Kepulauan Kei, Surga Pantai di Maluku Tenggara

Pantai%2520Ngurbloat Kepulauan Kei, Surga Pantai di Maluku Tenggara

Perkenalan pertama saya dengan kepulauan terpencil di tenggara Maluku ini terjadi 16 tahun silam. Sebuah foto menggambarkan pantai berpasir putih dengan pepohonan kelapa yang tumbuh miring ke arah laut. Yang lebih membuat penasaran adalah teks fotonya: “No beach in the word surpass the powderfine sand of the Kei archipelago.”

Potret itu terpampang di buku berjudul Maluku, Indonesian Spice Island. Setelah sekian lama hanya melihat fotonya, akhirnya saya berhasil mengunjungi Kepulauan Kei. Penjelajahan saya dimulai di Pantai Ngurbloat, Kepulauan Kei Kecil.

Matahari telah condong ke horizon saat saya tiba. Di suatu titik, saya berhenti sejenak, lalu menebar pandangan. Ternyata di sinilah Karl Muller, sang fotografer legendaris di buku, memilih sudut fotonya. Keterangan di buku memang tidak mengada-ada. Tak banyak pantai di bumi yang mampu menandingi kesempurnaan Ngurbloat (artinya “pasir panjang”).

Budidaya rumput laut yang telah mewabah di pelosok Kei belum masuk Ngurbloat. Untunglah. Tentu sayang jika pesisir cantik ini dikotori. Dari buku tamu yang saya baca, banyak orang rela menempuh separuh bumi demi menikmati kemolekan pantai-pantai Kei. Salah seorang tamu di penginapan saya misalnya, datang dari Amerika untuk berbulan madu.

Saya lalu beranjak ke Ohoidertawun di sebelah utara Ngurbloat. Jaraknya sekitar 5 kilometer menggunakan mobil. Pantainya tak kalah putih dibandingkan Ngurbloat. Saat air surut, pantainya bertambah luas, cukup untuk disulap menjadi lapangan sepakbola. Bagusnya lagi, pohon-pohon kelapa di Kepulauan Kei terbebas dari penebangan.

Di sudut pantai yang lain, anak-anak Ohoidertawun sedang bermain perahu-perahuan yang dibuat dari sabut kelapa. Layarnya adalah daun kelapa yang dipotong-potong. Begitu diletakkan  di permukaan air, perahu langsung berlayar ditiup angin. Mainan sederhana berbahan natural ini tentu sulit ditemui di kota besar. Begitu perahu melaju, anak-anak berlarian membuntutinya. Tawa canda mereka begitu lepas. Inilah mungkin sensasi terbaik yang ditawarkan Kei: kebahagiaan yang menyatu dengan alam.

Kepulauan Kei adalah bagian dari Maluku Tenggara. Kepulauan ini berbatasan dengan Laut Banda. Kepala burung Papua memagari sisi utaranya, sementara laut Aru terhampar di sebelah tenggaranya. Kawasan berpopulasi 121 ribu jiwa ini memiliki dua kota utama, Tual dan Langgur, yang seolah ditakdirkan untuk tergantung satu sama lainnya. Tual memiliki pelabuhan, sementara Langgur punya bandar udara.

Untuk menjangkau Kepulauan Kei, anda bisa terbang menggunakan Garuda Indonesia Jakarta – Ambon, lalu meneruskan perjalanan ke Langgur. April hingga Mei serta Oktober hingga Desember adalah periode terbaik untuk berkunjung, yakni saat cuaca cerah dan ombak cenderung tenang. Di Pantai Ngurbloat terdapat Coaster Cottage yang menawarkan tiga bungalow. Pengelolanya, Mama Ketty, terkenal jago memasak, keahlian yang sangat penting mengingat tempat makan di Ngurbloat sangat minim. (Fadil Aziz, Majalah Garuda Indonesia Februari 2012, Gambar: Okezone)

529 Total Views 10 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Comments
  1. Lilikayani Toatubun
  2. Vera Dorathea
  3. Oche
  4. Rosa delima rumyaan(hollay)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *