Museum Tsunami: Pelajaran Dari Peristiwa Besar

Tidak hanya simbol religiusitas, Aceh juga merupakan simbol kekuatan dan kebangkitan masyarakatnya. Dengan berbagai anugerah pariwisatanya, Aceh bangkit dari masa lalunya yang pernah diruntuhkan Tsunami. Gempa 9,1 SR telah membangkitkan monster gelombang yang menyapu kehidupan Banda Aceh pada Desember 2004. Namun kini, jika Anda berkunjung ke kota itu, Anda akan belajar darinya, dan memetik hikmah salah satunya di Museum Tsunami Aceh.

Museum Tsunami Aceh

Sumber gambar: Cakrawalatour.

Museum Tsunami: Pelajaran Dari Peristiwa Besar

Museum yang dirancang oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil ini, terletak di Jalan Iskandar Muda, Bandar Aceh. Anda dapat berkunjung ke album Tsunami ini setiap hari Senin – Kamis, dan Sabtu. Datanglah pada pukul 10.00 – 12.00 atau 15.00 – 17.00. Museum ini dirancang menyerupai kapal laut yang memiliki cerobong dan diresmikan pada tahun 2008.

Ridwan Kamil merancangan museum ini dengan sentuhan arsitektur Aceh, yaitu Rumah Aceh yang unik. Sentuhan rumah panggung khas Aceh berpadu dengan tari saman dan lafaz Allah SWT. Museum ini juga merupakan perwujudan dari konsep bukit evakuasi dari Tsunami. Museum ini disolek dengan taman berkonsep urban. Denah museum ini merepresentasikan epicenter gelombang Tsunami.

Eksterior

Sebelum memasuki ruangan, Anda disambut dengan arsitektur eksterior museum yang sarat makna. Tampak dari luar bahwa museum ini merepresentasikan kekayaan budaya Aceh dengan ornamen-ornamennya. Bersiaplah merenungi dan memetik hikmah Tuhan Yang Maha Esa saat mulai menjelajah bagian interior.

Interior

Lebih real, Anda akan diingatkan dengan bencana gelombang 30 meter tersebut begitu memasuki lorong pada museum ini. Anda akan mendengar gemuruh air yang seolah akan menggulung Anda. Suara ini berasal dari air terjun yang terdapat di kedua sisi lorong.

Museum ini menyajikan wahana edukasi bencana Tsunami.  Anda dapat belajar mengenai gempa dan Tsunami melalui simulasi elektronik. Simulasi ini menyajikan gambaran bagaimana bencana di Samudera Hindia pada tahun 2004 tersebut terjadi.

Anda dapat memetik hikmah atau mengobati rindu pada keluarga yang tewas. Terdapat ruang untuk melihat foto-foto korban yang dipajang di museum ini. Anda juga akan turut memetik rasa syukur dan hikmah dari kisah-kisah korban selamat yang dipajang. Setidaknya, 120 ribu orang tewas disapu monster gelombang tersebut. Museum ini sekaligus memberi pelajaran akan pentingnya kerabat, keluarga, bersyukur, dan beribadah.

Selain itu, Anda juga dapat melihat bagaimana kondisi Banda Aceh saat, sebelum, dan sesudah Tsunami melalui ruang pamernya. Selain media 2 dimensi, Anda dapat menikmati media 3 dimensi, yaitu diorama. Diorama ini juga menggambarkan kapal PLTD Apung yang ditemukan di Punge Blang Cut.

Anda dapat belajar lebih dalam dari referensi-referensi yang disedikan di perpustakaan. Museum ini juga dilengkapi dengan alat peraga 4 dimensi.

Setelah proses belajar, relaksasilah di cafe museum ini. Anda juga bisa mengikutsertakan kerabat lainnya yang belum seberuntung Anda dengan membeli souvenir di ruang yang telah disediakan.

Selain sebagai wahana edukasi, museum ini juga dirancang sebagai gedung evakuasi jika suatu saat terjadi Tsunami lagi. Rangkaian gunung berapi dan lempeng bumi di Banda Aceh menuntut antisipasi terhadap bencana serupa. (HM)

One Response

  1. Fitri Anita July 11, 2017

Leave a Reply