Mampir di Rumah Tradisional Bali

Pulau Bali tidak hanya memiliki alam yang indah, tapi juga budaya yang luhur. Jadi bosan dong kalau ke pantai melulu. Sekali-kali coba mampir ke rumah tradisional Bali. Salah satu rumah tradisional Bali yang cukup terkenal adalah rumah Gede Ngurah yang terletak di Desa Batuan, Kecamatan Sukowati, Kabupaten Gianyar, Bali. Ketika matahari baru terbit, sejumlah wisatawan lokal dan mancanegara sudah mengunjungi rumah tradisional Bali ini. Para wisatawan tertarik dengan keindahan arsitektur Bali dan menurut pengakuan Gede Ngurah, rumahnya ini belum pernah direnovasi sama sekali.

rumah-adat-bali-asli

Sumber gambar dari sini.

Pada pagi hari, dapur berdinding bambu telah mengepul asap dari tungku masak. Seorang wanita yang mengenakan baju khas Bali keluar masuk dapur untuk menyiapkan makanan dalam kemasan-kemasan kecil. Makanan itu ia beri sekuntum bunga lalu diletakkan di beberapa bagian rumah tradisional Bali itu, di antaranya di tempat ibadah dan enam bagian bangunan yang berada di halaman. Sedangkan Anak Agung Gede Ngurah, sang pemilik rumah tradisional Bali ini, sibuk berbicara dengan para pemandu dan wisatawan yang datang. Gede Ngurah kemudian memperlihatkan bagian rumahnya satu per satu.

Selain dapur dan tempat menerima tamu, lahan seluas 1.000 meter persegi itu juga diisi dengan rumah utama, tempat ibadah, bangunan tempat upacara pernikahan dan kematian, serta lumbung. Rumah tradisional Bali memang besar dan terdiri dari beberapa bangunan yang terpisah. Selain itu, ada juga satu bangunan terpisah yang merupakan rumah salah satu anak Gede Ngurah. Masuk dari pintu depan, kamu langsung bisa melihat tiga barisan bangunan. Dua baris bangunan di sebelah kanan dan satu barisan lagi di sebelah kiri. Semua bangunan tertata sangat rapi.

Selain dapur dan rumah utama, rumah tradisional Bali ini masih belum direnovasi sejak pertama dibangun sejak 100 tahun yang lalu. Dindingnya yang berwarna kusam masih utuh tanpa cacat. Halaman rumah diisi dengan kerikil dan batu, yang dihiasi dengan beberapa bunga dan tanaman. Batu-batu yang cukup mengkilap itu menandakan betapa lama usia bangunan ini. Yang istimewanya lagi adalah bagian dapur yang masih beralaskan tanah liat. Alat masak seperti tungku juga dibuat dari tanah. Bahan bakarnya pun kayu sehingga kepulan asap selalu membumbung ketika sedang memasak.

Biasanya para wisatawan yang datang bersama agen perjalanan, sehingga biaya masuk rumah tradisional ini sudah ditangguhkan ke pihak agen. Namun tidak berarti kamu tidak boleh datang sendiri. Sang pemilik rumah tradisional Bali akan dengan senang hati menunggu kedatanganmu.

7485 Total Views 6 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply