Getuk Goreng Janoko Sokaraja

Getuk Goreng Sokaraja Janoko 1

Setiap kali mudik Lebaran, saya dan keluarga biasanya melewati jalur Pantura. Meski lebih panas dan gersang, jalur Pantura relatif lebih cepat ditempuh menuju Klaten, kampung halaman saya. Hanya saja, sopir mobil memang harus lebih lincah mengendarinya, karena di jalur Pantura mobil-mobil berukuran besar seperti truk dan bus malam biasanya saling salip menyalip berebut jalur.

Getuk Goreng Sokaraja Janoko 2

Tahun ini, karena sudah ada bayi, saya mengajak melewati jalur selatan yang relatif lebih adem karena masih banyak pohon-pohon besar di sepanjang jalan. Lagipula, mudik tahun ini saya pengennya jalan santai, tidak terlalu buru-buru harus sampai kampung halaman.

Getuk Goreng Sokaraja Janoko 3

Di daerah Sokaraja, yang memang terkenal dengan getuk gorengnya, saya mampir. Penasaran dengan rasa getuknya, pas juga karena perut sudah mulai lapar, dan sekaligus istirahat sambil sekalian mampir ke toilet.

Getuk goreng Sokaraja yang saya singgahi adalah dengan merek Janoko, seorang tokoh pewayangan. Toko ini menyediakan tiga rasa getuk goreng yaitu rasa gula jawa, durian dan nangka.

Getuk Goreng Sokaraja Janoko 4

Dengan harga Rp. 26.000,- per kilogram, saya membeli 4 kilogram gethuk. Maruk ya, hehehe.. Biarin, sudah lama banget saya nggak makan soalnya. Dahulu, saat masih tinggal di Klaten, hampir seminggu dua kali saya selalu makan getuk. Hasil panenan singkong di tegalan yang ditanam oleh kakek saya, selalu bergantian dimasak menjadi singkong goreng, singkong rebus, atau getuk.

Rasa getuk Janoko ini? Enak. Pas buat lidah Jawa saya. Manis, tapi tidak terlalu manis banget juga. Lumayan bikin perut kenyang.

Getuk Goreng Sokaraja Janoko 5

Toko getuk goreng Sokaraja Janoko, selain menjual getuk juga menyediakan makanan oleh-oleh lainnya seperti intip goreng. Kalau yang satu itu, banyak di Klaten dan Solo, makanya saya nggak beli.

Getuk Goreng Sokaraja Janoko 6

Getuk Goreng Sokaraja Janoko 7

Getuk Goreng Sokaraja Janoko 8

6722 Total Views 3 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

One Response

  1. Ejawantah Wisata September 26, 2013

Leave a Reply