Minum Kopi Saat Jalan-Jalan

Kopi di Lampegan

Saya memang bukan pengkonsumsi kopi hitam yang amat maniak, tetapi cukuplah dibikin pusing juga kalau seharian belum minum kopi dalam kemasan instan merek tertentu. Nggak usah sebut merek lah ya, yang pasti gampang banget kok ditemuin di pasaran, hampir semua tukang kopi keliling pasti menyediakan merek yang saya konsumsi.

Saat jalan-jalan (one day trip), bisa saja sih saya bawa air panas dalam termos ukuran kecil, tapi ya lumayan ribet juga kan, dan malunya itu lho, masak demi secangkir kopi aja bela-belain bawa dari rumah. Kayak obat wajib konsumsi ajah. Jadinya, ya ngandelin tukang kopi yang (diharapkan) muncul di sekitar tempat wisata aja.

Kalau tempat wisata yang sudah ramai sih tentunya gampang carinya, tetapi kalau tempat wisata yang nggak begitu umum, kadang pernah juga nggak bisa nemuin kopi dengan merek yang biasa saya minum. Ya bukan masalah besar sih, karena kalau terpaksa, ya merek apa saja mau. 😆 *mauan*

Jarang sih saya ambil fotonya, karena ya saya pikir hal biasa aja lah ya, minum kopi doang. Ini karena iseng aja lagi buka-buka koleksi foto, nemu satu foto minuman saya di Stasiun Lampegan saat ke Gunung Padang kemaren.

Kopi di Museum KAA

Foto satu lagi di atas, adalah saat saya hamil (antara 3 bulan atau 5 bulan, lupa) dan sedang jalan-jalan ke Bandung. Pas nungguin Museum Konferensi Asia Afrika buka, saya nongkrong dulu samping gedung, di depan pintu yang tidak dibuka, sambil nyari kopi. Untungnya, lagi ada bapak-bapak tukang sapu atau apa yang sedang istirahat di seberang jalan, dan pas ada tukang kopi keliling dicegat sama bapak itu.

Jadilah saya minta suami nyebrang jalan dan membeli kopi kesukaan saya itu. Ya, begitulah, pokoknya di mana dan kapan saja, dalam sehari harus minum kopi (kadang beberapa kali) instan merek tertentu. Kalau nggak ada, ya baru minum kopi hitam merek kapal layar, hahaha…

5189 Total Views 3 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

3 Comments

  1. cumilebay.com December 29, 2013
  2. admin December 29, 2013
  3. Sujika Bali January 30, 2014

Leave a Reply