Manee; Merentang Janur Melestarikan Budaya

Bila Anda ingin melihat penangkapan ikan dengan cara yang paling unik, Anda bisa menemukannya di Kabupaten Talaud, Sulawei Utara. Jika Anda jalan-jalan ke Manado, jangan lupa singgah ke Kabupaten Talaud. Mane’e adalah nama tradisi penangkapan ikan secara unik di Sulawesi Utara itu. Manee dilakukan oleh orang-orang tua adat di tepi pantai untuk mengail ikan dengan menggunakan mantra-mantra dan janur kelapa serta akar kayu.

Jarang sekali penangkapan ikan di manapun yang dimulai dengan menggiring ikan menggunakan rotan yang diikat janur. Penangkapan ikan ini dilakukan secara beramai-ramai dari kedalaman tiga meter, kemudian ikan-ikan dikurung di lokasi tertentu di pesisir pantai. Peristiwa unik tersebut masih dilakukan masyarakat di pesisir pantai Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara.

Manee Manee; Merentang Janur Melestarikan Budaya

Keunikan peristiwa tersebut telah menyebar di kalangan para petualang di dalam negeri maupun di luar negeri. Bahkan tidak jarang, acara festival Mane’e di Pulau Intata, Kabupaten Talaud, diikuti oleh beberapa peserta dari Jepang. Mereka ingin menyaksikan langsung dan mengikuti seluruh proses penangkapan ikan secara tradisional tersebut. Ternyata keunikan acara Mane’e telah menyebar ke berbagai belahan dunia.

Mane’e memang sebuah tradisi yang sangat istimewa. Salah satunya adalah karena penentuan waktu acara Mane’e ini didasarkan pada perhitungan gerakan bintang dan pasang-surut tertinggi air laut. Lokasi penyelenggaraan acara tradisi Mane’e juga telah disterilkan dari penangkapan ikan biasa. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu pelaksanaan acara Mane’e ini.

Acara Mane’e ini dilakukan di sembilan lokasi penangkapan ikan. Dari sembilan lokasi penangkapan ikan di Pulau Intata dan sekitarnya, satu lokasi di antaranya penangkapan ikan hanya dibolehkan sekali dalam setahun saat acara Mane’e. Delapan lokasi lainnya sterilisasi berlaku selama enam bulan. Luas setiap lokasi berkisar enam sampai delapan hektar. Di luar lokasi pelaksanaan Mane’e, nelayan tetap boleh menangkap ikan sepanjang tahun.

Dalam pelaksanaan Mane’e, ikan-ikan pertama digiring dengan menggunakan janur yang terikat pada rotan. Ikan-ikan tersebut digiring ke sebuah kolam di dekat pantai. Setelah ikan-ikan tersebut masuk ke kolam tersebut, semua warga masyarakat diizinkan menangkapnya dengan tangan. Dilarang menggunakan alat apa pun untuk menangkap ikan, hanya boleh dengan tangan kosong. Hasil tangkapan itu kemudian bisa dibawa pulang dan dikonsumsi di rumah masing- masing.

Seiring dengan perkembangan zaman, Mane’e pun menjadi populer di berbagai pelosok dunia. Semakin banyak yang mempopulerkan acara Mane’e ini. Meskipun ada satu kendala yaitu acara Mane’e ini tidak terjadwal secara pasti. Sehingga Anda harus mencari informasi dulu bulan apa acara Mane’e ini dilaksanakan pada tahun ini. Hal ini justru kemudian menjadikan acara Mane’e ini menjadi lebih istimewa.

Acara Mane’e kemudian berubah menjadi ikon pariwisata di Kepulauan Talaud. Tradisi yang telah berlangsung ratusan tahun itu pastinya tidak dijumpai di daerah lain. Jadi jika Anda jalan-jalan ke Sulawesi Utara, sayang sekali bila Anda melewatkan acara penangkapan ikan yang sangat unik ini. (Foto dari Fenty)

159 Total Views 8 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *