Menanti Kekasih di Pantai Menganti, Kebumen

Ada banyak mitos yang bisa Anda dapatkan ketika bertanya pada penduduk di sekitar Pantai Menganti, Ayah, Kebumen, Jawa Tengah. Konon seorang panglima perang Majapahit melarikan diri ke pantai selatan karena hubungannya dengan kekasihnya tidak direstui oleh orangtuanya. Keduanya kemudian berjanji untuk bertemu di tepi samudera berpasir putih. Sepanjang hari sang panglima perang menunggu di atas bukit kapur namun sang kekasih tak juga datang.

Bukit kapur itu masih ada sampai sekarang dan bisa Anda lihat ketika Anda mengunjungi Pantai Menganti yang cukup tersembunyi ini. Kisah romantis sang panglima perang itu seolah melengkapi suasana romantis pemandangan luasnya pasir putih yang dikepung bukit-bukit kapur. Orang-orang menyebut Pantai Menganti sebagai “surga tersembunyi di balik gunung kapur”. Ya, Pantai Menganti ini memang masih belum tersentuh peradaban modern, pantainya masih alami.

Untuk mencapai pantai ini, Anda memang harus sedikit berusaha karena Anda harus menempuh medan terjal dengan menaiki dan menuruni jalanan bukit kapur. Oya, misalkan dari Jakarta, Anda bisa naik kereta api ke arah Jogja lalu turun di Stasiun Gombong. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan bus menuju Pantai Logending (Pantai Ayah) dengan tarif Rp. 10.000,-. Dari Pantai Logending, Anda bisa naik ojek dengan tarif Rp. 10.000,-.

Namun jika Anda datang bersama teman-teman, Anda bisa mencarter angkot dengan biaya Rp. 100.000,- pulang-pergi. Meskipun sampai saat ini belum ada penginapan atau hotel di sekitar Pantai Menganti, beberapa warga Desa Karangduwur menawarkan jasa penginapan dengan sistem homestay, tarifnya sekitar Rp. 150.000,- sampai Rp. 375.000,- tergantung fasilitasnya. Jika sudah sampai di pantai ini, capeknya perjalanan akan langsung terbayar dengan pemandangan yang indah.

Pantai Menganti merupakan satu-satunya pantai berpasir putih di Kebumen, sementara Pantai Logending, Karangbolong, Petanahan, dan Suwuk semua memiliki pasir berwarna hitam. Sebelum memasuki area Pantai Menganti, Anda akan dipungut biaya masuk sebesar Rp. 2.000,-. Di pantai ini, Anda bisa menikmati pasir putih dengan bongkahan-bongkahan terumbu karang yang indah.

Anda bisa melihat pemandangan dari atas mercusuar yang terletak di sisi Timur dari pantai ini. Pantai ini tidak dipisahkan dengan tempat pendaratan perahu nelayan sehingga Anda bisa berinteraksi dengan nelayan-nelayan yang akan atau pulang dari mencari ikan. Jika ombak relatif tenang, Anda bisa berselancar di Pantai Menganti ini. Seperti panglima perang Majapahit yang terus menanti kekasihnya di bukit kapur, Pantai Menganti juga selalu menanti kedatangan Anda. [G]

9506 Total Views 3 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply