Makutharama Di Museum Purna Bhakti Pertiwi

Seperti umumnya museum lainnya, Museum Purna Bhakti Pertiwi di Jalan Taman Mini I, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, paceklik tamu. Rata-rata pengunjung per hari hanya puluhan orang, meski saat liburan sekalipun.

Entah apakah sepinya Museum Purna Bhakti Pertiwi itu karena masih beraura politis, tetapi yang pasti hingga kini museum-museum di Indonesia sebagai wahana edukasi memang masih dikirikan masyarakat.

Bagi Anda yang belum pernah ke Museum Purna Bhakti Pertiwi, sesekali cobalah melihat-lihat koleksi ribuan benda dan cendera mata milik mantan presiden Soeharto yang diperoleh selama berkuasa. Singkirkan segala pikiran kecuali satu, menikmati koleksi yang pada umumnya berupa karya seni tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri. Anda pasti akan geleng-geleng kepala takjub.

Di samping cendera mata dan bintang jasa yang tertata rapi dalam bangunan utama bertingkat tiga, ada satu ruang eksklusif yang diberi nama ruang Astabrata. Di situ terpampang sanggit wayang kulit yang menceritakan lakon turunnya Wahyu Makutharama.

Dalam dunia pedalangan Wahyu Makutharama adalah lakon yang berisi ajaran Astabrata yang diberikan begawan Kesawasidi kepada Arjuna, penengah Pandawa. Kesawasidi yang aslinya Prabu Kresna itu merupakan titisan Wisnu, dewa pemelihara jagat.

Lakon Astabrata juga diperkelirkan dalam epos Ramayana. Yakni, ketika Ramawijaya memberi ajaran Astabrata kepada adiknya, Barata, sebelum menjadi Raja Ayodya. Ilmu Astabrata juga diberikan Ramawijaya kepada Gunawan Wibisana sebelum naik tahta di Alengka menggantikan kakaknya, Rahwana.

Dalam sastra Jawa kuno, uraian Astabrata dikenal melalui kakawin Ramayana atau serat Rama. Penggambaran watak-watak raja (pemimpin) itu juga ditemukan dalam kitab Negara Kertagama karya Mpu Prapanca di Majapahit pada masa Prabu Hayam Wuruk.

Delapan Watak Utama

Pada intinya Astabrata adalah ajaran delapan watak alam yang perlu dilakukan seseorang yang menjadi pemimpin. Ini bisa dijadikan sebagai salah satu wahana pendidikan kepemimpinan bagi siapapun.

Kedelapan watak itu adalah:

1. Watak Bumi (digambarkan dengan Betara Wisnu)

    Bumi memberi hasil kepada siapapun yang mengolah dan memeliharanya. Pemimpin hendaknya murah hati dan senantiasa tidak mengecewakan rakyat.

    2. Watak Angin (Bayu)

      Angin selalu berada di segala tempat. Pemimpin hendaknya selalu berada dekat dengan rakyat, sehingga mengetahui keadaan dan keinginan yang dipimpin.

      3. Watak Samudra (Baruna)

        Samudera bersifat luas dan menyegarkan. Pemimpin hendaknya menempatkan semua rakyatnya pada derajat dan martabat yang sama, sehingga dapat berlaku adil, bijaksana dan penuh kasih sayang terhadap rakyatnya.

        4. Watak Bulan (Ratih)

          Keberadaan bulan senantiasa indah dan menerangi kegelapan. Pemimpin hendaknya sanggup membangkitkan semangat rakyat ketika sedang menderita kesulitan.

          5. Watak Matahari (Surya)

            Matahari adalah sumber kehidupan. Pemimpin hendaknya mampu menumbuhkan daya hidup rakyat.

            6. Watak Angkasa (Indra)

              Langit mempunyai keluasan yang tak terbatas. Pemimpin hendaknya mempunyai keluasan batin dan kemampuan mengendalikan diri yang kuat dan mampu menampung semua pendapat rakyatnya.

              7. Watak Api (Brahma)

                Api memiliki kemampuan menghancurleburkan segala sesuatu. Pemimpin hendaknya berani menegakkan hukum dan kebenaran secara tegas dan tuntas tanpa pandang bulu.

                8. Watak Bintang (Ismaya)

                  Bintang senantiasa dapat menjadi pedoman arah. Pemimpin hendaknya menjadi teladan rakyat.

                  Itulah ajaran Astabrata yang divisualkan secara indah dalam ruang Astabrata di Museum Purna Bhakti Pertiwi. Bagi anak bangsa yang ingin maju menjadi pemimpin, ajaran itu bisa menambah wawasan dan bisa dijadikan bahan renungan sebelum benar-benar menjadi pemimpin. (Ono Sarwono, MI 13 Januari 2011)

                  2455 Total Views 2 Views Today

                  Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

                  comments

                  Leave a Reply