Gajah Di Taman Nasional Way Kambas Lampung

December 13th, 2010 dalam kategori Bandar Lampung ditulis oleh 1 Comment | 3,197 kali dibaca |

Taman Nasional Way Kambas terletak di Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Timur, Provinsi Lampung. dan berjarak sekitar 112 km dari Kota Bandar Lampung. Taman nasional seluas 125 ribu hektar ini pertama kali diresmikan oleh Menteri Pertanian pada tahun 1982. Tempat ini tidak hanya dihuni gajah-gajah Sumatra (Elephas maximus), tetapi juga merupakan habitat bagi harimau Sumatra (Panthera sumatrae), badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis), anjing liar Asia (Cuon apinus), tapir (Tapirus indicus), dan beberapa hewan dilindungi lainnya.

Untuk mencapai kawasan Taman Nasional Way Kambas, Anda dapat menggunakan beberapa jalur. Jalur Bandar Lampung-Metro-Way Jepara menggunakan mobil dapat ditempuh sekitar dua jam, jalur Branti-Metro-Way Jepara sekitar satu jam 30 menit, jalur Bakauheni-Panjang-Sribawono-Way Jepara sekitar tiga jam, dan jalur Bakauheni-Labuan Meringgai-Way Kambas memerlukan perjalanan sekitar dua jam.

Taman Nasional Way Kambas merupakan perwakilan ekosistem hutan dataran rendah yang terdiri dari hutan rawa air tawar, padang semak belukar, dan hutan pantai di Sumatra. Jenis tumbuhan di taman nasional tersebut antara lain api-api (Avicennia marina), pidada (Sonneratia sp.), nipah (Nypa fruticans), gelam (Melaleuca leucadendron), salam (Syzygium polyanthum), rawang (Glochidion borneensis), ketapang (Terminalia cattapa), cemara laut (Casuarina equisetifolia), pandan (Pandanus sp.), puspa (Schima wallichii), meranti (Shorea sp.), minyak (Dipterocarpus gracilis), dan ramin (Gonystylus bancanus).

Taman Nasional Way Kambas memiliki 50 jenis mamalia diantaranya badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), tapir (Tapirus indicus), anjing hutan (Cuon alpinus sumatrensis), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus); 406 jenis burung diantaranya bebek hutan (Cairina scutulata), bangau sandang lawe (Ciconia episcopus stormi), bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus), sempidan biru (Lophura ignita), kuau (Argusianus argus argus), pecuk ular (Anhinga melanogaster); berbagai jenis reptilia, amfibia, ikan, dan insekta.

Di dalam kawasan taman nasional ini terdapat  Pusat Pelatihan Gajah (Elephant Training Centre). Pusat Pelatihan Gajah ini memiliki areal seluas 500 hektar dan berjarak sembilan kilometer dari pintu gerbang Plang Ijo. Di sana gajah-gajah liar dilatih untuk dapat dijadikan sebagai gajah tunggang, gajah atraksi, gajah angkutan kayu dan gajah bajak sawah. Anda juga dapat menyaksikan pelatih mendidik dan melatih gajah liar. Di akhir pekan di taman nasional ini diadakan pertunjukan atraksi gajah. Anda bisa menyaksikan  gajah bermain bola, bermain hulahop, berhitung, menari, berjabat tangan, hormat, mengalungkan bunga, tarik tambang, berenang dan masih banyak atraksi lainnya. Selain itu Anda juga dapat menunggang gajah dan berfoto bersama. Selain itu, di akhir pekan pengunjung juga bisa naik kereta gajah. Kereta yang ditarik oleh gajah untuk berkeliling kawasan Way Kambas.

Untuk lebih berinteraksi dengan  gajah-gajah tersebut, Anda dapat mengikuti safari gajah. Dengan membayar Rp. 150.000,- per jam, Anda akan dibawa berkeliling padang rumput di atas punggung gajah dengan ditemani seorang pendamping. Anda tidak perlu takut karena semua gajah itu sudah dilatih sebagai gajah tunggang yang jinak dan bersahabat. Anda bisa merasakan serunya menaiki punggung gajah yang tinggi. Punggung gajah yang akan selalu bergoyang saat berjalan akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Sesekali telinga gajah akan mengenai kaki Anda, itulah cara gajah bersahabat dengan Anda. Anda juga akan terkesima dengan gagahnya gajah yang Anda tunggangi ketika berjalan menyeberangi rawa di tengah padang rumput di saat air telah setinggi kakinya.

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

One Comment

[…] asset wisata di Provinsi Bengkulu yang belum banyak dikenal. Selama ini orang hanya mengenal Way Kambas di Lampung sebagai pusat konsentrasi pelatihan gajah. Padahal Bengkulu juga memiliki lokasi konservasi yang […]

Leave a Reply