Mengenal Jenis “Tedong”, Lambang Kemakmuran Orang Toraja

August 8th, 2013 dalam kategori Sulawesi Selatan ditulis oleh 0 Comments | 1,297 kali dibaca |

Jika di daerah kamu, uang dan harta benda bisa menjadi lambang kemakmuran. Di Tanah Toraja, lambang kemakmuran hanya dilihat dari kerbau yang dimilikinya. Di Tanah Toraja, kerbau dirawat dan dimanja selayaknya hewan kesayangan. Apalagi kalau kerbaunya termasuk jenis Bonga Saleko yang merupakan campuran warna hitam dan putih. Kerbau jenis Bonga Saleko ini dirawat layaknya mobil mewah yang tak boleh lecet atau terkena debu.

Perlakuan istimewa orang Toraja pada kerbau ini didasarkan pada keyakinan Aluk Todolo yang menyatakan bahwa kerbau adalah kurban paling istimewa dan menentukan tingkat upacara pemakaman seseorang. Mereka percaya bahwa kerbau yang disembelih akan menjadi kendaraan bagi arwah orang yang sudah meninggal. Nah, tanduk setiap kerbau yang dikorbankan akan dipanjang di depan rumah. Semakin tinggi pajangan tanduk kerbau itu maka semakin tinggi kasta pemilik rumah.

Sama seperti si pemilik rumah, tedong yaitu kerbau yang akan dikurbankan juga memiliki kasta tersendiri. Dan berikut adalah jenis-jenis tedong yang dikenal di Tanah Toraja.

1. Tedong Bonga

Tedong Bonga adalah kerbau dengan warna kombinasi antara warna hitam dan putih. Kerbau Bonga dianggap sebagai kerbau dengan kasta tertinggi. Selain karena istimewa, Tedong Bunga ini jumlahnya tidak banyak sehingga harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Sejak dari kecil, Tedong Bonga sudah dijaga karena harganya sangat mahal. Tedong Bonga ini memiliki beberapa variasi antara lain Saleko (warna hitam dan putih seimbang), Randan Dali’ (alisnya warna hitam), Takinang Gayang (punggungnya berwarna hitam seperti parang panjang).

2. Tedong Pudu

Tedong Pudu lebih didominasi dengan warna hitam. Jenis kerbau ini biasanya dijadikan kerbau sembelihan dan kerbau aduan karena badannya besar dan kekar. Tedong Pudu biasanya digunakan dalam acara Ma’palisaga yang merupakan salah satu rangkaian upacara Rambu Solo. Upacara Rambu Solo selalu ramai didatangi penonton karena kerbau yang menang akan naik harga jualnya. Tedong Pudu juga memiliki beberapa jenis yaitu Balian (tanduknya sempurna), Pudu’ (warnanya hitam legam), dan Todik (kerbau hitam dengan bintang putih di atas kepalanya). Semahal-mahalnya Tedong Pudu tetap tak bisa menyaingi mahalnya Tedong Bonga.

3. Tedong Sambao

Tedong Sambao merupakan jenis kerbau paling murah. Tedong Sambao berwarna abu-abu atau putih seperti kebo bule di Solo. Berbeda dengan kebo bule di Solo yang dikeramatkan, Tedong Sambao justru sebaliknya, dianggap kerbau murahan.

 

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply