasti ya. Bawa baju ganti juga jangan lupa. Belum tentu main basah-basahan sih, tapi kalau panas dan produksi keringat banyak, tetep bisa basah kuyup kok, itu baju. Siap payung dan bawa stroller juga baik, lumayan bisa mengurangi gotong-gotong anak yang beratnya udah lebih berat dari sekarung beras.
  • Fasilitas di Dufan itu udah komplit-plit-plit ya, jadi nggak usah kuatir bakalan nggak bisa makan, nggak bisa ke toilet, nggak bisa sholat, nggak bisa sewa stroller, nggak bisa ambil duit ke ATM, dan lain-lain. Pokoknya semua bisa. Tinggal cari di peta aja, di mana posisinya tempat-tempat tersebut. Salah satu fasilitas yang bikin saya bengong kemaren itu adalah adanya drinking fresh water. Air segar yang bisa langsung diminum dari keran, gitu, kayak yang ada di theme park negara tetangga ituh. Tapi saya belom nyobain, karena tahunya belakangan setelah mau pulang. Dan juga belom baca testimonial orang juga sik, gimana rasanya. Hahaha. Gitu banget yak, sampai harus baca testi dari orang terpercaya dulu, baru mau nyobain. Dan kemaren kalau ndak salah sempet baca tulisan ada larangan buat ngisi botol di keran drinking fresh water itu sih. Kurang praktis juga ya kalau begitu, kecuali kerannya banyak di setiap sudut ada. Jadi kalau haus gampang, nggak perlu bolak-balik ke satu tempat buat minum doang, hehehe. Tapi saya masih pilih beli air minum dalam kemasan.
  • Bikin annual pass itu udah yang paling bener deh, kalau mau puas-puas main di Dufan ajak anak balita. Soalnya anak-anak emang belum bisa ‘dipaksa’ main satu hari penuh di sana. Palingan setengah hari juga udah lelah. Jadi kalau mau ngerasain semua keseruan main di sana, ya harus bolak-balik dalam beberapa kali datang. Toh, harga tiketnya nggak jauh beda beli sekali atau beli yang annual pass.

Pertanyaan pamungkasnya, “Mau balik lagi ke Dufan, nggak?OPASTILAHYA!

2 Comments

  1. Djangkaru Bumi July 8, 2016
  2. Nayfa February 24, 2017

Leave a Reply