Menyusuri Jejak Komodo Yang Tersisa

Pulau Komodo menjadi perbincangan hangat belakangan ini karena masuk ke dalam daftar calon 7 keajaiban dunia. Berlokasi di Nusa Tenggara Timur, anda bisa menuju ke sana melalui Labuan Bajo, Manggarai Barat. Dari Bali atau dari Kupang, anda bisa mengambil penerbangan ke Labuan Bajo.

Dari Labuan Bajo, dapat dilanjutkan dengan kapal, speed boat atau perahu klotok. Perjalanan tergantung kapal yang digunakan, selama dua sampai lima jam perjalanan. Tiket masuk ke Pulau Komodo adlah Rp. 75.000,- untuk wisatawan lokal atau US$ 15 untuk turis dari mancanegara. Di Pulau Komodo sendiri, Anda bisa mengikuti tour dengan jarak pendek, menengah, atau panjang.

Keindahan dan eksotisme Pulau Komodo tentunya sudah tidak perlu Anda ragukan lagi. Pulau dengan penghuni sisa-sisa pubakala dan satu-satunya di dunia ini, memiliki pantai yang airnya biru jernih dan sangat indah. Pulau Komodo berstatus sebagai Taman Nasional.

Luas Pulau Komodo adalah 1.817 km persegi. Komodo, yang oleh penduduk dunia dijuluki sebagai “Komodo Dragon” ini, disebut “Ora” oleh penduduk lokal. Bernama latin Varanus Komodoensis, pertama kali dikenalkan oleh Peter A. Ouwens pada tahun 1912. Tubuh Komodo bisa mencapai dua hingga tiga meter tingginya, dengan berat 70 sampai 100 kg. Habitatnya tempat yang kering di daerah sabana hutan hujan tropis. Makanan Komodo adalah daging babi hutan, rusa atau kambing.

Komodo memiliki bakteri mematikan dalam air liurnya, sehingga jangan sampai terkena gigitan Komodo saat jalan-jalan. Kemampuan Komodo sangat mengagumkan, karena bisa berenang, menyelam, bahkan memanjat pohon! Saat ini jumlah Komodo yang ada sekitar 4 ribu ekor, namun yang memiliki kemampuan berkembang biak hanyalah 100 ekor saja. Komodo berkembang biak dengan bertelur, tetapi juga bisa bertelur tanpa dibuahi oleh Komodo jantan (partenogenesis). Sayangnya, kemampuan partenogenesis juga semakin menurun karena kualitas lingkungan yang semakin tidak mendukung.

Treking melintasi alam Pulau Komodo dengan jarak pendek, sedang dan jauh, tidak menjamin Anda bisa bertemu dengan Komodo dalam perjalanan tersebut. Tetapi jika sedang beruntung, Anda dapat menjumpai komodo yang sedang berjemur, atau sedang menyantap makanannya, dan jika datang pada bulan Mei sampai dengan Agustus, Anda berkesempatan melihat secara langsung perkawinan Komodo.

Selain treking, pantai di Pulau Komodo sangat menantang untuk ditaklukkan dengan berbagai olahraga air. Pertemuan arus di pantainya menjadikan ekosistem lautnya sangat beragam dan kaya. Banyak sekali spesies ikan dan terumbu karang yang hidup di bawah lautnya.

Karena Pulau Komodo telah menjadi daerah tujuan wisata Internasional, Anda dengan mudah akan menemukan akomodasi seperti resort dan penginapan dari yang bertarif murah hingga yang mewah. Begitu pula dengan restoran dan warung makan.

5015 Total Views 9 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply