Gundaling, Petik Jeruk Sendiri Dan Panorama Sibayak Sinabung

Saya menginap satu malam di salah satu hotel di Berastagi. Sehabis sarapan, mobil yang mengantar saya untuk jalan-jalan sudah siap membawa ke Bukit Gundaling. Seorang teman berpesan, jangan sampai melewatkan Bukit Gundaling dari daftar wisata selama di Medan, katanya. Jadilah tujuan pertama saya ke sana.

 Gundaling, Petik Jeruk Sendiri Dan Panorama Sibayak Sinabung

Tak jauh dari hotel tempat saya menginap, tampak sepanjang jalan deretan petani sayur mayur sedang menggarap lahannya. Ada yang sedang memanen bawang merah, ada juga yang sedang membersihkan rumput di sela-sela tanaman bunga kolnya yang sebentar lagi siap panen.

 Gundaling, Petik Jeruk Sendiri Dan Panorama Sibayak Sinabung

Deretan kios penjaja souvenir dan beberapa rumah makan baik dengan label halal maupun tidak, menyambut pengunjung Taman Bukit Gundaling. Kuda-kuda yang dituntun pemiliknya terlihat lalu lalang, menawarkan jasanya kepada para pengujung dengan tarif Rp. 20.000,- sekali keliling. Saya ditawari untuk naik andong dengan tarif Rp. 100.000,- sekaligus boleh memetik jeruk sendiri. Tetapi berhubung waktu yang saya punya tak begitu banyak, saya memutuskan untuk tidak mengambil kesempatan itu.

 Gundaling, Petik Jeruk Sendiri Dan Panorama Sibayak Sinabung

Saya hanya melihat keindahan kota Berastagi dan Gunung Sibayak serta Gunung Sinabung saja dari kejauhan. Udara bertiup semilir dan membuat saya merapatkan jaket untuk melindungi tubuh dari dinginnya Bukit Gundaling. Dari ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut, suhu udara memang relatif dingin, apalagi jika dibandingkan dengan suhu di Jakarta.

 Gundaling, Petik Jeruk Sendiri Dan Panorama Sibayak Sinabung

Setelah itu, saya melanjutkan perjalanan ke Pasar Buah dan Bunga Berastgi. Nantikan cerita jalan-jalan saya selanjutnya ya.

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *