Mengenal OrangUtan, People of the Forest

Tanjung Puting 18

Nama ilmiah orangutan yang hidup di daratan Kalimantan adalah Pongo pygmaeus. Orangutan ini sedikit berbeda dengan yang hidup di daratan Sumatera yang memiliki nama latin Pongo abelii. Meskipun hidupnya di Indonesia dilindungi oleh Undang-undang tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya, tetapi spesies ini dalam keadaan genting (endangered) di alam bebas.

Pemangsa orangutan diantaranya harimau dan ular pythons. Tetapi pemangsa utamanya ya kita ini, manusia. 😥 Status genting diambang kepunahan tersebut membuat orangutan dan semua bagiannya (daging, kulit, ataupun rambut) tidak boleh diperdagangkan.

Lalu, kenapa sih, orangutan mesti tetap ada di dalam hutan?

Orangutan, membantu menjaga keseimbangan ekosistem di dalam hutan dengan cara menyebarkan biji tanaman. Dengan sifat orangutan yang hidupnya di pohon dan daya jelajah hingga 2 kilometer per hari, maka kelestarian tumbuhan tertentu bergantung dari ada atau tidaknya orangutan ini.

Sebaliknya pula, sebagai habitatnya, hutan hujan tropis ini juga menjadi tempat hidup dan penyuplai makanan utama bagi orangutan yang tinggal di dalamnya. Meskipun termasuk ke dalam jenis omnivora, orangutan lebih banyak memakan buah-buahan dan tumbuhan, bahkan bisa mencapai 90% dari makanannya adalah buah. Daun, bunga, serangga dan kulit pohon adalah makanan lainnya bagi orangutan.

Tanjung Puting 35

Orangutan beraktifitas layaknya manusia juga, bangun di pagi hari, dan tidur saat matahari terbenam di dalam sarang mereka. Orangutan juga hamil selama 8 hingga 9 bulan, mirip dengan manusia, dan melahirkan satu ekor bayi, jarang ada kelahiran kembar. Menyusu pada induknya selama hampir tiga tahun, anak orang utan akan mengikuti ibunya selama 6 hingga 7 tahun, dan ibunya akan melahirkan kembali setelah 8 tahun. Di alam bebas, seekor orangutan bisa hidup sekitar 50 tahun, bahkan hingga 60 tahun. Yang betina akan tumbuh dewasa setinggi 1,3 meter, sedangkan yang jantan setinggi 1,8 meter.

Orangutan jantan memiliki tubuh jauh lebih besar daripada betinanya, seberat hingga 100 kilogram. Sedangkan betina hanya berkisar antara 40 hingga 50 kilogram saja. Suara orangutan jantan bisa terdengar sampai jarak setengah kilometer di dalam hutan. Orangutan jantan akan tumbuh janggut dan kumisnya ketika semakin dewasa. Lehernya akan menjadi berkantong dan pipinya semakin lebar. Jumlah orangutan di daratan Kalimantan sekarang ini adalah sekitar 30 ribu ekor.

Kok, cuman sedikit?

Alasan utamanya, karena mereka semakin terdesak habitatnya. Rumah tinggal mereka, hutan, hancur. Ditambah dengan penangkapan liar dan juga pembunuhan. Seekor orangutan perempuan biasanya melahirkan satu anaknya setiap delapan tahun sekali. Dan bayi orangutan akan tetap diasuh oleh orangtuanya hingga usia 11 atau 12 tahun.

Lingkaran setan pembunuhan dimulai ketika manusia mulai merambah hutan, melakukan pembangunan di habitat asli orangutan. Karena rumah dan tempatnya mencari makan sudah tidak ada lagi, terpaksa orangutan akan mencari makan di perkebunan milik masyarakat. Karena dianggap “merusak“, maka orangutan akan “dibasmi“. Hiks. 😥

Tanjung Puting 36

Cerita kelam pembantaian orangutan di Kalimantan terjadi antara tahun 2009-2011, di mana masyarakat lokal menyebutkan bahwa mereka mendapatkan imbalan hingga 1 juta rupiah dari perusahaan kelapa sawit jika berhasil membunuh satu orangutan. Dan mirisnya, kemungkinan tidak kurang dari 750 ekor orangutan yang dibantai karena dianggap merusak perkebunan.

Trus, bagaimana?

Untuk melestarikan dan menjaga populasi orangutan, yang paling utama tentu saja dengan menjaga hutan alami tempat tinggalnya.

Jika kita melakukan perjalan wisata ke tempat tinggal orangutan ini ada beberapa hal yang perlu diingat supaya tidak ‘merusak‘ habitat hidupnya. Pastikan kita tidak melewati tali pembatas yang telah dipasang oleh pengelola di feeding station. Kita tidak boleh memberi makan orangutan dan dilarang makan dan minum di depan orangutan, karena akan ‘mengganggu‘ kebiasaan makan mereka.

Akan lebih baik lagi kalau kita turut berperan aktif dalam kampanye pelestarian orangutan ini, dan juga ambil bagian menjadi donatur. 🙂

Tertarik traveling menjumpai orangutan? Lihat video berikut, dijamin makin ngiler!

Bacaan:
1. Khulfi.
2. Save Orangutan.
3. WWF.
4. Orangutancentre.

7300 Total Views 3 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply