Menyambangi Taman Purbakala Ki Gede Ing Suro di Sumatera Selatan

Jika diselidiki ternyata bumi Indonesia memiliki banyak khasanah sejarah dan budaya yang menjadi bukti awal mula peradaban khas kesukuan itu timbul. Khususnya khas Melayu yang muncul dari awal mula Palembang berdiri dengan berbagai sejarah kerajaannya. Di Palembang, ada satu kompleks pemakaman yang menjadi sejarah Palembang yang paling tua, yaitu Makam Ki Gede Ing Suro. Terletak di 3 ilir Palembang merupakan pekuburan islam dari pertengahan abad ke 16. Terdapat 8 bangunan yang berisi 38 kuburan dalam kompleks tersebut.

Di antaranya Makam Ki Gede Ing Suro yang merupakan awal mula berdirinya raja-raja Palembang. Jika anda tahu ternyata sebelumnya Palembang diperintah oleh Majapahit kemudian jatuh ke pemerintahan Sriwijaya dan terakhir sebelum jatuh ke tangan penjajah, Palembang diperintah oleh Kesultanan Palembang Darussalam. Kemudian Hukum Islam diterapkan dalam aturan tatanegara dan ekonomi.

Ki Gede Ing Suro merupakan tokoh utama dibalik berdirinya Kesultanan Palembang Darussalam. Beliau (alm) merupakan salah satu orang penting di Demak. Setelah wafat pada tahun 1587, beliau dimakamkan di sebuah daerah yang kini berada di Kelurahan I Ilir, kota Palembang. Setelah beliau dimakamkan, berturut-turut dimakamkan para pembesar Demak lainnya dan keluarganya. Kompleks pemakaman ini kemudian dikenal sebagai Taman Purbakala Ki Gede Ing Suro.

Jika anda mencoba ke kompleks taman purbakala ini, makam berupa bangunan fondasi yang terdiri dari tiga bangunan utama. Bangunan pertama memiliki luas 54 meter persegi, dengan tinggi 1,2 meter. Bangunan ini berdiri di atas dua lapik, lapik pertama berukuran 7 meter x 3,7 meter. Lapik kedua berukuran 16 meter x 11 meter. Di atasnya berdiri batur dengan tangga masuk yang berada di sisi selatan. Pada dinding batur terdapat panil berbentuk bujursangkar berpola hias geometris. Pada teras makam terdapat dua nisan dari kayu persegi pipih.

Anda bisa melihat lebih jauh setelah datang ke kompleks taman purbakala ini. Bentuk dan struktur makam yang unik. Untuk bisa menjangkau lokasi ini, akan dijelaskan bagaimana menempuh jarak ke lokasi dari pusat Palembang. Jaraknya sekitar 8 kilometer dari pusat kota Palembang. Dari jarak sejauh itu, anda bisa menempuh tidak sampai 10-20 menit dengan kendaraan, seperti mobil, angkot, bus, dan sebagainya. Di sini fasilitas yang disediakan hanyalah taman rekreasi mini dan juga kantin mini. Tentu taman ini sebagai tempat beristirahat sehabis berziarah ke makam-makam yang ada di kompleks ini. Jadi anda jangan khawatir untuk tidak membawa bekal atau peralatan untuk nyekar. Walaupun makam ini terawat, tapi banyak fasilitas yang sudah rusak. Pemerintah belum memugarnya lagi.

Selain anda dapat berziarah, khusus pengunjung muslim, karena merupakan lokasi pemakaman muslim sehingga nuansa makam muslim kental disini. Anda juga belajar sejarah bagaimana Nusantara dulu sangat kental dengan memperebutkan kekuasaan (pada jaman kerasaan) sebelum penjajah datang. Namun setelah penjajah datang, mulailah adanya persatuan karena persamaan nasib yang dimiliki. Bagi anda bisa menginap di pusat kota Palembang. Hotel- hotel berbintang seperti Hotel Novotel, Hotel Sandjaja, Hotel Horison, menjadi pelengkap bagi anda yang menikmati liburan di Palembang dengan lebih lengkap.

Untuk bisa mengakses Palembang. Ada dua transportasi yaitu dengan melalui darat dan juga udara. Untuk melalui darat anda bisa naik bus, apalagi jarak bisa di tempuh dari Jakarta dengan menyebrangi selat sunda. Namun dengan udara, anda bisa melewati bandara di Palembang. Selamat menikmati liburan sejarah di Palembang, ke Taman Purbakala Ki Gede Ing Suro. (him, Gambar: Zonakito)

7735 Total Views 6 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply