Festival Lampu Colok

Kita semua tentu mengenal lentera atau dian, sebuah alat penerangan tradisional yang masih digunakan oleh sebagian masyarakat kita yang belum merasakan aliran listrik di daerahnya. Nah, di salah satu daerah di Indonesia, yaitu di kota Pekanbaru, ada sebuah festival yang menyajikan lentera dan dikenal dengan sebutan lampu colok. Lampu colok ini menggunakan bahan bakar minyak tanah, dengan sumbu tali.

Dalam festival lampu colok di Kota Pekanbaru Riau ini, lampu colok dibentuk menjadi berbagai macam replika seperti bentuk perahu Lancang Kuning, masjid dan berbagai bentuk lainnya. Tak heran jika bentuk-bentuk yang disusun oleh lampu colok adalah simbol atau khas agama Islam, karena Festival Lampu Colok ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Lailatul Qodar di bulan Ramadhan.

Pada saat perayaan Festival Lampu Colok, Kota Pekanbaru menjadi sangat meriah. Banyak wisatawan lokal yang berkunjung ke sana. Anda juga tak akan rugi jika menyempatkan jalan-jalan ke Riau dan menyaksikan sendiri keindahan Festival Lampu Colok. Warga kota secara kompak mematikan listrik di rumah-rumah mereka, sehingga yang terlihat di mana-mana adalah lampu colok yang dibentuk menjadi berbagai macam benda, kaligrafi dan tulisan-tulisan Muhammad atau Allah.

Selain parade lampu colok, Festival juga dimeriahkan oleh hiburan lagu-lagu bernuansa keagamaan dan pada puncaknya diadakan pesta kembang api. Selain itu, juga ada lampion berwarna merah dengan lentera menyala di dalamnya yang dilepaskan ke udara oleh anak-anak.

Kini, Festival Lampu Colok telah menjadi salah satu ikon pariwisata dari Kota Pekanbaru, dan setiap tahunnya dilombakan bagi peserta terbaik yang merangkai lampu colok menjadi bentuk yang menarik, akan mendapatkan hadiah dari pemerintah daerah. Hal tersebut menjadikan pemacu semangat bagi peserta untuk membuat lampu colok menjadi bentuk yang sekreatif mungkin.

2469 Total Views 3 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply