Pemandian Cokro Tulung Klaten

Pada awalnya objek wisata pemandian cokro tulung hanyalah berupa kolam yang bersumber dari sebuah mata air yang mengalir. Kini, pemerintah daerah Klaten telah membangunnya menjadi sebuah komplek pariwisata modern menyerupai waterboom yang terdapat di kota-kota besar. Pemandian Cokro Tulung telah dilengkapi dengan kolam renang dan papan seluncur air dan tong yang secara otomatis menumpahkan airnya jika telah penuh terisi.

Pemandian Cokro Tulung Klaten berasala dari umbul ingas, sebuah mata air yang tidak pernah berhenti mengeluarkan airnya sepanjang musim. Sekelilingnya, terdapat popoh-popoh yang besar dan rindang, membuat sekitar umbul menjadi sangat nyaman. Cocok untuk sekedar duduk-duduk melepas lelah. Tanpa harus mandi, hanya memandangi aliran air yang bening saja, pikiran sudah tenang kembali.

Jika hari libur tiba, objek wisata pemandian cokro tulung ini akan didatangi banyak sekali wisatawan, baik dari daerah Klaten maupun daerah sekitarnya seperti Jogja dan Solo. Apalagi saat ini, setelah pembangunan wahana yang menyerupai waterboom telah ada, pemandian cokro tulung menjadi lebih ramai lagi. Bagi yang ingin mencoba tantangan baru, ada juga flying fox, meskipun tidak terlalu tinggi, tapi cukup mendebarkan. Anda cukup membayar biaya Rp. 10.000,- untuk bisa mencobanya.

Biaya tiket masuk per orang di Pemandian Cokro Tulung ini sebesar Rp. 5.000,- dan biaya parkir sepeda motor sebesar Rp. 2.000,- Kebanyakan pedagang asongan dalam objek wisata pemandian cokro tulung ini juga menyewakan tikar yang bisa Anda gunakan untuk duduk-duduk di bawah pohon sebesar Rp. 5.000,- per tikar. Sewa ban ukuran besar Rp. 3.000,- dan ukuran kecilnya Rp. 2.000,- per buahnya.

Untuk memasuki pemandian cokro tulung, Anda akan melintasi sebuah jembatan gantung yang terbuat dari kayu dan bercat biru sepanjang kurang lebih 25 meter, dengan tinggi 10 meter dari dasar sungai. Di sepanjang sungai, banyak juga anak muda yang mandi dan bermain-main di sana.

489 Total Views 10 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *