Rasakan Juga Berwisata ke Sumber Api Abadi Mrapen

Setelah pada waktu lalu saya menulis tentang sebuah objek wisata Bledug Kuwu yang berada di kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, kali ini saya juga menulis sebuah objek wisata yang tak kalah unik dan anehnya yang juga merupakan salah satu tempat wisata favorit di kota satu itu.

Api abadi Mrapen. Begitulah mereka menyebutnya.

Api Abadi Mrapen

Sumber gambar dari sini.

Api Abadi Mrapen merupakan sebuah objek wisata yang terletak di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Mrapen sendiri berasal dari kata prapen yang berarti perapian. Dengan kata lain api abadi Mrapen berarti perapian api yang abadi.

Lokasinya pun relatif mudah dijangkau, kurang lebih hanya sejauh 26 kilometer saja dari Kota Purwodadi.

Api abadi Mrapen itu sendiri adalah sebuah fenomena alam berupa munculnya api dari tanah yang tak pernah padam. Menurut beberapa sumber, api ini sempat padam bila hujan deras atau badai menyerang. Setelah cukup reda, api akan kembali memunculkan dirinya.

Masyarakat setempat meyakini apa yang mereka miliki saat ini adalah karomah yang ditinggalkan Sunan Kalijaga. Alkisah pada zaman dahulu terdapat rombongan penduduk pengungsi dari Majapahit yang dipimpin oleh Sunan Kalijaga dan pada saat itu mereka sangat haus dan kondisi lingkungan yang tidak memungkinkan adanya air membuat Sunan Kalijaga yang melihat akan hal itu segera menancapkan tongkatnya, sekejap mata timbullah mata air yang dikenal dengan sebutan sendang dudo itu.

Begitu juga di malam hari saat rombongan tertiup dinginnya malam tanpa ada makanan secuil pun. Sunan Kalijaga kemudian menancapkan tongkatnya sekali lagi ke tanah dan muncullah api yang terus menyala hingga saat ini.

Selain itu ternyata sumber api abadi Mrapen memiliki nilai spiritual yang tinggi. Menurut sumber yang ada di sini, sebagian besar pengunjung saat ini bertujuan untuk meminta berkah dari api tersebut. Mereka datang dari jauh-jauh seperti Jepara, Tegal, Blora, Pekalongan, bahkan Sumatera hanya untuk melakukan ritual.

Menurut para pedagang setempat, semakin hari jumlah pengunjung yang datang ke sini semakin sedikit. Bila dulu ketika liburan tiba pengunjung datang dengan berbis-bis, sekarang? Maksimal hanya akan ada satu bis di sini.

Adapun penyebabnya, mungkin karena untuk saat ini sumber api abadi Mrapen adalah milik perseorangan warga desa Manggarmas, sehingga pemerintah dan pemprov tak bisa memaksimalkan pengelolaan objek wisata ini dengan baik. Sehingga jika Anda menuju kesana, jangan sekali-kali heran bila Anda menemui beberapa mainan anak yang sudah rongsok, tempat yang kotor, tak terurus, dan terkelola dengan baik.

Nah kabar baiknya, Pemprov Jawa tengah berencana membebaskan lahan objek wisata api abadi Mrapen ini dengan membelinya seharga 2 miliar rupiah. Tak tahu apa hal ini benar-benar terjadi, yang jelas sebaiknya tetap berpositif thinking saja dengan apa yang dilakukan pemerintah. Toh nanti jika berhasil menarik perhatian banyak pengunjung, yang makmur kan daerah itu sendiri.

Oh iya, tak hanya itu, masih di desa Manggarmas, Anda juga akan menemui sebuah fenomena unik lain yang sekali lagi berupa kolam air mendidih yang tidak panas bernama Sendang Dudo. Disini Anda juga bisa mencoba khasiat alami dari Sendang Dudo, karena kabarnya, air yang berasal dari Sendang Dudo ini dapat mengobati beragam jenis penyakit kulit dan rematik.

Kadangkala, kolam air ini berubah menjadi keruh dengan sendirinya, kemudian berubah menjadi bening lagi.

Bagaimana, Anda tertarik mengunjungi ciptaan Tuhan yang satu ini? [MK]

6927 Total Views 3 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

One Response

  1. Ejawantah Wisata June 9, 2013

Leave a Reply