Pulau Loloda di Jailolo, Maluku Utara

Jailolo merupakan salah satu tempat di Indonesia yang menawarkan keindahan alam di setiap jengkal daratan dan lautannya. Jailolo bisa dicapai dari Jakarta dengan pesawat yang menuju Bandara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara. Dari Kota Ternate perjalanan dilanjutkan melalui dermaga Gamalama dan menaiki kapal cepat menuju Jailolo dengan tarif Rp.50.000,- per orang. Setelah satu jam perjalanan kapal cepat, Anda akan sampai di Jailolo, Halmahera Barat.

Loloda Halbar

Acara yang sudah dinanti-nantikan banyak orang adalah Festival Jailolo yang biasanya diadakan pada pertengahan bulan Mei setiap tahunnya. Pulau yang dulunya kerap dipanggil Pulau Gilolo ini terkenal dengan rempah-rempahnya sehingga bangsa Portugis dan Belanda senang menyambangi pulau ini. Mereka datang untuk menguasai cengkeh, kayu manis, pala, dan rempah-rempah lainnya. Nama Gilolo konon diberikan oleh bangsa-bangsa penjajah itu.

Jailolo semakin berkembang sejak tahun 2003 ketika ia dijadikan ibukota Kabupaten Halmahera Barat. Sejak saat itu, Jailolo tidak hanya terkenal karena komoditas rempah-rempahnya tapi juga karena memiliki pemandangan alamnya yang indah. Salah satu spot menarik dari Jailolo adalah Loloda yang bisa ditempuh dengan kapal sewaan selama 2,5 jam. Loloda merupakan tempat yang cocok untuk memancing, menyelam, atau sekedar untuk melihat panorama laut yang sangat indah.

Memancing di Loloda cukup unik karena tidak ada alat pancing modern, yang ada hanya bambu sepanjang 4 meter yang dipasangi tali nilon terkait besi di bagian ujungnya. Begitulah alat pancing tradisional yang dimiliki nelayan setempat. Setelah pancing siap, ratusan ikan teri disebar untuk menarik ikan-ikan cakalang. Ikan-ikan di sini cukup besar, berat rata-rata ikan cakalang hasil tangkapan mencapai 3 kilogram.

Untuk lokasi penyelaman di Loloda, ada banyak pilihan spot menarik. Sebut saja, Sosota Reef, Sunset, Panic Point, Kampung Kahatola, Long Rock, Echas Garden, Paniki, Rodeo Rock, Marble Reef, dan Irama Rock. Kondisi terumbu karang yang relatif masih alami bisa didapati di lokasi-lokasi penyelaman tersebut. Jangan lupa juga mendatangi spot selam di Tanjung Goahuku atau Tanjung Menyala. Di spot ini Anda bisa melihat permukaan laut di bawah gua yang memancarkan warna merah di malam hari, seperti api di dalam laut. [G]

8552 Total Views 3 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply