London, Menyusuri Kota Nan Indah

Layaknya sebuah kota besar berusia tua di Eropa, London menawarkan pariwisata sejarah dan belanja yang lengkap. Seluruhnya nikmat ditelusuri dengan trotoar trotoar bersih nan luas dengan pemandangan indah hasil tata kota yang menawan.

London sekarang ini adalah kota kosmopolitan. Di dalamnya terdapat aneka manusia dengan budaya beragam. Orang orang dari lima benua seolah memiliki perwakilannya sendiri di ibu kota Inggris ini. Di tengah keragaman itu, layaknya sebuah kota yang memiliki sejarah panjang, London juga dipenuhi jejak jejak sejarah masa lampau. Ada katedral Saint Paul yang dibangun sejak abad 17, Tower Bridge, ikon kota London yang dibangun sejak abad 19, juga Buckingham Palace, tempat tinggal Ratu Elizabeth II yang populer itu.

Jadilah London sebagai kota tua yang semakin muda. Cantik karena gemerlap khas kota metropolitan, gedung gedung konser dan semangat warga kota mengadakan persiapan menuju Olympiade tahun depan. Namun, kota ini juga tetap elegan denganĀ  bangunan bangunan tuanya yang tetap terawat baik.

Salah satu bangunan yang terawat dan cantik, tentu saja Buckingham Palace. Kediaman resmi Ratu Elizabeth II ini aslinya dibangun pada 1850, kemudian didesain ulang pada 1913. Istana ini menjadi salah satu tempat favorit kunjungan turis. Tak kurang dari 50.000 orang per tahun datang ke tempat ini untuk menyaksikan keindahan arsitekturnya.

Tentu saja, orang orang itu hanya bisa menatap Buckingham Palace tersebut dari pagar luar. Pasanya, istana ratu ini hanya bisa dimasuki pada waktu waktu tertentu, misalnya saat musim panas. Itupun tidak sepanjang musim panas.

Dari Buckingham Palace, berjalan kakilah dengan santai menuju landmark London lainnya, yaitu menara Jam Big Ben. Nikmati trotoar-trotoar bersih nan luas yang sulit ditemui di Jakarta atau kota besar lainnya di Indonesia. Trotoar di London memang menggoda untuk ditelusuri oleh para turis. Pasalnya, saat berjalan-jalan, pejalan kaki juga bisa menikmati tata kota London yang rapi dan indah.

Sesampainya di Big Ben, persinggahan berikut yang terdekat, yaitu koridor kekuasaan (Corridor of Power). Tempat ini juga bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Istilah koridor kekuasaan dipakai untuk menyebut tiga serangkai tempat wisata, yaitu House of Parliament, Katedral St Paul dan Downing Street 10 atau tempat Perdana Menteri Inggris berkantor.

Katedral St Paul yang dibangun antara tahun 1675 – 1710 menjadi tempat yang layak diabadikan. Apalagi jika anda rela menaiki 530 tangga dari Golden Gallery juga bagian dari Gereja, untuk bisa menyaksikan keindahan pemandangan Kota London dari atas.

Sementara, House of Parliament letaknya di pinggir Sungai Thames. Sungai ini membelah kota London ke bagian utara dan selatan. Berbicara tentang Sungai Thames, sungai ini juga bisa menjadi salah satu alternatif untuk menjelajahi Kota London. Dengan menaiki kapal berdek terbuka, telusuri sungai dan nikmatilah pemandangan Kota London dari sudut pandang yang berbeda. Bayangkan jika menaiki kapal tersebut saat pagi atau sore hari, tentu jadi pengalaman yang menyenangkan.

Sementara itu, di tepi selatan Sungai Thames, turis bisa berkunjung ke Shakespeare’s Globe Theatre, sebuah teater yang memiliki taman bermain terbuka. Konon, sastrawan Inggris Shakespeare banyak menulis naskah dramanya di taman ini.

Di area sungai Thames, pejalan kaki juga tetap dimanjakan oleh pemerintah kota. Mereka dibuatkan jalur khusus di dekat sungai. Jika jalur khusus ini ditelusuri, maka akan membawa pejalan kaki ke tempat wisata berikutnya yang juga masih menjadi ikon London, yaitu Tower Bridge. Jembatan ini dibangun pada tahun 1800 dan pengunjung bisa melihat mekanisme dan panel informasi yang menjelaskan tentang teknologi yang dipakai selama bertahun-tahun untuk membuat jembatan ini tetap berfungsi dengan baik.

Masih dengan berjalan kaki, dari Tower Bridge, silahkan mengarahkan langsung ke Tower of London dan London Eye. Adapun bangunan yang disebut pertama adalah peninggalan sejarah yang dibangun 900 tahun silam. Dulunya pernah dipakai sebagai penjara, gudang senjata, bahkan kebun binatang. Sesuatu yang menarik, rumah mahkota kerajaan yang terdapat di sini.

Salah satu daya tarik lain dari Tower Bridge adalah suasana di dalamnya yang mencekam dan kerap menarik perhatian para turis yang menyukai hal-hal yang berbau horor.

Setelah itu, jangan lupa untuk naik London Eye. Bianglala raksasa dengan garis tengah mencapai 135 meter ini akan menunjukkan kota kosmopolitan ini dari ketinggian. Tentu hasilnya berbeda dengan melihat London saat berjalan kaki atau menyusuri Sungai Themes.

Wisata Belanja Di Oxford Street

Jalan jalan ke luar negeri tentu tak lengkap tanpa berbelanja. Nah, bagi yang doyan belanja atau sekedar ingin membeli oleh-oleh datanglah ke Oxford Street. Dengan menaiki bus, turis bisa sampai ke kawasan jalan yang panjangnya sekitar satu kilometer ini. Sepanjang jalan itu bisa dilihat berbagai macam toko di pinggir jalan. Mulai dari toko pakaian, mainan anak anak, sampai segala macam souvenir khas London bisa dibeli di toko dan di kios kaki lima yang tersebar di Oxford Street. Harganya tentu saja lebih murah dibandingkan harus membeli di mall.

Nah, bila ingin ke London, Malaysia Airlines siap membawa Anda terbang ke sana. Malaysia Airlines terbang dari Kuala Lumpur ke London 14 kali seminggu, Paris 7 kali seminggu, Armsterdam 7 kali seminggu, Frankfurt 6 kali seminggu, dan Roma 3 kali seminggu. Tercatat juga Malaysia Airlines menghubungkan Kuala Lumpur dan Jakarta 40 kali seminggu, Bali 21 kali seminggu, Surabaya 7 kali seminggu, Medan 12 kali seminggu dan Yogyakarta 3 kali seminggu. Untuk mempermudah calon penumpang, Malaysia Airlines menyediakan layanan pusat reservasi atau menghubungi travel agen Anda. (Sumber: Seputar Indonesia, 24 Maret 2011, Gambar: Aisha)

4178 Total Views 1 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

One Response

  1. cputriarty October 6, 2014

Leave a Reply