Jembatan Merah Yang Tetap Gagah Di Surabaya

jembatan merah

Sumber gambar: sonofmountmalang.

Siapa yang tak kenal dengan lirik lagu ciptaan Gesang, “Jembatan Merah”?

Jembatan merah sungguh gagah berpagar gedung indah

Sepanjang hari yang melintasi silih berganti

Mengenang susah hati patah teringat jaman berpisah

Kekasih pergi sehingga kini belum kembali

Biar jembatan merah, seandainya patah

Akupun bersumpah,

Akan kunanti dia di sini bertemu lagi.

Saya ingat lirik lagu itu saat jalan-jalan ke Surabaya, sebelum akhirnya menuju Bali melintasi darat, bukan dengan naik pesawat terbang. Saya sempat juga mengunjungi Patung Suro dan Boyo yang merupakan ikon kota tersebut.

Untuk bisa jalan-jalan keliling Kota Surabaya, membutuhkan tenaga tersendiri karena saya kejar-kejaran dengan jadwal kereta api yang akan membawa saya menuju stasiun Banyuwangi, dan akhirnya menyeberang ke Bali melalui laut. Saya menyewa jasa seorang tukang ojeg untuk mengantar saya berkeliling, dan harus membayar sogokan seorang polisi yang menangkap kami karena melanggar perboden dan saya harus buru-buru kembali ke stasiun.

Jembatan Merah ini terlihat sama seperti jembatan-jembatan lain, hanya saja bercat merah dan menyimpan arti sejarah sejak jaman penjajahan dulu. Entah apa yang membawa saya sampai ke sini, karena seperti lirik lagunya Gesang, seandainya patahpun, dia akan tetap ke situ menanti sang kekasih. 😀

7417 Total Views 6 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply