Masjid Raya Amuntai dan Candi Agung Amuntai

Di Kalimantan Selatan, Anda bisa jalan-jalan ke kota Amuntai. Kota Amuntai terletak di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Dari berbagai kota di Indonesia, Anda bisa naik pesawat terbang menuju Bandara Syamsudin Noor, Kota Banjarmasin. Di kota Amuntai, Anda dapat menemui monumen Bebek Alabio sebagai ciri khas kota. Agar jalan-jalan Anda berjalan lancar di Kota Amuntai ini sebaiknya Anda menyewa mobil travel yang biasanya juga menyediakan seorang pemandu  wisata yang mengetahui segala macam tentang wisata Kota Amuntai.

Satu tujuan wisata di Kota Amuntai yang harus Anda datangi adalah Masjid Raya Amuntai. Masjid Raya Amuntai menjadi kebanggaan warga Kota Amuntai karena kemegahannya. Masjid Raya Amuntai dikelilingi dengan taman yang cukup luas dan hijau, sehingga banyak orang bisa duduk-duduk sambil menikmati kemegahan Masjid Raya Amuntai. Masjid ini terkenal unik karena masjid ini mempunyai sebuah pintu gerbang yang didominasi dengan warna cokelat. Untuk memperlihatkan kekhasan adat Kalimantan Selatan, atap masjid ini berbentuk sama seperti atap rumah adat Kalimantan Selatan.

Tujuan wisata berikutnya yang wajib Anda kunjungi di Kota Amuntai adalah Candi Agung Amuntai. Candi ini menjadi salah satu tujuan wisata yang paling favorit bagi masyarakat Kota  Amuntai. Candi Agung Amuntai terletak di Kecamatan Amuntai Tengah, tepatnya di Desa Sungai Malang. Candi ini dibangun oleh Empu Jatmika pada abad ke XIV Masehi.  Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Negaradipa. Dalam perkembangannya, Kerajaan Negaradipa  melahirkan Kerajaan Daha di Negara dan Kerajaan Banjarmasin. Kerajaan Hindu Negaradipa berdiri pada tahun 1438 di persimpangan tiga aliran Sungai, yaitu Sungai Tabalong,  Sungai Balangan, dan Sungai Negara. Cikal bakal Kerajaan Banjar itu diperintah oleh Pangeran Surianata dan Putri Junjung Buih dengan kepala pemerintahan Patih Lambung Mangkurat. Kerajaan Negaradipa kemudian berkembang menjadi Kota Amuntai ini.

Candi yang diperkirakan telah berusia 741 tahun ini dibangun dengan bahan material batu dan kayu. Meski sudah hampir berumur 7,5 abad, kondisi Candi Agung masih sangat kuat. Di Candi Agung Amuntai, Anda bisa menemukan beberapa benda peninggalan sejarah yang usianya kira-kira sekitar 200 tahun SM. Material batu yang digunakan untuk mendirikan candi ini pun masih terdapat di sekitar lokasi candi ini. Batu yang digunakan untuk membangun Candi Agung Amuntai sekilas mirip sekali dengan batu bata merah biasa. Namun bila disentuh, batu ini terasa lebih berat dan lebih kuat dari batu bata merah biasa.

Banyak wisatawan yang datang ke Candi Agung Amuntai untuk jalan-jalan sembari belajar tentang sejarah kerajaan yang dahulu terdapat di Kota Amuntai. Ada pula wisatawan yang mengunjungi candi ini dengan tujuan untuk berziarah. Di areal Candi Agung Amuntai ini memang terdapat pemakaman kuno. Kalau Anda berkunjung ke Kota Amuntai, Anda harus meluangkan waktu untuk melihat candi peninggalan Kerajaan Negaradipa ini.

Setelah mengunjungi Masjid Raya Amuntai dan Candi Agung Amuntai, Anda bisa menikmati suasana senja di Kota Amuntai. Bila senja mulai menghampiri kota ini, warna langit pun perlahan mulai berubah menjadi kuning keemasan. Lampu-lampu kota mulai dinyalakan satu per satu dan terlihat suasana Kota Amuntai pada malam hari. Penataan lampu warna-warni yang sedemikian rupa menjadikan Kota Amuntai indah dengan suasana damai.

3705 Total Views 1 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply