Noken, Agiya Atau Holoboi Dari Papua

Noken, Agiya Atau Holoboi pada dasarnya adalah barang yang sama. Yaitu sebutan untuk tas khas Papua. Sudah sering melihat kan di tayangan televisi , seorang perempuan Papua menggendong tas menggunakan tali yang diikatkan di kepalanya? Nah, itulah salah satu bentuk noken, meskipun masih banyak lagi jenis dan bentuk yang lainnya.

Selain noken, Papua juga memiliki Honay, Saly, Koteka dan ukiran kayu yang khas. Noken, dalam bahasa biak berarti Tas. Sebuah keranjang yang terbuat dari anyaman kulit kayu tertentu, dan digunakan untuk menyimpan bayi, barang-barang seperti umbi-umbian dan pakaian, sampai buku dan lain-lainnya. Kayu yang digunakan sebagai bahan noken juga khusus yang tidak gampang putus seperti rotan. Kini, dibuat noken dengan warna-warni yang lebih beragam sehingga lebih menarik untuk dimiliki. Harganya berkisar 20 ribu hingga seratus ribu, tergantung bentuk dan tingkat kesulitan membuatnya.

Noken akan dengan mudah Anda dapatkan di daerah Paniai. Paniai saat ini terkenal sebagai pusat noken di Papua. Sebutannya Agiya. Ada 6 jenis Agiya yaitu pugi agiya, kagamapa agiya, goyake agiya, toya agiya, tikene agiya dan hakpen agiya. Jenis tersebut dibedakan berdasarkan bentuk, bahan, warna dan kegunaannya dalam suku. Suku Mee menggunakan goyage agiya, suku Ekari menggunakan toya agiya. Suku Dani memiliki dua macam agiya yaitu tikene agiya dan hakpen agiya. Suku Nduga memiliki kagmapa agiya, dan suku Moni menguasai pugi agiya.

Khusus untuk daerah Sentani, Noken mendapat sebutan Holoboi. Noken besar yang hanya digunakan oleh kaum bangsawan disebut Wesanggen.

2837 Total Views 4 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply