Museum Loka Budaya Papua, Lengkap Koleksinya

Saya yakin bagi anda yang bertempat tinggal di Indonesia bagian tengah apalagi barat sebagian besar belum pernah mengunjungi Papua. Ada satu lokasi wisata sejarah yang menarik disana yang dapat dikunjungi yaitu berupa musium. Ya, museum ini bernama Museum Loka Budaya. Musium ini terletak di Jalan Raya Abepura – Sentani, Kelurahan Hedam, Kecamatan Abepura, Kabupaten Jayapura, Papua. Museum yang merupakan tempat terkumpulnya banyak benda-benda suku-suku yang berada di Papua. Jika melihat dari sisi sejarah, museum ini banyak menyimpan barang-barang adat dan tatacara kehidupan masyarakat Papua sejak dulu. Musium ini pun masih sering dijadikan kunjungan oleh wisatawan asing sebagai sarana belajar karena musium tertua di Papua.

Ya, Museum Loka Budaya ini telah ada sejak seorang muda Amerika tertarik untuk mengoleksi patung-patung suku Asmat yang berada di Papua. Dengan tujuan untuk dapat mengumpulkannya dan memamerkannya di salah satu musium di New York. Sayangnya, karena terkendala badai, pada sekitar 1970an, di Sungai Betsj kapal yang ditumpangi Rockfeller, anak muda Amerika ini terbalik. Sehingga, semula yang mana patung ini ingin ditampilkan di Amerika, ditinggal di Papua yang kemudian dibuatkannya musium yang didanai oleh Rockefeller Foundation.

Musium ini dibuat dengan rentang periode 1974 sampai 1985. Tentu pembuatan tidak selama itu, karena pengumpulan juga dihitung. Musium ini pun sekarang dikelola oleh Universitas Cendrawasih.

Museum ini menyimpan banyak sekali barang-barang etnik. Terhitung ada lebih dari 1500 benda. 1500 benda itu dikelompokkan menjadi beberapa fungsinya. Ada yang berfungsi sebagai pakaian, peralatan dapur, ada yang dikelompokkan sebagai alat-alat bercocok tanam, berburu, perhiasan, peralatan perang, dan benda-benda keagamaan. Masyarakat pada jaman itu juga sudah menengenal alat transportasi walau masih sederhana, dan juga adanya hiasan dinding, lukisan dan patung ukiran sebagai kelompok kerajinan seni. Saking banyaknya tentu museum ini sangat luas. Tiket masuknya gratis. Karena masih dalam satu kesatuan Universitas Cendrawasih.

Museum ini bisa diakses dengan transportasi dari kota Jayapura sekitar 20 kilometer. Tentu anda hanya harus menuju Universitas Cendrawasih. Jika anda tiba dari Bandara Sentani berarti sekitar 25 kilometer jarak yang harus anda tempuh untuk mencapai Museum Loka Budaya ini. Berikut beberapa maskapai penerbangan dan biaya tiket yang bisa menjadi referensi anda. Penerbangan dari Makassar sekitar Rp 2.300.000. Penerbangan dari Biak sekitar Rp 1.300.000. Penerbangan dari Jakarta sekitar Rp 3.700.000. Penerbangan dari Medan sekitar Rp 5.000.000. Penerbangan dari Bali sekitar Rp 4.700.000. Penerbangan dari Palembang sekitar Rp 4.500.000. Penerbangan dari Surabaya sekitar Rp 3.800.000. Penerbangan itu semua menuju Bandara Sentani. Hampir di semua maskapai harganya mirip.

Beda tipis antara satu dengan yang lain. Jika anda ingin mendapatkan tiket murah, tentu sering- seringlah mengecek website resmi setiap maskapai. Karena siapa tahu ada tiket promo yang bisa anda dapatkan. Apalagi jika anda bisa menjadwalkan rencana terbang ke Jayapura dengan membeli tiket satu sampai dua bulan sebelum keberangkatan.

Untuk penginapan atau hotel terbaik yang berhasil ditemukan adalah Swiss-Belhotel. Hotel ini cukup melengkapi liburan anda di Jayapura sembari mengunjungi Musium Loka  Budaya. Hotel ini berada di Jl. Pasifik Permai, Papua, Jayapura dan berlokasi sekitar 45 menit dari Bandara Sentani. Memiliki pemandangan yang indah karena berhadapan dengan pantai Jotefa. Bagaimana? Anda bisa mengunjungi musium Loka Budaya ini di jam Senin – Jumat: 08.00 – 15.00 dan Sabtu: 08.00 – 14.00 di hari minggu tutup. Selamat berlibur. (him)

6650 Total Views 3 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply