Jejak Romusha di Bukittinggi Sumatera Barat

Masa Pendudukan Jepang disebut-sebut lebih keras daripada masa Penjajahan Belanda. Pada masa ini, Kekaisaran Jepang menerapkan sistem kerja paksa atau romusha bagi kaum pribumi. Pada masa itu, buruh harus kerja rodi tanpa kenal waktu dan makan apalagi istirahat. Tanpa upah, para pekerja ini mati. Jejaknya tertinggal untuk generasi masa depan di Lubang Jepang, Bukittinggi.

Objek wisata sejarah Lubang Jepang merupakan sarana yang pas untuk mengenal tumpah darah Indonesia. Pembangunan lubang ini membutuhkan waktu tiga tahun sejak tahun 1942. Menelusuri objek wisata sejarah ini, Anda akan dibawa untuk napak tilas penderitaan Indonesia pada lorong sepanjang 1.470 meter. Bayangkanlah bagaimana jaman dulu, tubuh kurus para pekerja tersebut mengangkat beban berat di depan todongan senjata pasukan Jepang di terowongan gelap berdiameter 3 meter. Bayangkanlah bagaimana bangsa Indonesia disiksa dalam ruang 40 meter ke bawah dari Ngarai Sianok tersebut.

Romusha

Lubang Jepang menyimpan sejarah fungsinya sebagai gudang persenjataan. Pada masa itu, kawasan ini juga merupakan tempat tinggal yang dilengkapi dengan ruang makan dan ruang dapur. Namun, di balik itu semua, terdapat jejak penderitaan para tahanan. Jika menjelajah ke dalamnya, Anda akan melihat bagaimana ruangan tempat menyiksa orang-orang yang dituduh atau ditangkap tersebut. Imajinasi Anda akan melayang pada bagaimana para mata-mata disergap dan diinterogasi pada ruang-ruang di dalamnya. Anda juga akan turut bahagia melihat pintu di mana sebagian tahanan dapat melarikan diri.

Suara teriakan buruh paksa dan para tahanan takkan bisa terdengar. Bagaimana tidak, dinding benteng ini didesain untuk membungkam penderitaan tersebut. Dinding Lubang Jepang memang dibangun begitu tebal. Memang, fungsinya juga sekaligus sebagai bagian dari sistem pemerintahan Negeri Matahari Terbit di Nusantara pada masa itu.

Jangan takut…. Anda tidak sepenuhnya menderita bak para pejuang pada masa itu. Saat menjelajah objek wisata sejarah Lubang Jepang ini, perjalanan Anda akan diterangi lampu. Anda juga tidak akan sesak nafas karena ventilasinya ramah pengunjung.

Anda juga tidak akan begitu tegang karena kawasan ini dikelilingi taman dan pemandangan alam yang indah. Lubang Jepang termasuk dalam kawasan Taman Panorama. Masuk dan keluar darinya, Anda akan disuguhi lansekap jurang Ngarai Sianok.

Ingin menginjakkan kaki di sini? Melanconglah ke Padang dengan jalur udara lalu Anda akan mendarat di Bandar Udara Internasional Minangkabau. Dari sini, Anda menuju Bukittinggi dulu dengan menempuh perjalanan sepanjang 90 kilometer. Anda bisa menyewa mobil. Jika ingin menggunakan angkutan umum, pergilah ke Simpang Ketaping maka Anda akan menemukan bus jurusan Bukittinggi.

Sampai di Bukittinggi, Anda hanya perlu menempuh satu kilometer dari pusat kota ke kawasan Lubang Jepang. Dari kaca mobil, Anda dapat melihat lansekap budaya dan kota sepanjang perjalanan. Jika ingin nuansa yang lebih tradisional, Anda bisa naik andong.

Anda dapat berperan dalam pelestarian kawasan bersejarah ini dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak meninggalkan corat-coret. Nikmati objek wisata sejarah Lubang Jepang ini, ambil foto, upload, sampaikan ‘Salam Heritage’.

Leave a Reply