Menjelajahi Benteng Fort Marlborough Bengkulu

Ketika pertama kali mendarat di Bandara Fatmawati-Soekarno Bengkulu, yang saya pikirkan adalah bagaimana agar langsung sampai ke Benteng Marlborough. Check-in ke hotel nanti sajalah, pengen langsung menyambangi benteng Inggris yang bersejarah itu. Benteng ini terletak di Kampung Cina, di pinggir kota Bengkulu gitu. Dari bandara, saya naik angkot menuju Pasar Panorama dan dilanjutkan dengan angkot menuju Kampung Cina.

Saya turun di Monumen Thomas Parr, lokasinya dekat dengan Benteng Marlborough. Tapi karena waktu itu sudah lapar jadi mampir dulu di warung untuk makan lontong. Pas makan lontong, saya dikasih tahu kalau di Kampung Cina itu bukan cuma sebutan, tapi benar-benar ada. Setelah makan saya malah penasaran sama Kampung Cina yang letaknya dekat dengan Benteng Marlborough.

Ternyata Kampung Cina di Bengkulu itu sangat sepi, mungkin para penduduknya berdagang semua. Jadi rumah-rumah di Kampung Cina itu dijadikan gudang dan ada juga yang dijadikan rumah burung walet. Ada juga sebuah vihara yang berdiri di tengah-tengah ruko itu. Akhirnya saya melangkahkan kaki ke Benteng Marlborough. Saya masuk lewat samping dan inilah pemandangan Benteng Marlborough itu.

Benteng Marlborough Bengkulu

Benteng Marlborough Bengkulu

Benteng Marlborough yang sudah berumur lebih dari tiga abad ini terlihat masih kokoh bangunannya. Setelah melihat-lihat dari samping, akhirnya saya muter lewat depan. Di dekat pintu gerbang itu ada beberapa petugas museum yang sedang berjaga. Saya kenalan dengan Riki, warga setempat yang ikut menjaga benteng ini. Sepertinya sih bukan petugas resmi karena tidak pakai seragam.

Tapi sehari-hari Riki ikut membantu pekerjaan para petugas. Karena waktu itu hari kerja, tidak banyak pengunjung yang datang. Hanya ada beberapa keluarga yang datang dari luar kota. Karena Benteng Marlborough ini menjadi ikon wisata Bengkulu, hampir setiap orang datang dari luar kota selalu mengunjungi benteng ini.

Saking asiknya ngobrol, Riki malah mempersilahkan saya masuk Benteng Marlborough Bengkulu tanpa perlu membayar tiket masuk. Hehehe. Saya tahu tiket resminya Rp. 5.000,-, jadi saya masukkan saja duitnya ke dalam kotak amal di dekat mushola benteng. Oh ya, Riki ini juga menyediakan penginapan buat backpacker lho, kalau mau ke Bengkulu bisa kontak langsung Riki di nomor 081271516000. Saya sih enggak nginap di tempat Riki karena sudah booking hotel duluan.

Benteng Marlborough Bengkulu

Benteng Fort Marlborough Bengkulu

Akhirnya saya masuk Benteng Marlborough yang dibangun pada masa kepemimpinan Gubernur Joseph Collet ini. Foto di atas adalah foto dari dalam benteng, itu Riki dan teman-teman sedang duduk-duduk. Pintu gerbang itu katanya sih masih asli dari dulunya. Di dekat gerbang itu ada beberapa prasasti dan ada satu kuburan, beneran kuburan salah satu pejabat Inggris gitu, saya lupa namanya.

Lepas dari gerbang itu, Benteng Marlborough memiliki parit besar yang memisahkan bagian gerbang. Ada sebuah jembatan sih. Kebayang deh dulunya benteng ini pasti kuat banget, pintu gerbang aja sudah kuat banget. Lawan Inggris pasti susah masuk benteng ini karena paritnya besar banget, sudah kayak sungai. Belum lagi pintu gerbang kedua di dalamnya.

Benteng Marlborough Bengkulu

Benteng Fort Marlborough Bengkulu

Benteng Fort Marlborough Bengkulu

Setelah melewati gerbang kedua, ada beberapa ruangan yang dulunya digunakan untuk berbagai keperluan pemerintahan Inggris. Jadi sejarahnya, Benteng Marlborough Bengkulu ini dibangun untuk menjadi pusat pemerintahan kolonial Inggris. Nama benteng ini diambil dari nama pahlawan Inggris, John Churchil, Duke of Marlborough I. Pembangunannya dimulai tahun 1713 sampai 1719.

Seperti benteng Inggris lainnya, Benteng Marlborough ini juga dibangun di tepi laut yang langsung menghadap ke Laut Tapak Paderi. Dari atas benteng itu, pasukan Inggris bisa langsung menyerang musuh-musuhnya yang berasal dari kota Bengkulu maupun yang berasal dari arah laut. Sungguh benteng yang sangat kuat. Tahun 1825, Inggris ‘menukar’ Bengkulu dengan Singapura yang waktu itu milik Belanda. Setelah itu, Benteng Marlborough dikuasai Belanda.

Benteng Fort Marlborough Bengkulu

Benteng Fort Marlborough Bengkulu

Benteng Fort Marlborough Bengkulu

Beberapa catatan penting seperti dokumen foto dan potongan koran masih tersimpan rapi di dalam bangunan benteng ketika saya datang. Setelah itu, saya naik ke bagian tas benteng, dari situ saya bisa melihat ke sekeliling dan saya membayangkan kalau dulunya tentara Inggris sangat mudah menembak lawan dari posisi itu. Di beberapa sudut benteng masih ada meriam, beberapa lagi sudah tidak ada.

Konon dulunya ada banyak sekali meriam di Benteng Marlborough ini. Jumlahnya bisa ratusan, sayangnya sekarang hanya tinggal beberapa. Orang-orang tidak bertangung jawab telah mencuri meriam-meriam bersejarah itu. Beberapa meriam juga diletakkan di bagian tengah benteng. Yang paling keren sih menurut saya sih meriam yang langsung menghadap ke arah laut ini. Mungkin dulunya ini adalah meriamnya Arsenal FC. Hehehe.

Benteng Fort Marlborough Bengkulu

 

7589 Total Views 21 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply