Menghabiskan Senja Bersama Nelayan Rebon

Seperti biasa, tak ada banyak informasi yang bisa didapat, jika bertanya pada orang asing. Atau, saya saja yang mungkin tak berbakat menjadi seorang wartawan. Maka, saya biarkan saja bapak itu melanjutkan pekerjaannya tanpa perlu saya ganggu-ganggu lagi dengan pertanyaan-pertanyaan saya. Jaringnya kembali dimasukkan ke air, sambil disedotnya rokok kretek di ujung tangannya dalam-dalam.

Nelayan Rebon Cirebon

Padahal, pertanyaan saya sederhana saja. Ini rebon ya? Sehari dapat berapa kilo, Pak? Langsung dijual, atau dibikin jadi terasi? Yah, sejenis itulah. Saya memang pengen tahu. Meskipun jika dilihat dari bakul yang dibawa, dengan mengira-ngira saja muatannya, tak akan lebih dari lima kilogram rebon yang akan berhasil ditangkapnya. Padahal setelah saya mencari tahu, harga satu kilogram udang rebon basah hanya Rp. 3.000,- Duh!

Semoga saja saya salah menebak. Atau, ini hanyalah pekerjaan sampingannya, dan dikumpulkan hasilnya di rumah untuk dikeringkan sehingga harganya akan menjadi Rp. 15.000,- per kilogram. Bukan ditangkap hari ini, dijual hari ini pula untuk makan. Lamunan saya terpecah ketika jaring mulai diangkat ke permukaan. Hanya tampak titik-titik kecil melompat-lompat di atas jaring yang luas. Tangan nelayan itu dengan sabar menangkap hewan halus itu untuk dipindahkan ke dalam bakul.

Nelayan Rebon di Pantai Cirebon

Buat saya menyenangkan bisa menghabiskan senja di tepi pantai Cirebon bersama nelayan penangkap udang. Belajar ketelatenan dengan mengumpulkan hasil sedikit demi sedikit, dan mensyukuri hasilnya meski tak banyak. Ah, kapan saya bisa memiliki kesempatan seperti ini lagi?

Nelayan Cirebon

6058 Total Views 12 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply