Pesona Gemilang Wisata Budaya Kabupaten Magelang 2013

Tiga candi Budha dalam 1 garis ritual

Terdiri dari Candi Borobudur, Pawon dan Mendut. Candi Borobudur, Pawon, dan Mendut merupakan candi Budha yang dibangun oleh raja Samaratungga dari dinasti Syailendra pada abad 8. Tiga candi Budha tersebut memiliki relief atau gambar timbul yang menarik menggambarkan kehidupan sang Budha dan reinkarnasinya dalam bentuk cerita Jataka dan Lalitavistara. Candi Borobudur dan Pawon terletak di Kecamatan Borobudur, sedangkan candi Mendut di Kecamatan Mungkid, 3 kilometer ke arah timur Candi Borobudur.

Candi Selogriyo

Terletak pada kaki bukit condong, berbatasan dengan bukit giyanti, secara geografis tepatnya berada di bukit Sukorini, sebelah timur Gunung Sumbing di Kecamatan Windusari. Candi ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi dan sangat artistik untuk diapresiasi. Selogriyo berarti rumah dari batu dan memiliki arca sebagai perwujudan dewa di sisi-sisinya. Meski lokasinya terisolir dan jauh dari Candi Borobudur, ternyata banyak wisatawan mancanegara terutama dari Perancis, Swiss dan Belgia mengunjungi tempat ini.

Candi Ngawen

Candi Budha ini berada di desa Ngawen, kecamatan Muntilan sekitar 5 km ke arah tenggara dari Candi Mendut sebelah kiri jalan ke rute Sendangsono. Candi ini dibangun pada abad ke 8 oleh dinasti Syailendra seperti tersebut dalam Prasati Karang Tengah tahun 824 M. Candi Ngawen memiliki 5 buah candi kecil yang setiap sudutnya dihiasi patung singa penjaga candi dan wihara Pangeran Sidharta menunggu nirwana. Relief candi Ngawen masih jelas terukir indah tentang kinara kinari (sang penghibur dewa di Kayangan) kalamakara (dewa waktu) dan dyani Budha Ratnasambhawa dengan sikap tangan Wara Mudra (Budha pemberi berkah).

Pemandian Air Hangat Candi Umbul

Berada di Desa Kartoharjo Kecamatan Grabag. Pemandian ini merupakan peninggalan Dinasti Syailendra. Konon cerita Candi Umbul merupakan tempat mandi puteri raja setelah melakukan kegiatan ritual di Candi Borobudur dan hingga kini air Candi Umbul masih dipercaya sebagai sarana untuk mempercantik diri karena airnya mengandung zat saprophyl.

Museum H. Widayat

Museum ini berada di pertigaan jalan menuju Candi Borobudur. Objek wisata ini memiliki ruang pamer yang menampilkan hasil karya dan koleksi h. Widayat dan seniman lain. Di dalamnya juga terdapat patung, galeri, dan arca taman yang dihiasi tanaman langka serta unggas menjadikan museum ini menarik untuk dikunjungi.

Museum Karmawibangga

Merupakan salah satu museum yang terdapat di kompleks taman wisata Candi Borobudur. Di dalam museum ini terdapat berbagai macam benda purbakala termasuk patung Budha yang belum selesai. Konon bernama Mbah Biyet yang selalu memberi berkah kepada siapapun yang mau dimandikan. 160 relief mahakarmawibangga yang terukir di kaki asli candi Borobudur juga tersimpan dengan baik di samping susunan batu-batu andesit yang sudah tidak bisa tersusun lagi.

Museum Wayang

Lokasi museum Wayang ini berada di dalam Sasana Guna Rasa di dalam kompleks pondok tinggal. Museum wayang memiliki koleksi wayang yang ada di karesidenan Kedu yang dibuat sekitar tahun 1880 dan 83 kaset dan sebuah video pagelaran wayang yang diselenggarakan tahun 1971 hingga pertengahan tahun 1990. Museum wayang ini sebagai perwujudan kecintaan terhadap wayang dan pelestariannya dari mendiang R. Boediharjo, mantan menteri penerangan, dubes Indonesia untuk Spanyol dan penggagas berdirinya Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko.

Museum Samudraraksa

Merupakan salah satu museum yang berada di kompleks Taman Wisata Candi Borobudur. Di dalam museum ini tersimpan replika kapal phinisi buatan warga pulau Madura yang mampu mengarungi samudra luas hingga pulau Madagaskar di Afrika Selatan. Kegiatan mengarungi samudra tersebut sebagai napak tilas ekspedisi kayu manis yang dilakukan oleh nenek moyang bangsa Indonesia sebelum masa penjajahan. Inspirator bangunan tersebut adalah Megawati Soekarno Putri, presiden ke-5 RI. Kapal Samudraraksa bisa dilihat di dinding relief candi Borobudur sebelah barat.

Desa Wisata Candirejo

Kabupaten Magelang memiliki 4 desa binaan wisata dan 1 desa wisata yaitu Desa Wisata Candirejo. Konsep dari pengembangan desa wisata Candirejo adalah kepariwisataan berbasis masyarakat. Desa wisata Candirejo terletak kurang lebih 3 kilometer sebelah tenggara Candi Borobudur. Wisata alam, wisata agro, seni dan budaya, wisata pendidikan dan penginapan merupakan daya tarik desa Candirejo. Di desa wisata ini terdapat danau purba yang konon dahulu mengelilingi Candi Borobudur sebelum letusan Gunung Merapi pada tahun 1006. Danau ini dapat dilihat di tebing sungai Sileng.

Desa Wisata Wanurejo

Desa wisata ini terletak sekitar 1,5 kilometer ke arah timur Candi Borobudur. Pendiri desa ini adalah Kyai Wanu atau bendoro Pangeran Haryo, anak lelaki Hanmengku Buwono II. Baik pengunjung maupun wisatawan bisa melihat masjid kuno beserta bedug misterius peninggalan Pangeran Diponegoro, mengunjungi sumber air suci Umbul Tirta, makam Kyai Wanu, homestay, makanan rakyat bernama rengginang, tempe, dan gula jawa. Banyak wisatawan Belanda dengan andong menikmati acara wisata desa ke desa dengan menyaksikan langsung keindahan arsitektural bangunan milik rakyat, pemangku adat, bangsawan, dan juga dapat menyaksikan aneka macam tanaman dan keindahan sawah. (Kab. Magelang Tourism and Culture Office)

6241 Total Views 3 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply