Nasi Kapau di Pasar Atas Bukittinggi

June 19th, 2013 dalam kategori Sumatera Barat ditulis oleh 0 Comments | 1,519 kali dibaca |

Bukittinggi memang terkenal dengan Jam Gadang yang sudah mendunia. Lokasinya sangat mudah dikenal karena dekat dengan Pasar Atas (Pasa Ateh, dalam Bahasa Padang). Jika sudah puas menikmati suasana di sekitar Jam Gadang, tidak ada salahnya untuk wisata kuliner ke Pasar Atas. Di Pasar Atas itu banyak terdapat kedai-kedai nasi kapau yang eksotis dengan aneka lauk berwarna-warni. Lokasi tepatnya berada di Los Lambuang, Pasar Atas. Lambuang dalam Bahasa Indonesia berarti lambung dan konon mereka yang berwisata kuliner di Los Lambuang ini akan terpuaskan lambungnya. Bisa-bisa aja.

Salah satu kedai Nasi Kapau  yang terkenal adalah Nasi Kapau Uni Lis. Seperti kedai Nasi Kapau lainnya, kedai Nasi Kapau Uni Lis terbuka, tanpa sekat, tertata berbagai jenis lauk pauk dalam baskom yang bertingkat-tingkat seperti penyusunan piring di rumah makan Padang. Para pedagang Nasi Kapau bersiap di belakang tumpukan baskom berisi lauk pauk itu. Mereka siap dengan sendok besar sepanjang setengah meter yang terbuat dari tempurung kelapa. Berbagai jenis lauk pauk bebas kamu pilih sesuai selera. Yang lebih menyenangkan, kondisi Los Lambuang cukup bersih untuk kelas pasar tradisional.

Menurut seorang penjual, penamaan Nasi Kapau berasal dari sebuah nagari (desa) asal mula jenis makanan ini, Nagari Kapau.  Sebenarnya Nasi Kapau tidak berbeda jauh dari masakan Padang pada umumnya. Bumbunya hampir sama, namun ternyata cara meraciknya berbeda. Dari dulu orang Kapau memang terkenal pandai memasak hingga hampir semua orang Kapau membuka kedai masing-masing. Uni Lis termasuk orang Kapau pertama yang berekspansi ke Bukittinggi, kemudian diikuti orang Kapau lainnya. Namun dulunya mereka hanya menempati kios kaki lima di sekitaran Pasar Atas Bukittinggi.

Sejak tahun 1970-an, kedai Nasi Kapau Uni Lis sudah terkenal di Pasar Atas Bukittinggi. Menu-menu andalan kedai Nasi Kapau Uni Lis kebanyakan berbau gulai dan kuah yang bersantan. Menu-menu itu antara lain gulai tunjang, gulai tambusu, usus sapi yang diisi telur giling, gulai cancang dari daging dan tulang kerbau, pangek ikan, gulai telur, gulai ayam, dendeng kering balado, hati, ayam goreng, ayam panggang, ayam goreng lado hijau, tongkol balado, gulai cubadak (nangka), dan goreng belut. Harganya cukup bersahabat, satu lauk plus sayur cukup Rp. 20.000,- per porsi. Untuk tambahan nasi dikenai Rp. 3.000,-.

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply