Objek Wisata Di Kabupaten Karanganyar

Candi Ceto

Candi Ceto berada di ketinggian 1.400 meter di atas permukaan air laut. Sekitar 1 kilometer dari candi Sukuh. Dibangun pada abad XV oleh raja Brawijaya V, sebelum beliau moksa di puncak Lawu. Candi berundak yang menghadap ke barat, menjadi simbol berakhirnya kerajaan Majapahit. Candi ini tersusun dari 13 teras berundak yang tersusun dari barat ke timur. Gapura candi yang tinggi menjulang merupakan ciri khas candi ini. di beberapa teras terdapat pendopo dan bangunan dari kayu, tempat arca Brawijaya V dan pengawalnya, serta sebuah arca Lingga. Di sebelah timur kompleks candi terdapat sebuah Meru yang di dalamnya menyimpan sebuah Lingga dan Yoni yang terbuat dari tanah liat.

Candi Cetho

Sumber gambar dari sini.

 

Candi Sukuh

Candi Sukuh adalah candi terakhir yang ditemukan di Jawa. Dibangun pada abad ke-15 oleh raden Brawijaya V, yang merupakan raja terakhir dari kerajaan Majapahit. Bangunan utama candi Sukuh berbentuk piramida terpancung yang bisa dinaiki hingga ke puncaknya. Candi ini terdiri dari delapan teras yang memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri. Di masa lalu, candi ini digunakan sebagai tempat pemujaan dan tempat ritual keagamaan bagi umat Hindu. Di kompleks candi Sukuh terdapat pintu gerbang utama dengan hiasan kepala raksasa dan candi-candi kecil dengan berbagai relief yang terkesan erotis serta memiliki tata ruang bentuk dan juga hadap candi. Yang menjadikan candi ini sangat unik adalah terdapatnya sebuah relief Lingga dan Yoni yang saling berhubungan yang terdapat di gapura utama.

Kemuning

Hamparan kebun teh terdapat di Kecamatan Ngargoyoso dan Jenawi, di pinggir jalan utama Karanganyar – Sragen, via Ceto. Kebun teh ini sangat menakjubkan yang dilatarbelakangi oleh gunung Lawu. Aktifitas pemetik teh menbawa para pengunjung menjadi bersahabat dengannya. di area parkir yang terletak di pinggir jalan juga disediakan rest area, sehingga para pengunjung dapat menikmati keindahan panorama kebun teh tersebut. Di lokasi ini pengunjung dapat melakukan beberapa aktifitas seperti bersepeda, berkuda, jalan santai, paralayang, terjun payung, camping dan sebagainya. Pengunjung juga bisa melihat proses pembuata teh di pabrik teh Kemuning.

Pura Pamacekan

Pura Pamacekan merupakan tempat pemujaan para leluhur bagi masyarakat pasek Bali. Tempat di mana bentuk dan bangunannya merupakan khas berkarakter Bali. Mereka percaya bahwa leluhurnya berasal dari Jawa. Setiap tahunnya di Pura Pamecakan diadakan pemujaan yang sering disebut Odalan.

Sapta Tirta Pablengan

Sebuah fenomena alam yang biasa terjadi di sebuah gunung berapi, tetapi yang membuat beda tempat ini adalah terdapat tujuh buah sumber mata air yang berbeda, yaitu air bleng, air mati, air hidup, air urus-urus, air kasekten, air soda, dan air tenang. Masing-masing sumber mata air memiliki rasa dan khasiat yang berbeda. Dengan luas area sekitar 7 hektar dan fasilitas tempat pemandian pribadi, wisatawan dapat menikmati kehangatan air sapta tirta Pablengan. Dengan sejarah keberadaannya yang sangat erat dengan Pangeran Samber Nyawa, tempat ini juga memiliki sisi spiritual yang sangat bernilai.

Astana Giribangun

Kompleks makam Giribangun dibangun pada tahun 1974, diresmikan penggunaannya pada tahun 1967. Terletak di bawah astana Mangadek, di sebelah barat. Astana Giribangun terdiri dari beberapa bangunan, cungkup argosari, cungkup argokembang, cungkup argoyuwuh. Cungkup Argosari adalah ruangan utama yang merupakan makam dari pasangan Somoharjomo, Ibu Tien, kakak tertua ibu Tien Siti Hartini dan makam cadangan.

Mondosiyo

Sebuah upacara yang dilaksanakan 7 bulan sekali, setiap hari Selasa Kliwon wuku Medangsia adalah upacara Sedekah Bumi desa Gumeng, Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi. Masyarakat kelurahan Blumbang dan Pancot Kecamatan Tawangmangu. Upacara dengan tradisi masyarakat bergotong-royong mengumpulkan beras gandik untuk dimasak dan selanjutnya dibagi-bagikan kepada warga, adalah sebuah berkah untuk meminta keselamatan dan terlepas dari berbagai mara bahaya.

9268 Total Views 6 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

No Responses

Leave a Reply