Pacu Jalur, Balapan Perahu Kayu Di Kuansing

April 13th, 2011 dalam kategori Riau ditulis oleh 4 Comments | 4,199 kali dibaca |

Kuantan Singgigi (KuanSing) memiliki satu acara tradisional yang khas, yaitu lomba dayung yang disebut Pacu Jalur. Jalur adalah kayu gelondongan yang dibuat menjadi semacam perahu dayung. Pacu jalur diadakan setiap tahun sekali pada saat ulang tahun Indonesia, Agustus. Panjang jalur sekitar 25 hingga 40 meter, dan mampu menampung 40 orang di setiap perahunya.

Pacu jalur diadakan sejak awal tahun 1900an. Pada awalnya perahu jalur digunakan untuk mengangkut semua hasil bumi penduduk Kuantan Singgigi. Kini, Pacu Jalur menjadi atraksi yang banyak ditunggu-tunggu oleh masyarakat, tidak hanya Kuansing, melainkan Riau pada umumnya. Pacu Jalur merupakan sebuah festival yang paling meriah di Riau.

Tidak hanya kandungan olahraganya saja yang menarik dari Pacu Jalur, namun juga unsur magis di balik lomba ini. Masing-masing perahu memiliki pawang atau dukun perahu yang diyakini lebih besar perannya dalam menentukan kemenangan lomba balap perahu ini. Acara Pacu Jalur ini dimeriahkan juga dengan pementasan kesenian, lagu daerah, tari dan randai Kuantan Singigi.

Lokasi diadakannya Pacu Jalur adalah di Sungai Kuantan atau Teluk Kuantan, atau lebih dikenal dengan nama  Tepian Narosa, Kecamatan Kuantan Tengah. Jaraknya sekitar 150an kilometer dari Pekanbaru. Harga tiket masuknya adalah gratis.

Dalam Pacu Jalur, pesertanya berusia 15 hingga 40 tahun yang terdiri dari tukang kayu,  concrang (komandan), juru mudi, dan onjai. Dalam Pacu Jalur, kita belajar tentang kerjasama, kerjakeras, sportivitas dan kelincahan. (Gambar: Tomirokan)

 

4 Comments

kapan ya saya bisa liat pacujalur kuansing lagi.sudah 4 tahun tidah pernah liat pacu jalur lagi?

wahyu

12/3/2011

Leave a Reply