Jalan Jalan Ke Jembatan Ampera

Jembatan Ampera sejak dibangun  pada April 1962 sudah menjadi ikon Kota Palembang. Jembatan Ampera terbilang fenomenal dan megah pada masanya. Jembatan ini menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang dipisahkan Sungai Musi. Jembatan Ampera memiliki panjang 1.177 meter dan lebar 22 meter, serta tinggi 11,5 meter dari atas permukaan air. Tidak heran jika jembatan ini menjadi ikon ibu kota Provinsi Sumatra Selatan.

jembatan ampera

Jembatan Ampera berdiri megah di jantung Kota Palembang. Sebenarnya ide pembuatan jembatan ini telah ada sejak 1906. Hingga akhirnya rencana pembangunan jembatan ini disetujui Presiden Soekarno pada 16 September 1960. Proyek pembangunan jembatan itu dimulai April 1962. Biaya pembangunan jembatan itu diambil dari dana rampasan perang Jepang yang ditaksir kala itu sekitar 2,5 miliar yen. Pembangunan jembatan kebanggaan warga Kota Palembang ini juga menggunakan tenaga ahli, mulai pekerja sampai kontraktor, dari pemerintah negara Jepang.

Awalnya jembatan ini dinamakan Jembatan Bung Karno, meski banyak warga Kota Palembang lebih suka menyebut jembatan ini dengan nama “Proyek Musi”. Ketika masih hidup, budayawan dan sejarawan Palembang Djohan Hanafiah mengungkapkan, pemberian nama tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada presiden pertama Indonesia itu. Saat itu, Bung Karno mengabulkan keinginan warga Palembang untuk memiliki sebuah jembatan yang membelah Sungai Musi.

Peresmian Jembatan Ampera dilakukan pada 30 September 1965, sekaligus peresmian nama jembatan itu yaitu Jembatan Bung Karno. Pada saat itu, Jembatan Ampera adalah jembatan terpanjang di Asia tenggara. Setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, terutama ketika gerakan anti-Soekarno sangat kuat, nama jembatan itu diubah menjadi Jembatan Ampera atau Amanat Penderitaan Rakyat.

Hampir empat dekade kemudian, tepatnya pada 2002, ada wacana mengembalikan nama Jembatan Bung Karno menggantikan nama Jembatan Ampera. Tetapi  usulan ini tak mendapat dukungan dari pemerintah maupun sebagian masyarakat Palembang atau Sumatra Selatan.

Dahulu, bagian tengah badan Jembatan Ampera bisa diangkat agar tiang kapal yang lewat di bawahnya tidak tersangkut badan jembatan. Bagian tengah Jembatan Ampera, ketika baru selesai dibangun, sepanjang 71,90 meter, dengan lebar 22 meter. Bagian jembatan yang berat keseluruhan 944 ton itu dapat diangkat dengan kecepatan sekitar 10 meter per menit. Dua menara pengangkatnya berdiri tegak setinggi 63 meter. Jarak antara dua menara ini 75 meter. Dua menara ini dilengkapi dengan dua bandul pemberat masing-masing sekitar 500 ton.

Pada saat bagian tengah jembatan diangkat, kapal dengan ukuran lebar 60 meter dan dengan tinggi maksimum 44,50 meter, bisa lewat mengarungi Sungai Musi. Bila bagian tengah jembatan ini tidak diangkat, tinggi kapal maksimum yang bisa lewat di bawah Jembatan Ampera hanya sembilan meter dari permukaan air sungai.

Namun sejak tahun 1970 kegiatan turun-naik bagian tengah jembatan ini sudah tidak dilakukan lagi karena pengangkatan jembatan ini yang membutuhkan waktu 30 menit dapat mengganggu arus lalu lintas di atasnya. Selain itu sudah tidak ada kapal besar lagi yang bisa berlayar di Sungai Musi. Pendangkalan yang semakin parah menjadi penyebab Sungai Musi tidak bisa dilayari kapal berukuran besar.

Jembatan Ampera sekarang telah dipasangi Led Sign, yaitu lampu hias dengan 12 karakter dan 9 warna yang silih berganti bercahaya, sehingga di kala malam hari akan semakin mempercantik wajah Jembatan Ampera. Penghiasan Jembatan Ampera ini salah satu usaha untuk mewujudkan Kota Palembang sebagai “Kota Wisata Air”.

Pada tahun 1990, dua bandul pemberat untuk menaikkan dan menurunkan bagian tengah jembatan, yang masing-masing seberat 500 ton, dibongkar dan diturunkan karena khawatir jika sewaktu-waktu benda itu jatuh dan menimpa orang yang lewat di jembatan. Jembatan Ampera pernah direnovasi pada tahun 1981, dengan menghabiskan dana sekitar Rp 850 juta. Renovasi dilakukan setelah muncul kekhawatiran akan ancaman kerusakan Jembatan Ampera bisa membuatnya ambruk. Warna jembatan pun sudah mengalami 3 kali perubahan dari awal berdiri berwarna abu-abu terus tahun 1992 di ganti kuning dan terakhir di tahun 2002 menjadi merah sampai sekarang.

Jalan-jalan ke Palembang akan terasa sempurna bila Anda mengunjungi jembatan Ampera di ujung senja. Ketika senja beranjak malam, lampu-lampu yang menghiasi Jembatan Ampera mulai dinyalakan sehingga tampak memikat mata. Lampu-lampu yang menerangi jembatan dan sejumlah rumah makan terapung di bantaran Sungai menambah keindahan malam. Anda dapat menikmati suasana Kota Palembang sambil mencicipi empek-empek dan menikmati pemandangan malam Jembatan Ampera yang menakjubkan.

6452 Total Views 9 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

One Response

  1. Dana September 5, 2011

Leave a Reply