Pulau Doom, Pulau Bintang Peninggalan Belanda Di Papua

Ada yang sudah pernah mendengar Pulau Doom? Jika belum, wajar. Karena Pulau ini jauh, terletak di Papua, dan belum begitu terekspor oleh media yang ada. Ditinggalkan oleh Belanda saat menjajah Indonesia, Pulau Doom memperlihatkan kepintaran Negara Belanda dalam menata sebuah kota. Dengan sangat indahnya Belanda menata pulau dengan lingkar luar 4,5 kilometer tersebut.

Pulau Doom dahulunya adalah pusat pemerintahan Onderafdeling Raja Ampat, Papua. Apa saja yang ditawarkan oleh Pulau Doom? Salah satunya adalah adanya took Sorong Baru yang memiliki kelezatan es krim yang sangat terkenal. Apalagi? Ada lapangan sepak bola dan Gedung Kesenangan, yang merupakan lokasi serdadu Belanda berolah raga. Ada yang bermain tennis, berenang ada juga yang berdansa.

Yang menarik dari Pulau Doom adalah pulau ini dianggap sebagai pusat kota, karena saat Sorong masih gelap tanpa aliran listrik, Pulau Doom telah terlebih dahulu bersinar. Maka dari itu, orang menyebutnya dengan Pulau Bintang, karena gemerlapnya listrik di Pulau Doom. Belanda menjadikan Pulau Doom sebagai pusat perdagangan dan gudang, juga sebagai pelabuhan yang terkenal pada masa itu.

Untuk memenuhi kebutuhannya, kini masyarakat Pulau Doom harus berbelanja ke Sorong dengan menggunakan perahu bermotor. Dan ketika pulang kembali, sudah diserbu oleh belasan pengayuh becak yang akan mengantar mereka pulang ke rumah. Itulah sekarang transportasi yang ada di Pulau Doom. Karena luas pulau Doom yang tidak begitu besar, Anda dapat mengelilinya hanya dalam hitungan kurang lebih satu jam. Makanya, beberapa pemuda dan laki-laki, jarang menggunakan jasa pengayuh becak dan memilih berjalan kaki saja.

Becak adalah salah satu keunikan lain di Papua. Jika Anda mencari becak di Sorong, Anda tak akan menemukannya. Hanya di Pulau Doom-lah Anda bisa menemukan becak yang jadi alternative alat transportasi. Transportasi utamanya adalah perahu bermotor, yang akan mengantarkan pulang-pergi dari Pulau Doom menuju Sorong. Jarak tempuhnya hanya sekitar 15 menit saja.

Apakah keindahan Pulau Doom, Pulau Bintang peninggalan penjajah Belanda? Belanda menata kota ini dengan rapi. Perumahan berderet berjajar, dengan blok-blok yang terlihat sangat rapi jika dipandang dari udara. Namun kini, dengan adanya bangunan rumah-rumah baru, perlahan kerapian Pulau Doom terlihat memudar. Tak hanya perumahan, infrastrukturpun lengkap ada di Pulau Doom. Sumur air dengan pipa mengaliri sepanjang rumah-rumah.

Selain Belanda, Jepang rupanya juga meninggalkan jejak di Pulau Doom. Jika Belanda meninggalkan bangunan-bangunan tua, Jepang membangun banyak lorong bawah tanah di Pulau Dooms selama Perang Dunia II. Lorong yang berfungsi sebagai bunker pertahanan tentara Jepang dari serbuan musuh di udara tersebut, juga terhubung dengan pelabuhan.

Apa lagi yang menarik dari Pulau Doom yang masih bisa dinikmati hingga sekarang? Tak lain adalah Gereja Orange.  Berarsitektur klasik, Belanda membangun Gereja Orange di Pulau Doom tahun 1911. Kini telah beralih fungsi menjadi Pusat Pembinaan Warga Gereja Jemaat Bethel Doom. (Kredit Foto: Denniskututung)

3535 Total Views 3 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply