Menanti Matahari Terbit di Puncak Gunung Bromo

Sekedar melihat momen matahari terbit mungkin sudah menjadi hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari. Namun momen tersebut akan sangat berkesan jika dinikmati sambil merasakan dinginnya suasana di atas puncak gunung. Dan tak perlu harus ke Pegunungan Alpen di Swiss, kita punya Gunung Bromo yang terkenal sampai ke mancanegara. Suasana udara dingin langsung terasa begitu Anda sampai di kaki Gunung Bromo ini.

Suhu udara rata-rata berkisar 10 derajat Celcius, bahkan bisa mencapai minus beberapa Celcius pada malam hari. Saking inginnya orang melihat matahari terbit, sejak malam hari sudah banyak pengunjung yang mulai mendaki ke atas gunung. Para pengunjung ini harus sedikit berusaha ketika harus mendaki Pananjakan yang merupakan puncak tertinggi dari Gunung Bromo. MedanĀ  yang cukup berat menuntut Anda untuk selalu siap dan berhati-hati.

Sebelum mencapai Pananjakan, Anda harus melewati sebuah gurun yang rentang membuat Anda tersesat. Untungnya, banyak kendaraan off-road yang disewakan. Sehingga Anda tidak perlu takut tersesat karena sopirnya adalah orang setempat. Jika sudah sampai di kaki Pananjakan, Anda bisa menemui toko-toko yang menjual makanan, minuman hangat, dan baju hangat. Anda juga bisa mendekati api unggun untuk menghangatkan tubuh Anda.

Jika sedang beruntung dan langit sedang cerah, Anda akan memperoleh pengalaman melihat sunrise yang menakjubkan di puncak Gunung Bromo. Anda dapat melihat matahari yang awalnya hanya sekecil pentul korek api hingga menjadi bulat sempurna. Selain itu, Anda juga bisa melihat beberapa gunung yang ada di sekitarnya, seperti Gunung Batok dan Gunung Semeru. Melihat indahnya pemandangan sunrise tersebut tentu tidak rugi jika harus rela menunggu sejak dari malam hari. [G]

6278 Total Views 6 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply