Pok Tunggal, Masih Sepi Tapi Cantik

Pok Tunggal Ayemkaming
Jalan-jalan ke Pantai Pok Tunggal ini kamu lakukan sekitar 1,5 tahun lalu pas lagi pulang kampung ke kota kelahiran. Hahahaha, telat banget ya nulisnya. Biarin. Daripada foto-fotonya cuma disimpen aja di hard disk, mendingan dibagiin deh. Siapa tahu ada yang butuh buat referensi jalan-jalan. Kami nggak perlu peta menuju Pok Tunggal, karena bermodalkan petunjuk jalan dan mulut saja buat bertanya. Malu dong, pernah tinggal di Gunung Kidul selama setahun kalau sampai nyari pantai ini aja pakai acara nyasar. Hahahaha.

Kami berangkat dengan dua mobil. Maklum keluarga cukup besar. Kalau diajak semua sih, 4 mobil juga nggak muat. Untungnya ada yang tinggal di rumah buat istirahat dan nyiapin makan. :mrgreen: Berangkat udah nggak terlalu pagi, karena ribet juga ya, kalau banyak orang dan kamar mandi cuma ada 2, semuanya harus antri dan serba giliran. Sampai di Pantai Pok Tunggal udah menjelang tengah hari deh jadinya.
Parkir di pinggir pantai Pok Tunggal
Saat kami berkunjung, meskipun jalanan masuk ke arah Pantai Pok Tunggal ini jelek, tapi mobil masih bisa mendekat ke bibir pantai. Bandingkan dengan saat adik saya ke sana (lagi, untuk yang kedua kalinya bulan lalu). Jalanannya lagi dibenerin, sehingga pengunjung musti jalan kaki setengah kilo di jalanan yang growal-growal kayak gitu. Kalau tinggal ngesot dikit dari mobil udah di bibir pantai, kan enak yaaa~
Pok Tunggal Anak dan Bapak
Appaaa! Pantainya masih sepi banget kayak gitu? Yap! Kalau mau pantai yang masih lumayan sepi dibandingkan dengan pantai tetangganya, ya mainlah ke Pok Tunggal. Etapi saya juga nggak menjamin sih, kalau sekarang keadaannya masih sama dengan satu setengah tahun yang lalu. Soalnya saya lihat udah makin banyak saja blogger pejalan yang maen ke sana dan menuliskan pengalamannya di blog masing-masing, jadi kemungkinan sekarang udah rame juga pantainya. Hihihihi
Pok Tunggal
Yang saya lihat, pembangunan memang ada di sana-sini. Ada yang membuat toilet umum, ada yang membuat warung, ada juga yang sepertinya mulai membangun penginapan. Entahlah. Semoga saja sih nggak banyak merusak ekosistem alamnya ya. Bangunan-bangunan baru terlihat kan dari foto di atas, seperti tangga dan gazebo-gazebo ituh.
Masuk Pok Tunggal Yang Sepi
Kalau datang ke pantainya lebih pagi atau malah sekalian lebih sore, kayaknya enak ya, nggak kepanasan. Tapi ya tinggal siapin aja kacamata cengdem sik, biar nggak silau. Kalau soal panas matahari, kan bisa pakek lotion yang SPF-nya tinggi. 😳
Pasir Pantai Pok TunggalYang pasti yang saya suka adalah pasir putihnya yang bersih dan berukuran besar-besar, tidak terlalu halus. Pantai-pantai dengan pasir yang terlalu halus itu bikin susah mencuci bajunya setelah pulang dari pantai, karena masuk sampai ke serat baju. Hih. Lain dengan pasir yang kasar dan berbutir-butir seperti ini, tinggal bilas sekali, udah ilang semua. Sayangnya saya lupa bawa pulang pasir pantai ini buat kenangan. Pengen sih, masukin ke toples gitu. Atau bawa pulang buat bikin mainan anak, hihihi

Tebing Pok TunggalNah, kalau bukit di sebelah kanan dan kiri pantai Pok Tunggal ini, dibangun jalan atau lebih tepatnya jembatan bambu, supaya pengunjung bisa lihat keindahan pantai dari atas. Saya sih sudah pasti nggak naik sampai atas sana ya. Ini yang ngambil gambarnya tugas suami,

Jembatan Pok TunggalJalannya lumayan jauh dan harus melintasi bambu seperti ini di ketinggian. Tapi ya sebanding ya dengan keindahan yang bisa didapat, karena lihat laut tanpa ada penghalang sampai ke batas cakrawala.

Pantai Pok Tunggal dari atasNah, kalau udah naik sampai di atas, bisa lihat pemandangan indah yang seperti ini. Gimana? Cantik, kan? Indah, kan? Meskipun udah siang, tidak banyak juga pengunjung yang datang di pantai Pok Tunggal, tidak seperti pantai-pantai di sekitarnya yang sudah lebih banyak dikunjungi.

Pok Tunggal TebingPaling hanya ada beberapa keluarga yang datang ke sini. Itu juga paling-paling wisatawan lokal dari sekitaran Gunung Kidul atau Jogjakarta saja saya kira. Dan karena sepi itulah, pedagang makanan juga belum banyak di sini. Palingan kalau ada ya cuma mie instan sama beberapa minuman dalam botol. Nggak ada warung makan yang makanannya pakai dimasak dulu. 😥

Pok TunggalSaat suami sedang di atas dan saya bertugas momong anak, ya minta diambil gambarnya lah ya, mumpung lagi lewat. 😉 Itu gendong anak bayi gendut di atas pasir yang lembut ternyata berat banget yaaa~

Bahagia di Pok TunggalSelain bermain di atas pasir putih yang bersih, kita juga bisa ‘menyelinap‘ melalui celah-celah bebatuan dan ngadem di bawah batunya. Itu juga yang akhirnya kami lakukan, karena kalau gegoleran di atas pasir, panasnya minta ampun. Kalau di deket bongkahan batu-batu, pasirnya agak ademan dikit. 😉

Pohon Pok TunggalYang terakhir, ini nih ikon Pantai Pok Tunggal. Pok itu berarti pohon, tunggal itu satu. Jadi satu-satunya pohon yang ada di pantai. Sayang gambarnya bocor karena ada sepeda motor yang diparkir di bawahnya ya. Jadi kurang bersih, gitu fotonya.

Gimana? Tertarik mau jalan-jalan ke sana?

 

Leave a Reply